Capaian tersebut membuatnya sejajar dengan legenda Valentino Rossi dalam jumlah gelar kelas utama, serta hanya terpaut satu gelar dari rekor sepanjang masa milik Giacomo Agostini.
Namun, kesuksesan itu juga dibayangi kekhawatiran medis setelah Marquez mengalami cedera bahu cukup serius akibat insiden di MotoGP Indonesia 2025. Kecelakaan tersebut memaksanya absen hingga akhir musim, meski tetap keluar sebagai juara dunia.
Melandri menilai perjuangan Marquez musim lalu telah menguras fisiknya. Meski begitu, ia tetap melihat pebalap berusia 33 tahun itu sebagai salah satu yang paling komplet di lintasan.
“Dia masih menjadi pebalap paling serbabisa, meskipun mungkin tidak se-eksplosif sebelumnya. Dia telah memberikan lebih dari 110 persen pada musim lalu,” katanya.


Tinggalkan Balasan