MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Turnamen paling ditunggu setiap empat tahun sekali akhirnya tiba. FIFA World Cup 2026 resmi bergulir sejak pertengahan Juni, menghadirkan 48 tim dari seluruh penjuru dunia yang berebut satu mahkota paling bergengsi dalam sejarah sepak bola.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia digelar di tiga negara sekaligus — Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Format baru ini tidak hanya memperluas jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim, tetapi juga memperpanjang durasi turnamen secara keseluruhan, memberikan lebih banyak laga seru untuk disaksikan.
Bagi jutaan penggemar sepak bola di Indonesia, momen ini tentu menjadi pesta tersendiri. Namun ada satu tantangan yang sudah bisa ditebak: selisih waktu yang cukup signifikan antara zona Amerika dan Indonesia membuat sebagian besar pertandingan berlangsung di jam-jam yang tidak ramah.
Penggemar yang tinggal di wilayah Indonesia Tengah, terutama di Sulawesi, Kalimantan, hingga Bali, perlu menyiapkan diri. Mayoritas pertandingan akan tersaji mulai dari dini hari hingga menjelang subuh dalam waktu WITA (Waktu Indonesia Tengah, UTC+8).
Konversi jadwal ke WITA menjadi solusi paling praktis agar penonton tidak perlu repot menghitung selisih waktu secara manual. Dengan panduan waktu WITA, cukup lihat jadwal dan siapkan kopi — pertandingan siap dimulai.


Tinggalkan Balasan