Namun performa itu runtuh total pada pertandingan kedua. Swiss menghancurkan pertahanan Bosnia dengan skor telak 4-1, hasil yang membuat selisih gol skuad asuhan Sergej Barbarez kini berada di angka minus tiga.
Qatar mengalami nasib yang tak kalah pahit. Mereka memetik hasil imbang 1-1 melawan Swiss di laga perdana, sebelum dibekuk Kanada dengan skor mengerikan 6-0 pada matchday kedua.
Kekalahan itu menjadi salah satu hasil terburuk yang pernah dialami Qatar di pentas Piala Dunia. Pertandingan tersebut bahkan berakhir dengan sembilan pemain di lapangan setelah dua kartu merah dijatuhkan kepada Assim Madibo dan Homam El Amin, membuat lini belakang Qatar benar-benar kolaps di babak kedua.
Catatan statistik turut menggambarkan betapa rapuhnya pertahanan Qatar sepanjang turnamen. Tim asuhan Julen Lopetegui tercatat sebagai pemilik angka expected goals against tertinggi di antara seluruh kontestan, sekaligus kebobolan jumlah tembakan terbanyak dari lawan-lawannya.
Situasi ini menempatkan Qatar di dasar klasemen Grup B dengan selisih gol minus enam, jauh lebih buruk dibanding Bosnia. Praktis, kemenangan menjadi satu-satunya jalan bagi Qatar untuk tetap menyimpan asa lolos ke babak 32 besar.


Tinggalkan Balasan