Di balik transformasi ini, terdapat komitmen finansial yang tidak kecil. HGI disebut telah mengalokasikan dana hingga Rp10 miliar untuk membangun ekosistem domino nasional secara berkelanjutan—bukan sekadar membiayai satu gelaran. Sebagai buktinya, PORDI telah menyiapkan delapan seri turnamen nasional sepanjang 2026, dengan Surabaya sebagai kota pembuka rangkaian panjang tersebut.
“Surabaya ini baru awal. Kita akan keliling ke kota-kota lain di seluruh Indonesia,” kata Andi Jamaro.
Apa yang berlangsung di Grand City Convention Hall akhir pekan ini bisa jadi merupakan titik balik perjalanan domino di Indonesia. Dengan ekosistem yang mulai matang, dukungan pemerintah yang konkret, dan pendanaan yang serius, domino berpotensi berdiri sejajar dengan olahraga intelektual lain yang telah lebih dulu mendapat pengakuan luas—baik di tingkat nasional maupun panggung dunia.


Tinggalkan Balasan