Cannavaro langsung dihadapkan pada kenyataan pahit. Dalam dua laga uji coba terakhir, Uzbekistan kalah 0-2 dari Kanada dan 1-2 dari Belanda di New York. Hasil minor itu menjadi sinyal waspada yang tidak bisa diabaikan menjelang laga bersejarah kontra Kolombia.
Di sisi lain stadion, Kolombia datang bukan sekadar ingin melewati fase grup. Ini adalah penampilan ketujuh Los Cafeteros di Piala Dunia, dan publik Bogota menginginkan lebih dari sekadar lolos babak penyisihan. Target sesungguhnya adalah melampaui capaian perempat final yang diraih pada edisi 2014 di Brasil.
Kepercayaan diri Kolombia punya landasan yang kuat. Mereka finis ketiga di kualifikasi CONMEBOL, hanya di bawah Brasil dan Argentina. Catatan penyerangan mereka pun hanya kalah produktif dari Argentina — sebuah statistik yang seharusnya membuat Cannavaro kehilangan tidur malam ini.
Setelah sempat absen di Piala Dunia 2022, Kolombia kembali dengan wajah yang lebih matang di bawah kendali pelatih Nestor Lorenzo. Meski sempat terpeleset melawan Kroasia dan Prancis pada Maret lalu, mereka bangkit lewat kemenangan 3-1 atas Kosta Rika dan menghantam Yordania 2-0 dalam pemanasan terakhir.
Dari sisi taktis, Cannavaro kemungkinan mengandalkan formasi 3-4-2-1 dengan bek tengah Manchester City, Abdukodir Khusanov, sebagai tembok utama pertahanan. Dua nama paling krusial di lini depan adalah Eldor Shomurodov — pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uzbekistan dengan 44 gol — dan Abbosbek Fayzullaev, pemain muda terbaik Asia 2023.


Tinggalkan Balasan