BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

BONE, PUNGGAWASPORT – Tiga nama dari Kabupaten Sinjai mencatatkan diri dalam lembar prestasi Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan XVIII 2026. Nurcholis Makhsyar, A. Divana Makara, dan Muhammad Dzaky Albdillah T berhasil merebut medali perak pada nomor Tim Relay Mountain Bike Cross Country Relay, atau yang dikenal dengan sebutan MTB XCR, dalam ajang bergengsi yang mempertemukan kontingen dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan itu.

Medali itu bukan sekadar kepingan logam. Ia adalah bukti kerja keras tiga anak muda Sinjai yang berlatih melewati tanjakan dan turunan, menempa fisik dan mental di lintasan yang tidak selalu bersahabat, demi satu tujuan, mengharumkan nama daerah di pentas provinsi.

Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan XVIII 2026 berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026. Dua kabupaten ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara, yakni Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo. Sebanyak 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan ambil bagian dalam pesta olahraga terbesar tingkat provinsi ini, memperebutkan medali dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

Nomor Tim Relay MTB XCR sendiri merupakan salah satu cabang yang paling menuntut perpaduan antara kekuatan fisik, ketahanan stamina, teknik pengendalian sepeda di medan berat, serta kekompakan antar anggota tim. Tidak cukup hanya satu atlet yang tampil prima, ketiganya harus bergerak dalam satu irama, saling mengisi, dan menjaga ritme lomba dari titik awal hingga garis finis.

Dalam format relay, setiap anggota tim menerima tongkat estafet perjuangan dari rekan sebelumnya. Kesalahan satu orang bisa meruntuhkan kerja keras dua lainnya. Itulah yang membuat capaian Nurcholis, Divana, dan Dzaky terasa lebih bermakna karena mereka berhasil menjaga konsistensi performa dari awal hingga akhir lintasan, cukup untuk memastikan posisi kedua dan medali perak atas nama Kabupaten Sinjai.

Cabang balap sepeda kategori mountain bike kerap dipandang sebagai olahraga yang lebih identik dengan daerah dengan infrastruktur pembinaan yang mapan. Namun hasil yang ditorehkan kontingen Sinjai pada Porprov kali ini seolah membantah anggapan itu. Sinjai membuktikan bahwa dengan komitmen, program latihan yang serius, dan dukungan yang tepat, daerah mana pun mampu bersaing dan meraih prestasi di level provinsi.

Kontingen Kabupaten Sinjai sendiri datang ke Porprov Sulsel XVIII 2026 dengan membawa semangat besar. Ajang ini menjadi panggung bagi para atlet daerah untuk unjuk kemampuan setelah berbulan-bulan menjalani persiapan. Setiap medali yang berhasil diraih menjadi kontribusi nyata dalam pengumpulan poin bagi Sinjai di papan klasemen keseluruhan Porprov.

Prestasi dari cabang balap sepeda ini melengkapi perjuangan kontingen Sinjai di berbagai cabang olahraga lain yang turut dipertandingkan selama delapan hari pelaksanaan Porprov. Para atlet dari berbagai bidang terus berjuang memberikan yang terbaik, mewakili daerah mereka di hadapan kontingen dari 23 kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Selatan.

Keberhasilan meraih perak di nomor beregu juga memiliki dimensi lain yang tidak kalah penting, yakni semangat kolektivitas. Olahraga beregu mengajarkan bahwa pencapaian tertinggi tidak selalu lahir dari aksi individual, melainkan dari kepercayaan satu sama lain, dari kemampuan membaca ritme rekan, dan dari tekad bersama untuk melewati batas kemampuan diri.

Nurcholis Makhsyar, A. Divana Makara, dan Muhammad Dzaky Albdillah T hadir sebagai perwujudan dari nilai-nilai itu. Mereka bukan hanya berlomba untuk diri sendiri, mereka turun ke lintasan membawa nama dan harapan seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai.

Bagi komunitas olahraga Sinjai, medali perak ini menjadi sinyal positif sekaligus pemacu semangat. Pembinaan atlet muda di daerah tidak boleh berhenti di sini. Momentum Porprov harus dijadikan batu loncatan untuk mengidentifikasi potensi-potensi baru, memperkuat program pelatihan, dan menyiapkan regenerasi atlet yang lebih solid untuk masa-masa mendatang.

Ajang Porprov Sulsel memang berlangsung setiap beberapa tahun sekali, namun proses membangun prestasi adalah pekerjaan setiap hari. Latihan yang konsisten, dukungan sarana yang memadai, serta komitmen semua pihak, mulai dari atlet, pelatih, hingga jajaran pemerintah daerah, adalah fondasi yang tidak bisa ditawar jika Sinjai ingin terus bersaing di papan atas.

Medali perak Tim Relay MTB XCR ini menjadi cermin dari potensi yang sesungguhnya dimiliki oleh Kabupaten Sinjai. Bukan sesuatu yang datang secara kebetulan, melainkan hasil dari proses panjang yang diiringi kerja keras dan pengorbanan, baik oleh para atlet maupun semua pihak yang terlibat dalam ekosistem pembinaan olahraga di daerah itu.

Masyarakat Sinjai patut berbangga. Di tengah persaingan ketat dari 24 kontingen se-Sulawesi Selatan, tiga putra terbaik daerah mampu bertarung dan pulang membawa medali. Sebuah pencapaian yang layak dirayakan, sekaligus menjadi titik awal dari perjalanan yang masih panjang menuju prestasi yang lebih tinggi.

Porprov Sulsel XVIII 2026 masih berlangsung hingga 14 November mendatang. Kontingen Sinjai masih memiliki kesempatan untuk menambah koleksi medali dari cabang-cabang olahraga lain yang belum selesai dipertandingkan. Semangat Nurcholis, Divana, dan Dzaky diharapkan menular kepada seluruh atlet Sinjai yang masih berjuang di arena, memberi keyakinan bahwa Sinjai benar-benar bisa bersaing di level tertinggi pesta olahraga provinsi ini.

Perjuangan belum usai. Lintasan masih terbentang. Dan Sinjai, dengan medali perak di tangan, terus melangkah maju.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026