MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Curacao dan Pantai Gading bersiap beradu strategi dalam laga penentu yang akan menutup babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini digelar di Philadelphia Stadium dan disiarkan langsung oleh TVRI Nasional pada Jumat, 26 Juni 2026, mulai pukul 02.00 WIB.
Bagi Curacao, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Negara Karibia berpenduduk paling sedikit yang pernah tampil di Piala Dunia ini sedang menulis kisah yang sulit dipercaya banyak orang.
Setelah dibungkam Jerman dengan skor telak 7-1 pada laga perdana, tim asuhan Dick Advocaat justru bangkit dan menahan imbang Ekuador tanpa gol akhir pekan lalu. Hasil itu menjadi poin pertama sepanjang sejarah Curacao di pentas Piala Dunia.
Kebangkitan tersebut tak lepas dari penampilan gemilang kiper Eloy Room. Sepanjang 90 menit melawan Ekuador, ia melakukan 15 penyelamatan, menyamai rekor penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia yang sebelumnya dipegang kiper Amerika Serikat, Tim Howard, saat melawan Belgia pada 2014.
Modal poin tersebut membuat asa Curacao tetap menyala. Mereka berpeluang menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah, yakni posisi 81, yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Skenario itu hanya bisa terwujud dengan satu syarat ketat. Curacao wajib mengalahkan Pantai Gading, sembari berharap Ekuador tak mampu mengalahkan Jerman di laga lain pada waktu yang sama.
Jalan menuju keajaiban itu tidak mudah. Catatan tujuh laga terakhir Dick Advocaat dalam delapan bulan ke belakang hanya menyisakan satu kemenangan, yakni saat membekuk Aruba dengan skor 4-0 dalam laga uji coba awal bulan ini.
Tantangan lain datang dari sisi sejarah. Curacao belum pernah sekali pun berhadapan dengan negara asal Afrika sepanjang perjalanan sepak bola mereka, sehingga laga melawan Pantai Gading akan menjadi pengalaman benar-benar baru.
Di sisi seberang, Pantai Gading membawa ambisi besar yang telah lama tertunda. The Elephants berusaha lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya, setelah tiga edisi beruntun selalu terhenti di fase grup, bahkan gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022.
Asuhan Emerse Fae ini sempat tampil meyakinkan dengan kemenangan dramatis atas Ekuador di laga pembuka. Mereka bahkan hampir menambah modal tiga poin saat melawan Jerman akhir pekan lalu, setelah gol kapten Franck Kessie membawa mereka unggul di babak pertama.
Namun keunggulan itu kandas di tangan Deniz Undav. Pemain pengganti asal Jerman ini mencetak dua gol, termasuk gol penentu di menit ke-94, yang membalikkan skor menjadi 2-1 untuk Jerman dan menghentikan rekor empat kemenangan beruntun Pantai Gading.
Meski kalah, posisi Pantai Gading di klasemen tetap aman. Mereka unggul dua poin dari Ekuador dan Curacao, sehingga hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengamankan status runner-up grup berkat keunggulan rekor pertemuan.
Sebagai tim peringkat 31 dunia, Pantai Gading akan menjalani pengalaman pertama menghadapi wakil zona CONCACAF di Piala Dunia. Status sebagai unggulan membuat mereka harus ekstra waspada agar tidak terpeleset melawan tim yang terpaut 50 peringkat di bawahnya.
Soal kesiapan pemain, Curacao masih menanti kepastian kondisi Jurgen Locadia. Penyerang andalan itu ditarik keluar akibat benturan saat melawan Ekuador, dan jika tak bisa tampil, Gervane Kastaneer sudah siap menggantikannya.
Di lini tengah, duo bersaudara Juninho Bacuna dan Leandro Bacuna diprediksi kembali menjadi andalan sejak menit awal. Laga ini sekaligus menjadi penampilan ke-75 Leandro Bacuna, menyamai rekor penampilan terbanyak bersama Eloy Room sebagai pemain dengan caps terbanyak untuk Curacao.
Lini belakang Curacao kemungkinan tetap mengandalkan skema tiga bek sejajar, dengan Armando Obispo, Jurrien Gaari, dan Sherel Floranus. Sementara itu, Livano Comenencia diproyeksikan kembali mengisi pos gelandang tengah, mengungguli Godfried Roemeratoe dan Kevin Felida.
Dari kubu Pantai Gading, kabar kurang menggembirakan datang dari Wilfried Singo yang mengalami cedera hamstring saat melawan Jerman. Untungnya, hasil pemeriksaan medis menyebutkan cederanya tidak terlalu serius.
Sebaliknya, kabar baik datang dari bek tengah AS Roma, Evan N’Dicka. Ia sudah kembali berlatih setelah absen di dua laga awal karena cedera paha, meski statusnya sebagai starter belum dipastikan.
Duet Emmanuel Agbadou dan Odilon Kossounou kemungkinan masih dipertahankan di jantung pertahanan. Guela Doue menjadi kandidat terkuat untuk mengisi pos bek kanan yang ditinggalkan Singo.
Susunan pemain Emerse Fae di lini depan diprediksi tidak banyak berubah. Yan Diomande dan Amad Diallo akan kembali menyokong pergerakan penyerang Inter Milan, Ange-Yoan Bonny.
Performa magis Eloy Room saat menahan Ekuador memang patut diapresiasi. Namun mengulang pencapaian tersebut akan jauh lebih berat menghadapi lini serang Pantai Gading yang dikenal agresif dan jarang gagal mencetak gol di pentas besar.
Catatan statistik mendukung dominasi Pantai Gading di lini depan. Mereka tercatat mencetak gol dalam 91 persen laga Piala Dunia yang pernah dijalani, rasio tertinggi di antara negara mana pun yang sudah tampil minimal tiga kali.
Bermodal statistik tersebut, daya gedor The Elephants semestinya cukup untuk membongkar pertahanan Curacao. Kemenangan atas wakil Karibia ini akan menjadi kunci bagi Pantai Gading untuk mengunci tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Laga di Philadelphia Stadium ini akan dipimpin oleh wasit asal Swedia, Glenn Nyberg. Bursa taruhan menempatkan peluang kemenangan Pantai Gading lebih besar dengan perbandingan 55-45 atas Curacao.
FAQ
Kapan laga Curacao vs Pantai Gading digelar dan di mana bisa disaksikan?
Pertandingan berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026, mulai pukul 02.00 WIB di Philadelphia Stadium, dan disiarkan langsung melalui TVRI Nasional.
Apa syarat Curacao agar bisa lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026?
Curacao wajib menang melawan Pantai Gading sekaligus berharap Ekuador tidak mengalahkan Jerman pada laga lain di waktu yang sama.
Bagaimana posisi Pantai Gading di klasemen Grup E menjelang laga terakhir?
Pantai Gading unggul dua poin dari Ekuador dan Curacao, sehingga hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos sebagai runner-up grup berkat keunggulan rekor pertemuan.


Tinggalkan Balasan