BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pelatih Sebastien Migne membangun timnya di atas fondasi pertahanan yang kokoh dan mentalitas yang tidak mudah menyerah. Mereka kalah tipis dari Skotlandia bukan karena kelemahan, melainkan karena satu gol John McGinn yang membedakan. Sepanjang laga, Haiti menyerang dengan berani dan hampir setara.

Brasil diperkirakan akan mengubah formasi dari 4-4-2 menjadi 4-3-3. Perubahan ini dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak tekanan ke depan dan memaksimalkan potensi sayap yang dimiliki skuad Ancelotti. Raphinha akan mengisi posisi winger kanan, Vinicius Junior di kiri, sementara Matheus Cunha — yang baru masuk di menit ke-61 saat melawan Maroko — kini dipercaya memimpin lini serang dari awal.

Vinicius Junior menjadi sorotan utama. Penyerang Real Madrid itu menjadi satu-satunya cahaya terang Brasil di laga perdana: mencetak gol, membuka ruang di situasi kritis, dan menjadi penghubung antarlini bersama Raphinha dan Bruno Guimarães. Namun melawan Haiti, Vinicius harus lebih dari sekadar sesekali bersinar.

Absennya Neymar membuat beban itu semakin berat di pundak Vinicius. Brasil tidak punya kemewahan mengandalkan momen individu. Mereka butuh konsistensi, kegigihan menekan dari menit pertama hingga peluit akhir. Dengan catatan 17 gol dalam tiga laga sebelum menghadapi Haiti, ekspektasi produktivitas lini serang A Selecao sangat tinggi.

Ancelotti juga dihadapkan pada dilema di posisi striker. Apakah ia akan tetap bertahan dengan Igor Thiago, menggunakan Matheus Cunha yang lebih dinamis, atau memasang Endrick — penyerang muda eksplosif yang bisa mengejutkan siapa pun? Keputusan itu akan sangat menentukan ritme permainan Brasil.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026