BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

TIJUANA, PUNGGAWANEWS – Tim nasional Iran memilih jalan memutar sebelum melangkah ke panggung Piala Dunia 2026. Mereka tidak akan berlatih di tanah Amerika Serikat — negara yang justru menjadi tuan rumah turnamen terbesar sepak bola dunia — melainkan memilih Tijuana, Meksiko, sebagai basis persiapan mereka.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. FIFA telah memberikan lampu hijau atas permintaan Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) untuk merelokasi kamp latihan dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, kota perbatasan di ujung utara Meksiko. Presiden FFIRI, Mehdi Taj, membenarkan hal itu setelah serangkaian pembicaraan intensif bersama FIFA dan Komite Penyelenggara Piala Dunia.

“Permintaan kami untuk memindahkan base camp dari Amerika Serikat ke Meksiko telah disetujui,” ujar Taj, seperti dikutip dari pernyataan resmi federasi.

Di balik keputusan itu, ada kekhawatiran nyata yang tidak bisa diabaikan. Beberapa pemain dan ofisial Iran memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) — organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Amerika Serikat dan Kanada. Konsekuensinya, mereka berpotensi menghadapi penolakan visa atau hambatan di perbatasan jika harus menetap lama di wilayah AS.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang memanas sejak Februari lalu semakin memperumit situasi. Dengan memilih Meksiko sebagai markas latihan, tim Persia ini berharap bisa bersiap tanpa gangguan diplomatik yang sewaktu-waktu bisa mengguncang konsentrasi skuat.

Meski demikian, Iran tetap wajib menapakkan kaki di bumi Amerika. Tiga pertandingan grup mereka seluruhnya berlangsung di Negeri Paman Sam. Pada 15 Juni, mereka dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles. Enam hari berselang, 21 Juni, giliran Belgia yang menjadi lawan di kota yang sama. Pertandingan terakhir fase grup melawan Mesir akan digelar di Seattle pada 26 Juni.

Artinya, Iran hanya akan memasuki wilayah AS pada saat pertandingan berlangsung, lalu segera kembali ke Tijuana. Sebuah pola pergerakan yang tidak lazim namun sah secara regulasi FIFA.

Langkah ini juga diyakini FFIRI akan membantu tim berkonsentrasi penuh pada aspek teknis dan taktis. Tanpa bayang-bayang tekanan politik yang membayangi, pelatih dan pemain bisa fokus menyiapkan strategi untuk bersaing di salah satu Piala Dunia paling ambisius dalam sejarah — edisi 48 tim yang digelar di tiga negara sekaligus.

Iran bukan pendatang baru di panggung Piala Dunia. Tahun ini, mereka tampil untuk ketujuh kalinya dalam sejarah dan keempat kalinya secara beruntun. Namun statistik sebelumnya belum berpihak pada mereka — Iran belum pernah sekalipun lolos dari fase grup.

Pada edisi terakhir di Qatar 2022, perjalanan mereka berakhir tanpa satu pun kemenangan di fase grup. Mereka tumbang dari Ekuador, Senegal, dan Belanda — meski sempat memberikan perlawanan yang tak mudah dilupakan, terutama dalam laga melawan Wales yang sempat diwarnai kontroversi di luar lapangan.

Kini, dengan Tijuana sebagai pangkalan, Iran mencoba membangun kisah baru. Apakah keputusan memutar via Meksiko ini akan berbuah manis di atas lapangan, jawabannya akan tersaji mulai pertengahan Juni mendatang di Los Angeles.

FAQ

Mengapa Iran memindahkan kamp latihannya ke Meksiko? Iran memindahkan kamp latihan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, karena kekhawatiran soal visa sejumlah pemain dan ofisial yang terkait dengan IRGC, sebuah organisasi yang ditetapkan sebagai terlarang di AS dan Kanada.

Apakah Iran tetap bertanding di Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026? Ya, seluruh pertandingan grup Iran dijadwalkan berlangsung di AS — dua di Los Angeles dan satu di Seattle. Tim hanya akan masuk ke wilayah AS pada hari pertandingan, lalu kembali ke Meksiko.

Bagaimana rekam jejak Iran di Piala Dunia sebelumnya? Iran tampil untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia 2026 dan keempat kalinya berturut-turut. Namun mereka belum pernah lolos dari fase grup, termasuk pada edisi 2022 di Qatar.



Follow Widget