BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Agenda penyambutan dimulai dengan audiensi kenegaraan. Para juara dunia itu diterima terlebih dahulu oleh Raja Felipe VI di Istana Zarzuela, kemudian oleh Perdana Menteri Pedro Sánchez di Istana Moncloa. Baru setelah itu, mereka bergabung dengan lautan pendukung di jalanan ibu kota.

Bus tingkat membawa para pemain menyusuri jalan-jalan utama Madrid, bergerak perlahan di tengah sorak-sorai yang tak henti. Tujuan akhir konvoi itu adalah Plaza de Cibeles—alun-alun bersejarah yang sekaligus menjadi lokasi balai kota Madrid—di mana upacara penghormatan resmi dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

Pemerintah memperkirakan sekitar satu juta orang turun ke jalan untuk menyaksikan parade kemenangan itu. Francisco Martín, delegasi pemerintah di Madrid, menyebut angka tersebut sebagai perkiraan yang konservatif mengingat antusiasme warga sejak dini hari. Untuk mengamankan kerumunan sebesar itu, lebih dari 2.000 petugas kepolisian dan 400 personel Garda Sipil dikerahkan di seluruh rute parade.

Madrid bukan hanya merayakan gelar sepak bola. Kota itu merayakan sesuatu yang lebih besar: bukti bahwa kegembiraan kolektif bisa begitu kuat hingga membuat bumi sendiri bergetar.

Di tengah parade, di antara kibaran bendera merah-kuning dan tangisan haru para pendukung, Ferran Torres mengangkat trofi itu ke udara. Di suatu tempat, jarum seismograf mungkin masih bergoyang.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026