Hasilnya adalah visualisasi yang memukau. Ratusan pertandingan dari berbagai edisi Piala Dunia dipadatkan menjadi sebuah peta yang bisa dibaca sekilas, namun menyimpan kedalaman yang tak habis dijelajahi. Bagi pecinta matematika dan olahraga sekaligus, bagan World Cupigami terasa seperti menemukan peta harta karun.
“Ini proyek kecil yang menyenangkan. Saya hanya berpikir, kalau ada laga yang berakhir 5-4, itu akan jauh lebih seru,” ujar Peracchio kepada ESPN, sambil mengakui bahwa ia tidak menyangka proyeknya akan mendapat perhatian seluas ini.
Piala Dunia 2026 membuka peluang lebih besar dari edisi sebelumnya. FIFA memutuskan menambah jumlah peserta menjadi 48 tim, menghadirkan banyak negara debutan yang kemampuannya masih misterius. Ketidakseimbangan kekuatan antartim dinilai berpotensi menciptakan skor-skor besar yang belum pernah tercatat dalam buku sejarah turnamen paling bergengsi di dunia itu.
Peluang itu hampir menjadi kenyataan hanya dalam empat hari sejak turnamen bergulir. Jerman membantai Curacao—salah satu debutan Piala Dunia 2026—dengan skor 7-1. Ketika Kai Havertz mencetak gol ketujuh pada menit ke-88, komunitas pemburu Scorigami di seluruh dunia sontak berdebar. Satu gol lagi, dan sejarah akan tercipta.
Secara historis, skor 7-1 memang bukan hal baru. Kombinasi angka itu sudah muncul tiga kali dalam sejarah Piala Dunia, termasuk kemenangan telak Jerman atas Brasil pada 2014 yang masih membekas di ingatan publik. Namun angka 8-1? Belum pernah ada. Dan pada menit-menit terakhir laga kontra Curacao, dunia seolah berhenti sejenak menunggu.


Tinggalkan Balasan