MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Hampir 40 juta rakyat Uzbekistan akan menyaksikan momen yang selama puluhan tahun hanya ada dalam mimpi — debut tim nasional mereka di Piala Dunia. Namun jalan menuju panggung bersejarah itu langsung dihadang oleh salah satu skuad paling berbahaya di Amerika Latin.
Duel pembuka Grup K antara Uzbekistan dan Kolombia digelar di Estadio Azteca, Meksiko, Kamis (18/6/2026) pukul 08.00 WIB. Laga ini bisa disaksikan langsung melalui siaran TVRI Sport, dan menjadi ujian sesungguhnya bagi tim debutan yang baru pertama kali merasakan atmosfer putaran final Piala Dunia senior.
Uzbekistan memerlukan waktu lebih dari tiga dekade sejak merdeka dari Uni Soviet pada 1991 untuk akhirnya menembus turnamen akbar ini. Perjuangan panjang itu tidak sia-sia — Skuad Serigala Putih tampil dominan sepanjang kualifikasi zona AFC, hanya sekali kalah dalam 16 pertandingan menuju Amerika Utara.
Namun pencapaian gemilang itu tidak serta-merta membuat federasi puas. Meski finis runner-up di bawah Iran dan bertengger di peringkat 50 dunia, Uzbekistan memilih mendepak pelatih Timur Kapadze dan mendatangkan nama besar: Fabio Cannavaro, kapten Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia 20 tahun silam.
Cannavaro langsung dihadapkan pada kenyataan pahit. Dalam dua laga uji coba terakhir, Uzbekistan kalah 0-2 dari Kanada dan 1-2 dari Belanda di New York. Hasil minor itu menjadi sinyal waspada yang tidak bisa diabaikan menjelang laga bersejarah kontra Kolombia.
Di sisi lain stadion, Kolombia datang bukan sekadar ingin melewati fase grup. Ini adalah penampilan ketujuh Los Cafeteros di Piala Dunia, dan publik Bogota menginginkan lebih dari sekadar lolos babak penyisihan. Target sesungguhnya adalah melampaui capaian perempat final yang diraih pada edisi 2014 di Brasil.
Kepercayaan diri Kolombia punya landasan yang kuat. Mereka finis ketiga di kualifikasi CONMEBOL, hanya di bawah Brasil dan Argentina. Catatan penyerangan mereka pun hanya kalah produktif dari Argentina — sebuah statistik yang seharusnya membuat Cannavaro kehilangan tidur malam ini.
Setelah sempat absen di Piala Dunia 2022, Kolombia kembali dengan wajah yang lebih matang di bawah kendali pelatih Nestor Lorenzo. Meski sempat terpeleset melawan Kroasia dan Prancis pada Maret lalu, mereka bangkit lewat kemenangan 3-1 atas Kosta Rika dan menghantam Yordania 2-0 dalam pemanasan terakhir.
Dari sisi taktis, Cannavaro kemungkinan mengandalkan formasi 3-4-2-1 dengan bek tengah Manchester City, Abdukodir Khusanov, sebagai tembok utama pertahanan. Dua nama paling krusial di lini depan adalah Eldor Shomurodov — pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uzbekistan dengan 44 gol — dan Abbosbek Fayzullaev, pemain muda terbaik Asia 2023.
Shomurodov menyumbang lima gol dan empat asis selama kualifikasi, sementara Fayzullaev menambahkan empat gol dari lini kedua. Keduanya akan menjadi sumber ancaman utama yang perlu diwaspadai barisan belakang Kolombia.
Kabar buruk datang dari sektor tengah. Gelandang berpengalaman Jaloliddin Masharipov dipastikan absen akibat cedera punggung. Ketiadaan sang jenderal lapangan tengah memaksa Cannavaro memutar strategi untuk menjaga keseimbangan transisi antara pertahanan dan serangan.
Kolombia sendiri dipastikan tampil dengan kekuatan penuh. Luis Diaz yang selama kualifikasi hanya kalah produktif dari Lionel Messi akan menjadi ancaman nomor satu dari sisi kiri. Sang kapten James Rodriguez menyusul dengan tujuh asis — angka tertinggi di CONMEBOL — sebagai pengatur serangan dari sektor tengah.
Nama paling mengejutkan di skuad Kolombia adalah Luis Suarez — bukan Luis Suarez Uruguay, melainkan penyerang muda yang musim lalu membukukan 38 gol bersama Sporting Lisbon. Ia ditunjuk sebagai ujung tombak tunggal dan diharapkan memecah kebuntuan dengan gol pertamanya di level internasional.
Gelandang Jefferson Lerma dan Richard Rios akan menjadi mesin kerja di sektor sentral, dengan Gustavo Puerta sebagai pilihan box-to-box jika situasi menuntut perubahan ritme. Laga ini akan dipimpin wasit Anthony Taylor asal Inggris.
Dari kalkulasi kekuatan, kedalaman skuad Kolombia jauh lebih merata dibanding sang debutan. Namun sepak bola tidak selalu berpihak pada yang lebih diunggulkan — dan Uzbekistan punya satu hal yang tidak dimiliki Kolombia malam ini: beban sejarah yang justru bisa menjadi bahan bakar luar biasa di momen paling bersejarah mereka.
Perkiraan Susunan Pemain
Uzbekistan (3-4-2-1): 12-Abduvohid Nematov; 2-Abdukodir Khusanov, 26-Jakhongir Urozov, 5-Rustamjon Ashurmatov; 4-Farrukh Sayfiev, 7-Otabek Shukurov, 6-Akmal Mozgovoy, 13-Sherzod Nasrulloev; 11-Oston Urunov, 22-Abbosbek Fayzullayev; 14-Eldor Shomurodov
Pelatih: Fabio Cannavaro
Kolombia (4-2-3-1): 12-Camilo Vargas; 2-Daniel Muñoz, 23-Davinson Sánchez, 3-Jhon Lucumí, 17-Johan Mojica; 14-Gustavo Puerta, 16-Jefferson Lerma; 10-James Rodríguez, 11-Jhon Arias, 7-Luis Díaz; 25-Luis Suárez
Pelatih: Nestor Lorenzo
FAQ
Kapan dan di mana pertandingan Uzbekistan vs Kolombia Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung di Estadio Azteca, Meksiko, pada Kamis 18 Juni 2026 mulai pukul 08.00 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran langsung TVRI Sport.
Siapa pelatih Uzbekistan di Piala Dunia 2026?
Uzbekistan kini ditangani Fabio Cannavaro, legenda Italia dan kapten tim yang memenangkan Piala Dunia 2006. Ia menggantikan Timur Kapadze menjelang turnamen.
Siapa pemain kunci Kolombia yang perlu diwaspadai dalam laga ini?
Luis Diaz sebagai pemain paling produktif, James Rodriguez sebagai raja asis di kualifikasi CONMEBOL, dan Luis Suarez — penyerang yang mencetak 38 gol bersama Sporting Lisbon musim lalu — menjadi trio paling berbahaya di lini depan Los Cafeteros.


Tinggalkan Balasan