BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Untuk urusan penampilan terbanyak, Cafu menjadi nama yang tak terbantahkan. Bek kanan legendaris itu tampil dalam 20 pertandingan Piala Dunia di empat edisi berbeda, menjadi kapten yang mengangkat trofi pada 2002 setelah sebelumnya hanya menjadi pelapis Jorginho di edisi 1994. Total 150 penampilan bersama tim nasional menjadikannya pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Selecao.

Momen paling pahit dalam sejarah Brasil di Piala Dunia bukan terjadi di luar negeri, melainkan di kandang sendiri. Pada 9 Juli 1950, Brasil mengalahkan Swedia 7-1 di Maracanã yang baru diresmikan — kemenangan terbesar mereka di Piala Dunia hingga saat ini. Namun euforia itu berubah menjadi trauma nasional ketika Uruguay membalikkan keadaan di pertandingan penentu dan merampas gelar juara dari tangan tuan rumah. Peristiwa yang dikenang sebagai Maracanazo itu hingga kini masih menghantui ingatan kolektif bangsa Brasil.

Pada 2022 di Qatar, luka lama kembali menganga. Brasil tersingkir di perempat final oleh Kroasia melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Ini adalah kali kedua berturut-turut Selecao terhenti di babak yang sama, setelah 2018 juga kandas di perempat final.

Kini, dengan Ancelotti di pinggir lapangan dan generasi baru pemain berbakat siap unjuk gigi, Brasil datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang untuk memutus penantian 24 tahun yang terasa semakin berat diemban setiap empat tahun sekali.



Follow Widget