MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Satu gol di menit ke-106 membuat jutaan kaki berjingkrak serentak—dan bumi pun ikut merasakannya.
Timnas Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua mereka pada Minggu malam, 19 Juli 2026, setelah mengalahkan Argentina di final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat. Gol tunggal yang dicetak Ferran Torres di babak perpanjangan waktu bukan hanya menentukan nasib pertandingan—ia memicu getaran fisik yang terekam oleh alat pengukur gempa di berbagai penjuru Spanyol.
Dewan Tinggi untuk Penelitian Ilmiah Spanyol (CSIC) mengonfirmasi fenomena itu dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin, 20 Juli 2026. Menurut lembaga tersebut, Institut Geografi Nasional (IGN) dan Institut Geologi dan Kartografi Catalonia (ICGC) mencatat adanya getaran tanah di sejumlah kota pada tiga momen berbeda selama pertandingan final berlangsung.
Tiga momen itu adalah gol Torres, sebuah gol Spanyol lain yang kemudian dianulir, dan peluit akhir pertandingan. Dari ketiganya, peluit akhir menghasilkan getaran paling kuat yang berhasil ditangkap seismograf.
Ini bukan pertama kalinya seismograf Spanyol merespons euforia sepak bola. Sebelumnya, saat Mikel Merino mencetak gol yang menyingkirkan Portugal dari turnamen yang sama, alat serupa di kota Algeciras, Spanyol selatan, juga mendeteksi getaran yang datang bukan dari dalam bumi—melainkan dari kegembiraan jutaan manusia di atasnya.


Tinggalkan Balasan