Senada dengan itu, kiper legendaris Dino Zoff yang memimpin Italia meraih gelar juara dunia pada 1982 menilai bahwa persoalan regenerasi menjadi duri yang terus menancap. Ia mengakui bahwa bakat-bakat muda tetap ada di negeri pizza itu, namun sistem yang berjalan tidak cukup mampu memoles mereka hingga mencapai standar yang selama ini menjadi kebanggaan timnas.

Salah satu penyebabnya adalah sedikitnya menit bermain yang tersedia bagi pemain lokal di kompetisi domestik, yang kini semakin padat dihuni oleh pemain asing. Akibatnya, ketika timnas membutuhkan darah segar, stok pemain berkualitas yang betul-betul siap tampil di level tertinggi tidak memadai.

Sementara itu, Carolina Morace membawa perspektif yang berbeda namun sama tajamnya. Pelatih dan mantan pemain internasional ini menyoroti dimensi psikologis yang kerap luput dari perhatian. Menurutnya, kegagalan yang terus berulang secara perlahan menciptakan beban mental yang kian berat di pundak para pemain.

Ketika warisan sejarah yang begitu besar menjadi bayang-bayang, tekanan yang muncul bisa berbalik menjadi racun jika tidak dikelola dengan bijak. Inilah yang kerap terlihat saat Italia bertanding di laga-laga krusial — tim tampil ragu, gagal mengeksekusi peluang, dan jatuh di bawah ekspektasi.