BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Di sisi lain, Jepang juga tak datang dalam kondisi terbaik. Samurai Biru kehilangan tiga pilar penting sekaligus: penyerang andalan Takumi Minamino yang menjadi motor serangan, winger lincah Kaoru Mitoma yang kerap menjadi sumber kreativitas dari tepi lapangan, serta kapten tim Wataru Endo yang mengundurkan diri akibat cedera menjelang turnamen.

Kehilangan Endo boleh jadi yang paling terasa dampaknya. Gelandang bertahan berpengalaman itu bukan sekadar pemain, melainkan pemimpin yang menjaga keseimbangan lini tengah Jepang. Tanpa dia, pelatih Hajime Moriyasu harus memutar otak dalam mengatur koordinasi garis tengah timnya.

Meski demikian, Jepang masih menyimpan senjata yang tidak bisa dianggap remeh. Takefusa Kubo, pemain bernilai tinggi dari Real Sociedad, siap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Belanda dengan kecerdikan dan kecepatan dribel-nya. Daichi Kamada, Ritsu Doan, dan Ao Tanaka pun kini dituntut untuk tampil selangkah lebih besar dari biasanya demi menutup kekosongan yang ditinggalkan para absen.

Secara taktis, pertandingan ini menawarkan kontras yang menarik. Belanda kemungkinan akan mencoba mengendalikan jalannya laga melalui penguasaan bola. Frenkie de Jong akan menjadi pengatur irama dari lini tengah, sementara Tijjani Reijnders diharapkan bisa menjadi jangkar yang menghubungkan lini tengah dan serangan.

Jepang, di sisi yang berseberangan, hampir pasti akan memilih pendekatan pragmatis. Bertahan rapat, menjaga organisasi, dan memanfaatkan kecepatan transisi sebagai senjata utama sudah menjadi identitas tim ini dalam beberapa tahun terakhir. Strategi serupa pernah membuat Jerman dan Spanyol kerepotan di Piala Dunia Qatar 2022, dan Belanda tentu tak boleh melupakan pelajaran itu.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026