BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Grup C Piala Dunia 2026 kini menjadi salah satu grup paling menegangkan untuk diikuti. Setelah dua pekan pertandingan, hanya satu tim yang sudah pasti angkat koper, sementara tiga tim lainnya masih saling kunci dalam perebutan tiket ke babak 32 besar.

Babak kedua penyisihan grup yang berlangsung Jumat (19/6/2026) waktu setempat, atau Sabtu pagi (20/6/2026) WIB, menghadirkan dua hasil yang mengubah total wajah persaingan. Maroko menundukkan Skotlandia dengan skor tipis 1-0, sementara Brasil membungkam Haiti dengan kemenangan telak 3-0.

Gol kemenangan Maroko lahir cepat dari kaki Ismael Saibari, hasil yang sekaligus membuktikan Singa Atlas bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata di turnamen kali ini. Sebelumnya mereka juga sukses menahan Brasil tanpa gol, modal mental yang kini terbayar dengan tiga poin penuh.

Kemenangan tersebut mengangkat Maroko ke posisi kedua klasemen dengan empat poin, persis menyamai raihan Brasil di puncak. Skuad besutan Carlo Ancelotti hanya unggul tipis dalam selisih gol, yakni plus tiga berbanding plus satu milik Maroko.

Di sisi lain meja klasemen, nasib Haiti sudah berakhir lebih cepat. Dua kekalahan beruntun tanpa raihan poin membuat mereka resmi tersingkir, terlepas dari hasil pertandingan terakhir nanti.

Skotlandia kini berada di posisi ketiga dengan tiga poin, namun bukan berarti peluang mereka habis. Justru pertandingan terakhir grup pada 24 Juni mendatang bakal menjadi penentu nasib seluruh empat tim, dengan skenario yang jauh lebih rumit dari yang terlihat di atas kertas.

Brasil akan berhadapan dengan Skotlandia, sementara Maroko ditantang Haiti yang sudah tak punya beban apa-apa lagi. Dua laga ini berjalan bersamaan dan saling mempengaruhi hasil akhir klasemen Grup C.

Bagi Brasil, kalkulasinya cukup sederhana namun tetap memerlukan kewaspadaan. Kemenangan atas Skotlandia akan otomatis mengunci status juara grup tanpa perlu menunggu hasil laga lain.

Bahkan hasil imbang pun masih bisa cukup untuk membawa mereka lolos ke fase gugur, asalkan Maroko tidak meraih kemenangan meyakinkan atas Haiti. Selisih gol yang sudah dikantongi Tim Samba sejak kemenangan atas Haiti menjadi bekal berharga jika skenario rumit benar-benar terjadi.

Maroko sendiri berada dalam posisi yang tidak kalah menguntungkan. Menghadapi Haiti yang motivasinya sudah jauh berkurang akibat kepastian tersingkir, Singa Atlas punya peluang besar memetik tiga poin tambahan.

Skenario paling menarik akan muncul jika Maroko menang sementara Brasil gagal mengatasi Skotlandia. Dalam situasi tersebut, Maroko bisa saja menyalip dan finis sebagai juara Grup C, menggeser Brasil ke posisi runner-up.

Sementara itu, tekanan paling berat justru tertuju pada Skotlandia. Kekalahan dari Maroko membuat mereka kehilangan kendali penuh atas nasib sendiri di laga pamungkas.

Skenario terbaik bagi Skotlandia adalah mengalahkan Brasil. Kemenangan tersebut akan mengantarkan mereka ke angka enam poin, jumlah yang hampir pasti meloloskan mereka langsung ke babak 32 besar tanpa harus menunggu hasil grup lain.

Namun jika laga melawan Brasil berakhir imbang, Skotlandia akan mengakhiri fase grup dengan empat poin. Angka tersebut tetap membuka peluang lolos, meski mereka harus berharap Maroko tidak menang besar atas Haiti agar persaingan selisih gol tidak semakin memberatkan posisi mereka.

Skenario terburuk tentu saja kekalahan. Jika itu terjadi, Skotlandia akan tertahan di tiga poin, sama seperti perolehan mereka saat ini, dan harus bergantung penuh pada perbandingan dengan tim peringkat ketiga dari grup-grup lain.

Untungnya bagi Skotlandia, format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara memberi ruang harapan tambahan dibanding edisi-edisi sebelumnya. Selain dua tim teratas tiap grup yang otomatis lolos, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh penyisihan grup juga berhak melangkah ke babak 32 besar.

Artinya, finis di posisi ketiga bukan lagi akhir dari segalanya bagi Skotlandia. Mereka masih punya jalur kedua untuk terus bertahan di turnamen, asalkan catatan poin dan selisih gol mereka cukup kompetitif dibandingkan tim-tim peringkat ketiga lainnya.

Secara historis, koleksi tiga hingga empat poin kerap terbukti cukup bersaing dalam perebutan delapan slot tersebut, terutama bila ditopang selisih gol yang tidak terlalu minus. Skotlandia sendiri saat ini mengantongi selisih gol nol, sebuah modal yang relatif aman dibandingkan banyak kandidat peringkat ketiga dari grup lain.

Hanya saja, hasil melawan Brasil akan menjadi penentu mutlak. Kekalahan dengan selisih gol besar bisa merusak signifikan catatan mereka, sementara hasil imbang atau bahkan kemenangan akan melambungkan peluang lolos secara drastis.

Pada akhirnya, Grup C menyajikan pertarungan multi-level yang layak ditunggu hingga menit terakhir. Brasil dan Maroko sama-sama mengincar status juara grup sekaligus tiket otomatis ke fase gugur, sementara Skotlandia berjuang lewat dua jalur sekaligus, baik posisi dua besar maupun slot peringkat ketiga terbaik.

Semua jawaban dari teka-teki klasemen ini baru akan terkuak tuntas saat laga pamungkas digelar serentak pada 24 Juni mendatang waktu setempat. Hingga saat itu, setiap tim di Grup C masih memiliki alasan kuat untuk tetap percaya pada peluang lolosnya.

FAQ

Tim mana saja yang sudah pasti tersingkir dari Grup C Piala Dunia 2026?

Haiti sudah dipastikan tersingkir setelah mengalami dua kekalahan beruntun tanpa mengumpulkan satu poin pun dari dua pertandingan yang telah dijalani.

Apa skenario yang membuat Maroko bisa menjadi juara Grup C?

Maroko berpeluang finis sebagai juara grup apabila mereka menang atas Haiti pada laga terakhir, sementara di waktu yang sama Brasil gagal mengalahkan Skotlandia.

Apakah Skotlandia masih bisa lolos meski finis di posisi ketiga?

Ya, format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 peserta memberi peluang lolos kepada delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup, sehingga Skotlandia tetap punya jalur kedua menuju babak 32 besar.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026