MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Bosnia dan Herzegovina kembali membuat sejarah. Setelah dua belas tahun absen dari pentas Piala Dunia, tim asuhan Sergej Barbarez memastikan tiket ke Amerika Utara lewat drama adu penalti yang menegangkan melawan Italia di Zenica. Nyanyian “Saya dari Bosnia, bawa saya ke Amerika” yang bergema di tribun stadion akhirnya bukan sekadar doa — melainkan kenyataan.
Lolosnya Bosnia dan Herzegovina ke Piala Dunia FIFA 2026 bukan perjalanan yang mudah. Mereka harus melewati jalur play-off UEFA yang penuh tekanan, mengalahkan Wales di semifinal dan menundukkan Azzurri di final — keduanya lewat adu penalti setelah skor imbang. Inilah cerita lengkap perjalanan tim Balkan itu menuju Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Babak kualifikasi dimulai dengan menjanjikan. Bosnia dan Herzegovina membuka kampanye mereka dengan kemenangan tandang atas Rumania, kemudian memperkuat momentum dengan kemenangan kandang berturut-turut atas Siprus dan San Marino. Sepanjang fase grup, Edin Dzeko menjadi motor serangan dengan kontribusi enam gol. Tim ini finis di posisi kedua Grup H dengan 17 poin dari delapan pertandingan, dua poin di bawah Austria yang tampil konsisten.
Meski gagal finis pertama, performa mereka cukup meyakinkan untuk membuka jalan ke play-off. Yang membedakan tim ini dari kampanye sebelumnya adalah kecepatan dan kreativitas di lini sayap. Dua wajah muda — Esmir Bajraktarevic dan Kerim Alajbegovic — tampil menonjol dengan gol-gol penting dan serangan yang tak henti mengancam pertahanan lawan.
Di semifinal play-off, Bosnia dan Herzegovina menghadapi Wales di Stadion Cardiff City. Pertandingan berjalan ketat dan dramatis. Di ujung waktu normal, sundulan Dzeko yang tinggi menyamakan kedudukan dan memulihkan semangat tim. Setelah 120 menit tanpa pemenang, adu penalti menjadi jalan keluar — dan Bosnia yang keluar sebagai pemenang.
Final melawan Italia di Zenica menjadi klimaks yang sesungguhnya. Stadion dipenuhi puluhan ribu suporter yang menyanyikan lagu-lagu dukungan dengan suara bergetar. Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu, di mana Haris Tabakovic mencetak gol untuk tuan rumah. Saat memasuki adu penalti, Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal mengeksekusi dengan sempurna dari titik putih. Bajraktarevic tampil sebagai pahlawan — dengan tenang mengirim bola melewati Gianluigi Donnarumma menggunakan kaki kiri. Seluruh Bosnia meledak dalam euforia.
Di balik pencapaian dramatis ini ada sosok pelatih Sergej Barbarez, pria 54 tahun yang memiliki latar belakang bermain di Bundesliga bersama Union Berlin, Borussia Dortmund, Hamburg, dan Bayer Leverkusen. Semasa aktif, ia mencetak 17 gol dari 47 penampilan internasional antara 1998 dan 2006. Ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada 2024, ini adalah peran manajerial besar pertamanya di level senior.
Barbarez dikenal sebagai pemikir strategis yang cermat — bahkan di luar lapangan ia adalah pemain poker profesional. Pendekatannya di lapangan mencerminkan karakter itu: formasi 4-4-2 yang menggabungkan pengalaman dengan energi muda, menyerang lewat sayap, dan membangun tim yang tidak mudah goyah di bawah tekanan.
Kapten Edin Dzeko menjadi simbol kesinambungan antara generasi emas 2014 dan skuad saat ini. Mantan striker Manchester City itu sudah menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak bagi timnas, dan dalam turnamen ini ia akan bersaing untuk memperlebar rekor golnya di Piala Dunia. Bersama Dzeko, barisan muda seperti Bajraktarevic dan Alajbegovic siap membuktikan bahwa Bosnia sedang dalam periode kebangkitan baru.
Penampilan perdana Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia pada 2014 di Brasil meninggalkan kesan yang tak mudah dilupakan. Dengan generasi berbakat yang mencakup Miralem Pjanic, Sead Kolasinac, Asmir Begovic, dan Dzeko, mereka tampil dengan penuh keyakinan di bawah arahan Safet Susic. Di babak kualifikasi, kemenangan krusial atas Lituania lewat gol tap-in Vedad Ibisevic memastikan mereka finis di puncak grup.
Di Brasil, perjalanan mereka dimulai di Maracana melawan Argentina. Kekalahan 2-1 itu diwarnai satu momen bersejarah: gol perdana Bosnia di Piala Dunia, dicetak oleh Ibisevic. Kekalahan dari Nigeria di laga berikutnya menutup peluang lolos ke babak 16 besar. Namun mereka menutup turnamen dengan kepala tegak — kemenangan 3-1 atas Iran, yang dipimpin Pjanic dan Dzeko, menjadi momen paling membekas dari keikutsertaan pertama mereka.
Gol penutup dari Avdija Vrsajevic dalam laga itu hingga kini masih dikenang sebagai simbol kebanggaan nasional — penutupan yang indah dari generasi emas yang meletakkan fondasi sepak bola Bosnia di panggung dunia.
Di Piala Dunia 2026, Bosnia dan Herzegovina tergabung dalam grup yang akan menentukan seberapa jauh ambisi baru mereka bisa diwujudkan. Mereka dijadwalkan menghadapi Kanada pada 12 Juni di Toronto, Swiss pada 18 Juni di Los Angeles, dan menutup fase grup melawan tuan rumah Qatar di Seattle pada 24 Juni.
Kanada adalah tim yang bermain di depan publiknya sendiri dan memiliki motivasi ekstra. Swiss dikenal sebagai tim yang terorganisasi dan sulit ditembus. Sementara Qatar, meski tidak diperhitungkan secara teknis, tetap membawa ambisi sebagai tim tuan rumah. Bosnia harus mampu mencuri poin dari minimal dua laga untuk membuka peluang ke babak gugur.
Sejak dibentuk pada 1993 pasca-pecahnya Yugoslavia, perjalanan sepak bola Bosnia adalah kisah tentang membangun identitas dari nol. Mereka pernah kandas di play-off untuk Piala Dunia 2010 melawan Portugal, sebelum akhirnya menembus Brasil 2014 dan kini kembali ke pentas dunia dua belas tahun kemudian. Catatan keseluruhan mereka di Piala Dunia adalah tiga pertandingan, satu kemenangan, dua kekalahan, dan empat gol dicetak.
Dengan Barbarez di bangku pelatih, Dzeko di lini depan, dan generasi muda yang haus pembuktian, Bosnia dan Herzegovina bukan sekadar datang untuk mengisi kuota. Mereka datang untuk membuat dunia mengingat nama mereka sekali lagi.
FAQ
Bagaimana Bosnia dan Herzegovina lolos ke Piala Dunia 2026?
Mereka lolos melalui babak play-off UEFA, mengalahkan Wales di semifinal dan Italia di final, keduanya melalui adu penalti setelah skor imbang.
Siapa pelatih Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026?
Sergej Barbarez, mantan pemain Bundesliga yang ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada 2024. Ini adalah peran manajerial besar pertamanya di level senior.
Di grup mana Bosnia dan Herzegovina berada di Piala Dunia 2026?
Bosnia dan Herzegovina tergabung dalam satu grup bersama Kanada, Swiss, dan Qatar, dengan laga dimulai pada 12 Juni 2026.


Tinggalkan Balasan