BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Brasil bukan sekadar peserta Piala Dunia — mereka adalah konstanta abadi turnamen paling bergengsi di muka bumi. Untuk ke-23 kalinya, Selecao akan melangkah ke panggung Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tak ada tim lain di dunia yang bisa mengklaim prestasi ini: lolos di setiap edisi sejak turnamen pertama pada 1930 hingga hari ini.

Yang membuat gelaran 2026 terasa istimewa bukan hanya soal rekor keikutsertaan. Brasil datang dengan obsesi yang sudah mengendap selama 24 tahun — mengejar gelar juara dunia keenam yang terakhir kali diraih di Korea/Jepang pada 2002. Kebetulan yang terasa seperti takdir: dua puluh empat tahun adalah jeda terpanjang Brasil antara dua gelar juara, persis seperti rentang kering dari 1970 hingga 1994, yang berakhir di tanah Amerika Serikat. Kini sejarah seolah menyusun ulang dirinya sendiri.

Di kursi pelatih, duduk seorang sosok yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah sepak bola Brasil: Carlo Ancelotti, pria Italia berusia 66 tahun yang mengambil alih kendali setelah meninggalkan Real Madrid pada penghujung musim 2024/25. Ini menjadikannya orang asing pertama yang menangani Selecao di panggung Piala Dunia. “Don Carlo” membawa reputasi yang nyaris tak tertandingi dalam sepak bola klub — empat gelar Liga Champions di tangan — meski memimpin tim nasional adalah pengalaman pertamanya di level ini.

Menariknya, Ancelotti punya kenangan tersendiri dengan Brasil di Piala Dunia. Tiga dekade lalu, ia berdiri di sisi lapangan sebagai asisten Arrigo Sacchi ketika Italia akhirnya takluk dari Brasil dalam drama adu penalti di final Piala Dunia 1994. Kini, ia berdiri di sisi yang berbeda.

Di fase grup Piala Dunia 2026, Brasil dijadwalkan menghadapi tiga lawan yang cukup beragam. Pada 13 Juni, mereka membuka laga melawan Maroko di New York New Jersey Stadium — sebuah ujian awal yang tidak ringan mengingat performa Singa Atlas yang memukau pada 2022. Kemudian pada 19 Juni, giliran Haiti menjadi lawan di Philadelphia, sebelum menutup fase grup menghadapi Skotlandia pada 24 Juni di Miami Stadium.

Jalan menuju Piala Dunia 2026 sendiri tidak semulus yang dibayangkan publik. Dalam kualifikasi zona CONMEBOL yang mempertemukan seluruh 10 anggota konfederasi dalam format round-robin, Brasil finis di posisi kelima. Cukup untuk meraih tiket lolos langsung, tetapi jelas bukan penampilan yang memuaskan ekspektasi bangsa berpenduduk 200 juta jiwa yang terbiasa mendominasi kualifikasi Amerika Selatan.

Berbicara soal sejarah, catatan Brasil di Piala Dunia adalah dokumen yang sulit ditandingi negara mana pun. Dalam 114 pertandingan yang telah dimainkan, Selecao meraih 76 kemenangan, 19 hasil imbang, dan hanya 19 kekalahan, dengan 237 gol dicetak dan 108 kemasukan. Lima trofi juara terkumpul dari edisi 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.

Piala Dunia 1970 di Meksiko kerap disebut sebagai puncak peradaban sepak bola Brasil. Tim yang dipenuhi nama-nama besar — Pelé, Jairzinho, Tostão, dan Rivellino — memenangkan setiap pertandingan dan mengakhiri turnamen dengan kemenangan 4-1 atas Italia di final Azteca. Kemenangan itu sekaligus menjadi momen terakhir Trofi Jules Rimet diangkat sebelum pensiun permanen, karena Brasil berhak menyimpannya setelah menjuarai turnamen untuk ketiga kalinya.

Kisah Brasil di Piala Dunia bermula dari Uruguay 1930 ketika Selecao menjadi salah satu dari tujuh tim Amerika Selatan yang hadir di turnamen perdana tersebut. Debut tidak berjalan mulus — mereka tersingkir setelah kalah dari Yugoslavia. Namun penyerang mereka, Preguinho, mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pencetak gol debut Brasil di Piala Dunia.

Dalam urusan gol, tidak ada yang melampaui Ronaldo Nazario dalam seragam kuning-hijau di panggung Piala Dunia. Dengan 15 gol dari tiga edisi (1998, 2002, 2006), ia menjadi pencetak gol terbanyak Brasil sepanjang masa di turnamen ini. Dua gol paling ikoniknya lahir di final 2002, saat ia menghancurkan Jerman 2-0 di Yokohama. Rekor itu bertahan selama delapan tahun hingga Miroslav Klose memecahkannya — ironisnya, justru saat melawan Brasil di Piala Dunia 2014.

Untuk urusan penampilan terbanyak, Cafu menjadi nama yang tak terbantahkan. Bek kanan legendaris itu tampil dalam 20 pertandingan Piala Dunia di empat edisi berbeda, menjadi kapten yang mengangkat trofi pada 2002 setelah sebelumnya hanya menjadi pelapis Jorginho di edisi 1994. Total 150 penampilan bersama tim nasional menjadikannya pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah Selecao.

Momen paling pahit dalam sejarah Brasil di Piala Dunia bukan terjadi di luar negeri, melainkan di kandang sendiri. Pada 9 Juli 1950, Brasil mengalahkan Swedia 7-1 di Maracanã yang baru diresmikan — kemenangan terbesar mereka di Piala Dunia hingga saat ini. Namun euforia itu berubah menjadi trauma nasional ketika Uruguay membalikkan keadaan di pertandingan penentu dan merampas gelar juara dari tangan tuan rumah. Peristiwa yang dikenang sebagai Maracanazo itu hingga kini masih menghantui ingatan kolektif bangsa Brasil.

Pada 2022 di Qatar, luka lama kembali menganga. Brasil tersingkir di perempat final oleh Kroasia melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal dan perpanjangan waktu. Ini adalah kali kedua berturut-turut Selecao terhenti di babak yang sama, setelah 2018 juga kandas di perempat final.

Kini, dengan Ancelotti di pinggir lapangan dan generasi baru pemain berbakat siap unjuk gigi, Brasil datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang untuk memutus penantian 24 tahun yang terasa semakin berat diemban setiap empat tahun sekali.

FAQ

Apakah Brasil pernah gagal lolos ke Piala Dunia FIFA? Tidak pernah. Brasil adalah satu-satunya negara di dunia yang tampil di setiap edisi Piala Dunia FIFA sejak turnamen pertama pada 1930. Di Piala Dunia 2026, mereka akan membuat penampilan ke-23 berturut-turut.

Siapa pelatih Brasil di Piala Dunia 2026? Carlo Ancelotti, pelatih asal Italia yang sebelumnya menangani Real Madrid. Ia menjadi orang asing pertama yang memimpin Brasil di Piala Dunia FIFA.

Di grup mana Brasil bermain di Piala Dunia 2026? Brasil berada di satu grup bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Laga pertama mereka dijadwalkan pada 13 Juni 2026 melawan Maroko di New York New Jersey Stadium.



Follow Widget