Piala Dunia 1954 memang menjadi era keemasan Austria. Di bawah arahan Walter Nausch, mereka mencetak total 17 gol dalam perjalanan menuju podium. Salah satu pertandingan paling ikonik terjadi di perempat final melawan tuan rumah Swiss, di mana Austria menang 7-5 — pesta gol terbesar dalam sejarah Piala Dunia hingga saat ini. Sementara itu, penyerang Erich Probst menjadi top scorer Austria sepanjang sejarah Piala Dunia dengan enam gol, semuanya tercipta di edisi 1954.
Penampilan terakhir Austria di Piala Dunia, yakni di Prancis 1998, meninggalkan kenangan yang sedikit pahit. Di bawah Herbert Prohaska, mereka tergabung bersama Italia, Kamerun, dan Cile di Grup B. Austria selalu berhasil mencetak gol di injury time di setiap pertandingan, namun semangat juang itu tidak cukup untuk mengantarkan mereka ke fase gugur. Mereka tersingkir dengan dua poin, hanya terpaut satu poin dari Cile yang lolos di posisi kedua.
Kini, 28 tahun setelah kekecewaan di Saint-Étienne, Austria kembali datang dengan ambisi yang lebih besar. Generasi baru dengan arahan taktis Rangnick yang teruji siap membuktikan bahwa Austria bukan sekadar penghias daftar peserta. Mereka datang untuk bersaing, dan dunia sepak bola sudah menunggu.
