Namun Brasil tidak tinggal diam. Sebelas menit berselang, di menit ke-32, giliran Vinicius Jr yang bicara. Penyerang Real Madrid itu menerima umpan dari Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti—posisi yang secara sepintas terlihat tidak terlalu mengancam, terlalu lebar, terlalu jauh dari sudut ideal.
Tapi Vinicius bukan pemain biasa. Ia memotong ke tengah dengan satu gerakan cepat yang mengecoh bek Maroko, lalu melepaskan tembakan keras kaki kanannya. Bola melesat deras, merobek sudut gawang sebelum Yassine Bounou sempat bereaksi. Skor berubah menjadi 1-1, dan stadion seketika bergolak.
Babak pertama berlangsung dengan intensitas tinggi. Lucas Paqueta mencoba menyumbangkan gol keduanya lewat penyelesaian akrobatik menjelang turun minum, namun Bounou tampil cemerlang—melompat ke sisi kiri untuk menepis bola tepat waktu. Kiper veteran Maroko itu membuktikan mengapa ia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di Afrika.
Babak kedua tak kalah seru. Maroko mencoba merebut kembali keunggulan. Alisson kali ini yang menjadi pahlawan Brasil. Pada masa tambahan waktu, kiper Liverpool itu menjatuhkan diri dengan sigap untuk menepis tembakan jarak jauh Neil El Aynaoui. Belum selesai, ia langsung bereaksi cepat mengamankan bola rebound dari Ayoube Amaimouni yang mencoba memanfaatkan situasi.
Di sisi lain, Bounou pun kembali beraksi di babak kedua. Ia memadamkan peluang emas Raphinha yang menerima umpan tarik dari Vinicius dan bersiap melepaskan tembakan berbahaya. Kepawaian dua kiper ini membuat skor tidak bergerak hingga peluit panjang dibunyikan.


Tinggalkan Balasan