MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Tiga kali melangkah ke partai puncak namun selalu pulang dengan tangan hampa — itulah kisah pahit Belanda di Piala Dunia. Kini, dengan tekad membara dan generasi pemain baru, De Oranje bersiap menorehkan sejarah berbeda di Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Negara berpenduduk sekitar 18 juta jiwa ini telah membuktikan diri sebagai kekuatan sepak bola dunia yang melampaui ukurannya. Dalam 11 keikutsertaan di Piala Dunia sebelumnya, Belanda selalu berhasil menembus babak gugur sejak 1974 — sebuah konsistensi yang hanya dimiliki segelintir tim di dunia.
Perjalanan menuju Amerika Utara dimulai dari babak kualifikasi zona Eropa. Belanda tergabung di Grup G bersama Polandia, Finlandia, Malta, dan Lituania. Pasukan Ronald Koeman tampil mendominasi dari awal hingga akhir: enam kemenangan, dua hasil imbang, tanpa sekalipun menelan kekalahan dari delapan laga yang dilakoni.
Satu-satunya poin yang tercecer adalah dua imbang 1-1 melawan Polandia, baik di kandang maupun tandang. Di luar itu, Belanda bergaya: 25 gol tercipta, hanya dua kebobolan dari enam laga lainnya. Tiket lolos akhirnya dikunci lewat kemenangan telak 4-0 atas Lituania pada 17 November, sekaligus menutup kampanye grup dengan sempurna di puncak klasemen.
Di Piala Dunia 2026, Belanda masuk ke Grup B dan akan memulai perjalanan dengan menghadapi Jepang di Dallas pada 14 Juni. Laga kedua digelar di Houston pada 20 Juni melawan wakil kualifikasi play-off Eropa, sebelum menutup fase grup melawan Tunisia di Kansas City pada 25 Juni.
Sosok yang mengemudikan kapal ini adalah Ronald Koeman, pelatih berusia 61 tahun yang kembali ke jabatan pelatih kepala Belanda untuk periode kedua sejak Januari 2023. Koeman menggantikan Louis van Gaal yang pensiun seusai Piala Dunia 2022 Qatar. Rekam jejaknya panjang dan meyakinkan: ia pernah membesut Barcelona, Ajax, PSV, Benfica, hingga Everton dalam karier melatih yang membentang lebih dari 25 tahun.
Masa jabatan pertamanya bersama Belanda terpotong ketika Barcelona datang meminangnya. Kini ia punya kesempatan kedua — dan mungkin kesempatan terbaik — untuk membawa tanah kelahirannya menjuarai turnamen paling bergengsi di muka bumi. Koeman sendiri bukan orang asing di panggung Piala Dunia; sebagai pemain bertahan andalan, ia tampil di edisi 1990 dan 1994, dikenal lewat kemampuan tendangan bebas dan penalti yang menakutkan.
Bicara sejarah, Belanda pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1934 di Italia, langsung tersingkir di babak pertama usai kalah 3-2 dari Swiss di Milan. Mereka lalu absen panjang selama 36 tahun dan enam edisi turnamen sebelum kembali pada 1974 — dan langsung menghentak dunia.
Era 1974 menjadi titik pijak legenda. Belanda yang diasuh Rinus Michels dengan Johan Cruyff sebagai penggerak utamanya memperkenalkan “Total Football” — gaya bermain revolusioner yang membuat lawan kebingungan. Dalam perjalanan ke final, Belanda mengandaskan Brasil yang kala itu digdaya, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah Jerman Barat 2-1 di Olympiastadion, Munich.
Empat tahun kemudian di Argentina, mereka kembali ke final, kali ini tanpa Cruyff yang memilih tidak ikut karena alasan pribadi. Hasilnya tak berbeda — kalah 3-1 dari tuan rumah setelah perpanjangan waktu. Dunia baru menyaksikan Belanda setipis itu dari gelar juara.
Penantian panjang itu mencapai klimaksnya di Afrika Selatan 2010. Belanda melibas satu per satu lawan-lawan tangguh, termasuk Brasil dan Uruguay, sebelum bertemu Spanyol di final Johannesburg. Namun gol tunggal Andres Iniesta di masa tambahan waktu kembali menghancurkan mimpi Oranje. Tiga final, tiga kekalahan — sebuah ironi tragis dalam sejarah sepak bola modern.
Di Piala Dunia terakhir di Qatar 2022, Belanda tampil dengan karakter berbeda: pragmatis dan tangguh. Mereka memuncaki grup berisi Senegal, Ekuador, dan Qatar, lalu menyingkirkan Amerika Serikat 3-1 di babak 16 besar. Semifinal tampak di depan mata ketika Wout Weghorst masuk sebagai pengganti pada menit ke-78, saat tim tertinggal 0-2 dari Argentina.
Apa yang kemudian terjadi menjadi salah satu drama terhebat di Piala Dunia 2022. Weghorst mencetak gol pada menit ke-83, lalu menyelesaikan skema tendangan bebas brilian untuk menyamakan kedudukan di menit ke-11 perpanjangan waktu. Adu penalti pun digelar — dan berakhir pilu. Virgil van Dijk dan Steven Berghuis gagal mengeksekusi, sementara kiper Argentina Emi Martinez tampil luar biasa untuk membawa negaranya menang 4-3.
Di luar hasil, Belanda juga mewariskan momen-momen ikonik bagi sejarah Piala Dunia. “Cruyff Turn” lahir di Jerman 1974, ketika Johan Cruyff memutar badan supersonik melewati pemain belakang Swedia dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya. Gol Dennis Bergkamp melawan Argentina di Prancis 1998 — kontrol dan sentuhan pertama yang sempurna kemudian diakhiri dengan penyelesaian tenang di sudut jauh — kerap masuk daftar gol terbaik sepanjang masa.
Dua tahun kemudian di Brasil 2014, pelatih Louis van Gaal menciptakan taktik revolusioner: memasukkan kiper Tim Krul 44 detik sebelum adu penalti melawan Kosta Rika, menggantikan kiper utama. Krul menggagalkan dua penalti dan Belanda menang 4-3. Taktik psikologis itu kini telah banyak ditiru tim-tim lain di seluruh dunia.
Adapun kemenangan terbesar Belanda sepanjang sejarah Piala Dunia terjadi di Marseille pada 1998: membantai Korea Selatan 5-0 di fase grup dengan lima pencetak gol berbeda — Phillip Cocu, Marc Overmars, Dennis Bergkamp, Pierre van Hooijdonk, dan Ronald de Boer.
Kini, dengan skuad yang semakin matang dan dibalut ambisi besar, Belanda melakoni Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk berpartisipasi. Ini adalah kesempatan — mungkin kesempatan terbaik dalam satu generasi — untuk akhirnya mengangkat trofi yang selama ini selalu lolos dari genggaman.
FAQ
Bagaimana cara Belanda lolos ke Piala Dunia 2026? Belanda lolos dari Grup G kualifikasi Eropa dengan catatan tak terkalahkan: enam menang, dua seri dari delapan laga. Tiket resmi diraih lewat kemenangan 4-0 atas Lituania pada 17 November.
Siapa pelatih Belanda di Piala Dunia 2026? Ronald Koeman menangani Belanda untuk periode keduanya sejak Januari 2023, menggantikan Louis van Gaal yang pensiun setelah Qatar 2022.
Apa pencapaian terbaik Belanda sepanjang sejarah Piala Dunia? Belanda telah tiga kali mencapai final Piala Dunia, yakni pada 1974, 1978, dan 2010, namun selalu kalah di laga puncak dan menyandang predikat runner-up.


Tinggalkan Balasan