BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Kemalangan itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Mohammed Kudus — salah satu pemain paling berbahaya Ghana — sudah lebih dulu harus absen karena cedera. Dua kehilangan sekaligus itu menjadi ujian awal bagi pelatih Carlos Queiroz sebelum peluit pertama berbunyi.

Ghana sejatinya bukan tim sembarangan. Empat kali juara Piala Afrika, pernah menembus perempat final Piala Dunia 2010, dan lolos ke putaran final kali ini dengan meyakinkan — delapan menang, satu seri, satu kalah di kualifikasi zona Afrika, unggul enam poin atas Madagaskar.

Namun performa pasca-kualifikasi menjadi tanda tanya besar. Sepanjang tujuh laga terakhir, Ghana belum sekali pun menang — enam kalah, satu seri. Mereka dihajar Austria 1-5, takluk dari Jerman 1-2, dan menyerah kepada Meksiko 0-2 dalam laga uji coba. Rentetan hasil itulah yang akhirnya memaksa federasi Ghana mengakhiri era Otto Addo.

Carlos Queiroz masuk dengan rekam jejak panjang. Pelatih asal Portugal berusia 72 tahun itu pernah menangani sembilan tim nasional berbeda, termasuk Portugal, Iran, Afrika Selatan, hingga Kolombia. Piala Dunia 2026 menjadi edisi keduanya secara beruntun setelah memimpin Iran di Qatar 2022. Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu juga pernah menukangi Real Madrid.

Queiroz tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca situasi. Ia tahu skuadnya tidak sempurna, namun ia tetap percaya. “Segalanya mungkin terjadi ketika Anda memiliki amunisi yang luar biasa di tangan Anda,” ujarnya seperti dikutip Reuters.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026