MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Untuk pertama kali dalam karier internasionalnya, Vinicius Jr mencetak gol namun Brasil tetap pulang tanpa kemenangan. Itulah realita pahit yang harus diterima Selecao setelah bermain imbang 1-1 melawan Maroko dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, East Rutherford, Jumat malam waktu setempat.
Laga yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia ini menjadi tontonan yang memanjakan mata. Di satu sisi, Brasil dengan tradisi juara lima kali dunia. Di sisi lain, Maroko—negara Afrika pertama yang menembus semifinal Piala Dunia Qatar 2022.
Maroko tampil sebagai kejutan sejak menit-menit awal. Brahim Diaz, gelandang berbakat yang kini jadi andalan Les Lions de l’Atlas, membuka serangan dengan umpan terobosan yang terukur dan tak terduga. Bola meluncur sempurna ke jalur lari Ismael Saibari, yang tanpa ragu berlari masuk ke kotak penalti Brasil.
Saibari tak membuang kesempatan itu. Ia mengangkat bola dengan tenang melewati Alisson yang nekat keluar dari sarangnya. Gol. Maroko unggul di menit ke-21 di hadapan penonton yang memenuhi setiap sudut stadion.
Keunggulan itu sempat membuat Brasil terlihat gamang. Selecao, yang biasanya mendominasi jalannya permainan, kali ini tampak kerepotan mengurai pertahanan rapat Maroko yang terorganisir dengan baik sejak masa pelatih Walid Regragui.
Namun Brasil tidak tinggal diam. Sebelas menit berselang, di menit ke-32, giliran Vinicius Jr yang bicara. Penyerang Real Madrid itu menerima umpan dari Bruno Guimaraes di sisi kiri kotak penalti—posisi yang secara sepintas terlihat tidak terlalu mengancam, terlalu lebar, terlalu jauh dari sudut ideal.
Tapi Vinicius bukan pemain biasa. Ia memotong ke tengah dengan satu gerakan cepat yang mengecoh bek Maroko, lalu melepaskan tembakan keras kaki kanannya. Bola melesat deras, merobek sudut gawang sebelum Yassine Bounou sempat bereaksi. Skor berubah menjadi 1-1, dan stadion seketika bergolak.
Babak pertama berlangsung dengan intensitas tinggi. Lucas Paqueta mencoba menyumbangkan gol keduanya lewat penyelesaian akrobatik menjelang turun minum, namun Bounou tampil cemerlang—melompat ke sisi kiri untuk menepis bola tepat waktu. Kiper veteran Maroko itu membuktikan mengapa ia menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di Afrika.
Babak kedua tak kalah seru. Maroko mencoba merebut kembali keunggulan. Alisson kali ini yang menjadi pahlawan Brasil. Pada masa tambahan waktu, kiper Liverpool itu menjatuhkan diri dengan sigap untuk menepis tembakan jarak jauh Neil El Aynaoui. Belum selesai, ia langsung bereaksi cepat mengamankan bola rebound dari Ayoube Amaimouni yang mencoba memanfaatkan situasi.
Di sisi lain, Bounou pun kembali beraksi di babak kedua. Ia memadamkan peluang emas Raphinha yang menerima umpan tarik dari Vinicius dan bersiap melepaskan tembakan berbahaya. Kepawaian dua kiper ini membuat skor tidak bergerak hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil imbang ini menempatkan Brasil dan Maroko masing-masing dengan satu poin di Grup C. Kejutan datang dari Skotlandia yang memimpin puncak klasemen dengan tiga poin setelah menekuk Haiti 1-0. Bagi Brasil, kondisi ini menjadi peringatan dini bahwa perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tidak akan semudah yang dibayangkan.
Yang lebih menarik perhatian adalah catatan statistik soal Vinicius Jr. Dari delapan laga sebelumnya saat ia mencetak gol untuk Brasil, Selecao selalu pulang dengan kemenangan. Pertandingan di New Jersey malam itu memutus rekor tersebut untuk pertama kalinya—sebuah kebetulan yang terasa seperti pertanda bahwa turnamen ini akan penuh kejutan.
Vinicius dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan, sebuah penghargaan yang terasa agak ironis mengingat timnya gagal meraih tiga poin. Namun tak ada yang bisa menyangkal: golnya malam itu adalah salah satu momen paling indah yang disuguhkan Grup C di hari pembuka.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya. Brasil harus segera bangkit dan memastikan kemenangan jika tidak ingin tersisih lebih awal. Maroko, di sisi lain, sudah membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa diremehkan siapa pun di panggung Piala Dunia.
FAQ
Siapa yang mencetak gol untuk Brasil dan Maroko dalam laga Piala Dunia 2026 ini?
Ismael Saibari mencetak gol pembuka untuk Maroko di menit ke-21, sementara Vinicius Jr menyamakan kedudukan untuk Brasil di menit ke-32.
Apa arti hasil imbang ini bagi klasemen Grup C Piala Dunia 2026?
Brasil dan Maroko masing-masing mengumpulkan satu poin dan berada di posisi dua dan tiga klasemen Grup C. Skotlandia memimpin dengan tiga poin setelah mengalahkan Haiti.
Apakah Vinicius Jr pernah mencetak gol untuk Brasil sebelumnya tanpa tim menang?
Tidak pernah. Laga melawan Maroko ini adalah pertama kalinya Vinicius Jr mencetak gol untuk Brasil namun timnya gagal meraih kemenangan. Dari delapan gol sebelumnya, Brasil selalu menang.


Tinggalkan Balasan