MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Sementara miliaran penonton dunia menahan napas menyaksikan dribel dan gol para bintang, seorang mahasiswa MIT justru asyik menatap sesuatu yang berbeda—deretan angka di papan skor yang mungkin belum pernah muncul sepanjang sejarah sepak bola. Itulah William Peracchio, dan obsesinya terhadap data telah melahirkan sesuatu yang jauh lebih menarik dari sekadar statistik biasa.
Peracchio bukan penggemar sepak bola fanatik yang hafal nama setiap pemain. Ia hanya menonton Piala Dunia setiap empat tahun sekali, sekadar memuaskan rasa ingin tahu. Namun di balik kebiasaan sederhana itu, tersimpan kepekaan luar biasa terhadap angka yang kemudian melahirkan proyek bernama World Cupigami.
Nama proyek itu terinspirasi dari konsep Scorigami—sebuah istilah yang pertama kali diperkenalkan jurnalis olahraga Jon Bois pada 2014. Konsepnya sederhana namun menggoda: setiap skor akhir pertandingan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kompetisi tersebut disebut sebagai Scorigami. Satu kombinasi angka yang lahir untuk pertama kali, dan karenanya, menjadi bagian abadi dari sejarah.
“Scorigami adalah tindakan sekaligus seni dalam menciptakan skor akhir yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Bois dalam artikel yang kemudian viral di komunitas penggemar data olahraga.
Peracchio mengambil konsep itu dan mengaplikasikannya ke seluruh sejarah Piala Dunia. Dengan memanfaatkan kumpulan data terbuka yang tersebar di internet serta bantuan teknologi kecerdasan buatan, ia menyusun bagan berwarna-warni yang memperlihatkan skor mana yang sudah pernah terjadi dan mana yang masih kosong menunggu untuk diisi sejarah.


Tinggalkan Balasan