MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Tekanan menggunung untuk Belgia dan Iran. Dua tim yang sama-sama tertahan di laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 ini wajib menang demi menjaga peluang lolos ke babak gugur. Pertemuan keduanya bakal berlangsung di Los Angeles Stadium, Minggu (21/6/2026) waktu setempat atau Senin (22/6/2026) dini hari WIB, dan disiarkan langsung TVRI Sport mulai pukul 02.00 WIB.
Hasil seri di matchday pertama membuat klasemen Grup G begitu rapat. Belgia ditahan Mesir 1-1, sementara Iran berbagi empat gol dengan Selandia Baru dalam laga seru berkesudahan 2-2. Kekalahan di laga kedua bisa membuat salah satu dari mereka berada di ambang tersingkir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Secara materi pemain, Belgia masih difavoritkan. Rudi Garcia mengandalkan deretan nama besar macam Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Thibaut Courtois, dipadukan dengan energi pemain muda seperti Jeremy Doku dan Alexis Saelemaekers. Kombinasi pengalaman dan kecepatan inilah yang diharapkan mampu membongkar pertahanan rapat Iran.
Ketenangan Belgia menghadapi tekanan sudah teruji saat melawan Mesir. Tertinggal lebih dulu lewat gol Emam Ashour pada menit ke-19, Setan Merah tidak terburu-buru. Mereka terus membangun serangan dan akhirnya menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany di babak kedua.
Garcia mengaku tak kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, laga pembuka di ajang sebesar Piala Dunia memang selalu berat, apalagi menghadapi tim sekuat Mesir.
“Laga pertama dalam turnamen seperti Piala Dunia selalu sulit, terutama saat menghadapi salah satu tim terbaik Afrika seperti Mesir. Hal yang terpenting adalah kami tetap berada dalam pertandingan,” kata Garcia usai laga, dikutip dari laman FIFA.
Di kubu lawan, Iran datang bukan tanpa modal. Amir Ghalenoei memiliki Mehdi Taremi yang tajam di lini depan serta Ehsan Hajsafi yang berpengalaman mengorganisasi pertahanan. Disiplin organisasi permainan menjadi senjata utama Team Melli untuk mengimbangi keunggulan individu para pemain Belgia.
Selain soal taktik, ada satu faktor yang membuat Iran datang dengan motivasi berlipat: situasi di luar lapangan yang jauh dari ideal. Tim ini harus memindahkan basecamp ke Meksiko karena tak mendapat izin tinggal dari pemerintah Amerika Serikat. Bahkan, untuk laga melawan Belgia kali ini, mereka hanya diizinkan berada di Los Angeles selama 24 jam sebelum harus kembali ke Meksiko pada hari yang sama.
Ghalenoei tak menutupi kekecewaannya atas perlakuan yang diterima timnya. Ia bahkan menyebut skuadnya sebagai kontestan paling tertindas di Piala Dunia 2026 kali ini.
“Mereka memaksa kami pulang lebih awal. Mereka membuat situasi semakin sulit, semakin banyak hambatan, tetapi kami tidak akan membiarkan hal itu menghentikan kami untuk memberikan yang terbaik,” ujar Ghalenoei, dikutip dari BBC Sport.
Soal susunan pemain, Garcia disinyalir akan mengubah pendekatan timnya. Lukaku yang tampil sebagai pemain pengganti di laga melawan Mesir punya peluang besar masuk starting XI. Pasalnya, kehadiran striker gempal tersebut langsung mengubah wajah permainan Belgia saat itu, tim jadi lebih agresif menekan sejak area pertahanan lawan.
Tekanan yang dibangun usai masuknya Lukaku itulah yang berbuah gol penyama kedudukan sekaligus beberapa peluang lain bagi Belgia. Garcia sendiri mengakui efek psikologis kehadiran Lukaku bagi lawan.
“Ketika Anda menjadi lawan dan melihat Lukaku datang ke lapangan, Anda mungkin gemetar dan rasa khawatir Anda mungkin bakal meningkat,” ucap Garcia, dikutip dari Reuters.
Sebagai catatan, penyerang 33 tahun itu masih jadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Belgia, dengan 90 gol dari 127 penampilan. Kombinasinya dengan suplai bola dari Doku dan Leandro Trossard di sektor sayap diyakini bisa menambah daya gedor lini depan Belgia.
Di lini tengah, posisi De Bruyne juga masih sulit tergeser. Kerja samanya dengan Youri Tielemans dan Amadou Onana selama ini terbukti efektif mengalirkan bola sekaligus menjaga keseimbangan tim saat bertahan maupun menyerang. Sementara di lini belakang, Garcia kemungkinan tetap mempercayai formasi yang sama, dengan Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, dan Timothy Castagne mengawal Courtois di bawah mistar.
Dari kubu Iran, satu kabar kurang menggembirakan datang dari lini tengah. Saman Ghoddos, gelandang serang andalan Ghalenoei, diragukan tampil dalam kondisi 100 persen fit. Pemain 32 tahun ini mengalami masalah pergelangan kaki saat melawan Selandia Baru dan harus ditarik keluar pada menit ke-65.
Tanpa Ghoddos, Amirmohammad Razzaghinia berpeluang besar mendapat kesempatan emas untuk tampil. Gelandang 20 tahun ini baru empat kali bermain untuk Timnas Iran sejak debutnya pada Juni 2025, namun laga melawan Belgia bisa menjadi panggung pembuktian dirinya di pentas terbesar sepak bola dunia.
Dengan formasi 4-4-2, Razzaghinia diproyeksikan berduet bersama Saeid Ezatolahi di tengah. Mohammad Mohebi akan mengisi sisi kanan dan Aria Yousefi di kiri, keduanya bertugas memberi suplai bagi duet penyerang Taremi dan Shahriar Moghanlou. Di bawah gawang, Alireza Beiranvand masih jadi andalan, dikawal lini belakang yang sudah malang melintang sejak kualifikasi zona Asia: Ramin Rezaeian, Ali Nemati, Shojae Khalilzadeh, dan Milad Mohammadi.
Pertandingan ini akan dipimpin wasit asal Argentina, Dario Herrera, di Los Angeles Stadium. Belgia tetap diunggulkan dengan peluang kemenangan di kisaran 60 persen berbanding 40 persen untuk Iran. Namun di atas kertas tak selalu sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan, dan tekanan untuk meraih kemenangan bisa membuat hasil laga ini berjalan di luar prediksi.
Perkiraan Susunan Pemain
Belgia (4-2-3-1): 1-Thibaut Courtois; 15-Thomas Meunier, 25-Nathan Ngoy, 21-Brandon Mechele, 21-Timothy Castagne; 8-Youri Tielemans, 24-Amadou Onana, 7-Kevin De Bruyne; 10-Leandro Trossard, 9-Romelu Lukaku, 11-Jeremy Doku.
Pelatih: Rudi Garcia
Cadangan: 13-Mike Penders, 12-Senne Lammens, 3-Arthur Theate, 18-Joaquin Seys, 16-Koni De Winter, 5-Maxim De Cuyper, 22-Alexis Saelemaekers, 6-Axel Witsel, 19-Diego Moreira, 20-Hans Vanaken, 22-Nicolas Raskin, 14-Dodi Lukebakio, 26-Matias Fernandez-Pardo, 17-Charles De Ketelaere.
Iran (4-4-2): 1-Alireza Beiranvand; 23-Ramin Rezaeian, 19-Ali Nemati, 4-Shojae Khalilzadeh, 5-Milad Mohammadi; 8-Mohammad Mohebi, 26-Amirmohammad Razzaghinia, 6-Saeid Ezatolahi, 17-Aria Yousefi; 20-Shahriar Moghanlou, 9-Mehdi Taremi.
Pelatih: Amir Ghalenoei
Cadangan: 22-Hossein Hosseini, 12-Payam Niazmand, 25-Danial Eiri, 3-Ehsan Haji Safi, 13-Hossein Kanaani, 2-Saleh Hardani, 24-Dennis Eckert, 14-Saman Ghoddos, 16-Mehdi Torabi, 21-Mohammad Ghorbani, 15-Roozbeh Cheshmi, 11-Ali Alipour, 7-Alireza Jahanbakhsh, 18-Amirhossein Hosseinzadeh, 10-Mehdi Ghayedi.
FAQ
Kapan pertandingan Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan ini berlangsung di Los Angeles Stadium pada Minggu (21/6/2026) waktu setempat, atau Senin (22/6/2026) dini hari WIB, dan dapat disaksikan melalui siaran langsung TVRI Sport mulai pukul 02.00 WIB.
Mengapa Belgia dan Iran sama-sama wajib menang di laga ini?
Kedua tim baru mengoleksi satu poin dari hasil seri di laga pembuka, masing-masing 1-1 melawan Mesir dan 2-2 melawan Selandia Baru, sehingga kemenangan menjadi krusial untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Siapa pemain kunci yang perlu diwaspadai dari kedua tim?
Bagi Belgia, nama Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku menjadi andalan utama, sementara Iran mengandalkan ketajaman Mehdi Taremi di lini depan kendati lini tengah mereka berpotensi kehilangan Saman Ghoddos akibat cedera pergelangan kaki.


Tinggalkan Balasan