BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Sebuah pertemuan bersejarah akan tersaji di San Francisco Bay Area Stadium pada Rabu, 17 Juni 2026. Austria, yang absen 28 tahun dari panggung Piala Dunia, akan menghadapi Yordania yang untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka menginjakkan kaki di putaran final turnamen paling bergengsi di dunia. Dua kisah berbeda, satu lapangan, dan satu misi yang sama: mencuri tiga poin perdana.

Laga Grup J ini bukan sekadar pembuka. Bagi Austria, ini adalah kesempatan membuktikan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi setelah penantian panjang. Bagi Yordania, ini adalah momen yang akan dikenang seumur hidup oleh seluruh bangsa mereka.

Pertandingan dijadwalkan pukul 11.00 WIB dan dapat disaksikan secara langsung melalui siaran TVRI Sport.

Austria tiba di Amerika Serikat dengan kepala tegak. Pasukan Ralf Rangnick melalui babak kualifikasi zona Eropa dengan apik, menorehkan enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari delapan laga Grup H. Momen paling dramatis terjadi di laga terakhir kualifikasi saat Michael Gregoritsch menjebol gawang Bosnia-Herzegovina pada menit ke-77 untuk memastikan Austria finis di puncak klasemen.

Momentum itu tidak berhenti di sana. Menjelang Piala Dunia, Austria menyapu bersih tiga laga uji coba berturut-turut dengan hasil yang meyakinkan: Gana dihancurkan 5-1, Korea Selatan ditaklukkan 1-0, dan Tunisia juga menyerah dengan skor serupa. Lima pertandingan terakhir tanpa kekalahan menjadi modal psikologis yang luar biasa bagi Die Burschen.

Target Rangnick sudah jelas dan tidak main-main: membawa Austria lolos ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954. Untuk itu, poin penuh saat menghadapi Yordania menjadi fondasi yang tidak bisa ditawar sebelum berhadapan dengan Argentina dan Aljazair di laga berikutnya.

Namun ada kabar yang sedikit mengganggu kesiapan Austria. Christoph Baumgartner, gelandang serang andalan yang bermain untuk RB Leipzig, harus absen akibat cedera paha. Ia tetap dibawa ke skuad, berperan sebagai penyemangat moral bagi rekan-rekannya, sebagaimana yang pernah dilakukan David Alaba di Piala Eropa 2024. “Fokus utama saya tentu pemulihan cedera. Namun saya akan berusaha membantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa,” ujar Baumgartner.

Selain Baumgartner, Patrick Wimmer, Florian Grillitsch, dan David Alaba juga masih dibayangi masalah kebugaran. Meski begitu, Alaba diperkirakan tetap masuk dalam susunan pemain utama. Di lini serang, kuartet Romano Schmid, Marcel Sabitzer, Michael Gregoritsch, dan Marko Arnautovic siap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Yordania.

Di sisi lain lapangan, Yordania hadir dengan aura yang berbeda. Keikutsertaan mereka di Piala Dunia bukan hasil yang mudah diraih. Tim berjulukan The Chivalrous Ones itu berjuang keras melalui putaran ketiga kualifikasi Asia, mengumpulkan 16 poin dari 10 pertandingan dan finis sebagai runner-up grup, hanya unggul tipis atas Irak untuk merebut tiket otomatis.

Setelah tiket Piala Dunia di tangan, Yordania sempat memperlihatkan secercah harapan. Mereka melaju hingga final Piala Arab sebelum takluk dramatis 2-3 dari Maroko lewat perpanjangan waktu. Pencapaian itu menunjukkan bahwa tim ini punya karakter untuk bersaing di level tinggi.

Sayang, performa mereka merosot tajam menjelang turnamen dimulai. Dari empat laga persahabatan terakhir, Yordania hanya mampu meraih dua hasil imbang dan menelan dua kekalahan, termasuk dihajar Swiss 1-4 dan kalah dari Kolombia 0-2. Mereka memasuki Piala Dunia dengan catatan lima pertandingan tanpa kemenangan, sebuah statistik yang tentu mengkhawatirkan.

Situasi itu diperparah dengan absennya Yazan Al Naimat, striker andalan yang mencetak delapan gol selama kualifikasi. Cedera yang menimpa Al Naimat sejak Desember lalu belum kunjung pulih, meninggalkan lubang besar di lini depan Yordania. Ibrahim Sabra pun turut dicoret dari skuad dan digantikan Mohammad Taha. Lini serang Yordania kemungkinan akan mengandalkan trio Mousa Tamari, Ali Olwan, dan Odeh Fakhouri untuk mencetak gol.

Meski begitu, pelatih Jamal Sellami tampak tenang menghadapi laga pembuka ini. “Kami sudah bangga bisa tampil di putaran final Piala Dunia. Berpartisipasi dalam ajang global ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan citra positif Yordania kepada dunia internasional,” ujar pelatih asal Maroko itu dengan nada penuh kebanggaan.

Catatan statistik berbicara gamblang: pertahanan Yordania telah kebobolan minimal dua gol dalam lima pertandingan terakhir mereka. Kondisi ini menjadi angin segar bagi lini serang Austria yang tengah berada di puncak performa. Austria diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola dan mendikte jalannya pertandingan.

Ancaman terbesar dari Yordania kemungkinan akan datang melalui serangan balik cepat yang dimotori Mousa Tamari. Namun jika Austria mampu menjaga ketertiban lini belakang dan tidak lengah, superioritas kualitas skuad mereka seharusnya menjadi pembeda pada akhirnya.

Laga ini adalah titik awal dari petualangan panjang keduanya di Piala Dunia 2026. Austria mengincar sejarah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam 70 tahun. Yordania berjuang untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap cerita. Siapa pun yang menang hari ini akan mendapat keuntungan besar dalam memperebutkan tiket babak 16 besar dari Grup J yang sangat kompetitif.

FAQ

Kapan dan di mana pertandingan Austria vs Yordania berlangsung?
Pertandingan digelar pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 11.00 WIB di San Francisco Bay Area Stadium sebagai bagian dari laga Grup J Piala Dunia 2026.

Apakah ini pertama kalinya Yordania tampil di Piala Dunia?
Ya, Piala Dunia 2026 merupakan debut bersejarah Yordania di putaran final turnamen ini setelah mereka berhasil lolos melalui babak kualifikasi zona Asia.

Siapa pemain kunci yang absen dari kedua tim?
Austria kehilangan gelandang andalan Christoph Baumgartner karena cedera paha, sementara Yordania harus tampil tanpa striker utama Yazan Al Naimat yang telah absen sejak Desember 2025.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026