MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Ghana dan Panama bertemu dalam laga bermuatan tinggi pada matchday pertama Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kamis (18/6/2026) pukul 06.00 WIB — sebuah pertandingan yang bagi keduanya bisa berarti segalanya, atau tidak sama sekali.
Di atas kertas, ini bukan duel antara dua raksasa sepak bola dunia. Namun dalam konteks Grup L yang juga dihuni Inggris dan Kroasia, laga Ghana versus Panama justru menjadi salah satu pertandingan paling krusial. Siapa pun yang kalah di sini, peluang mereka melaju ke fase gugur nyaris tertutup sejak dini.
Pertandingan ini akan disiarkan langsung TVRI Nasional dan diprediksi berlangsung ketat. Kedua tim datang dengan ambisi serupa: memulai turnamen dengan tiga poin penuh.
Namun di balik ambisi itu, Ghana menyimpan sejumlah luka yang belum kering. Jelang laga pembuka, tim berjuluk Black Stars harus menelan kabar pahit: Thomas Partey, gelandang andalan mereka, dipastikan absen setelah permohonan visanya untuk memasuki Kanada ditolak. Bukan cedera, bukan larangan bermain — melainkan urusan birokrasi yang mengubah strategi tim di menit-menit akhir.
Kemalangan itu bukan yang pertama. Sebelumnya, Mohammed Kudus — salah satu pemain paling berbahaya Ghana — sudah lebih dulu harus absen karena cedera. Dua kehilangan sekaligus itu menjadi ujian awal bagi pelatih Carlos Queiroz sebelum peluit pertama berbunyi.
Ghana sejatinya bukan tim sembarangan. Empat kali juara Piala Afrika, pernah menembus perempat final Piala Dunia 2010, dan lolos ke putaran final kali ini dengan meyakinkan — delapan menang, satu seri, satu kalah di kualifikasi zona Afrika, unggul enam poin atas Madagaskar.
Namun performa pasca-kualifikasi menjadi tanda tanya besar. Sepanjang tujuh laga terakhir, Ghana belum sekali pun menang — enam kalah, satu seri. Mereka dihajar Austria 1-5, takluk dari Jerman 1-2, dan menyerah kepada Meksiko 0-2 dalam laga uji coba. Rentetan hasil itulah yang akhirnya memaksa federasi Ghana mengakhiri era Otto Addo.
Carlos Queiroz masuk dengan rekam jejak panjang. Pelatih asal Portugal berusia 72 tahun itu pernah menangani sembilan tim nasional berbeda, termasuk Portugal, Iran, Afrika Selatan, hingga Kolombia. Piala Dunia 2026 menjadi edisi keduanya secara beruntun setelah memimpin Iran di Qatar 2022. Mantan asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United itu juga pernah menukangi Real Madrid.
Queiroz tidak membutuhkan waktu lama untuk membaca situasi. Ia tahu skuadnya tidak sempurna, namun ia tetap percaya. “Segalanya mungkin terjadi ketika Anda memiliki amunisi yang luar biasa di tangan Anda,” ujarnya seperti dikutip Reuters.
Amunisi yang dimaksud Queiroz berpusat pada dua nama: Jordan Ayew dan Antoine Semenyo. Ayew, sang kapten, mencetak tujuh gol selama kualifikasi dan menjadi pemimpin di dalam maupun luar lapangan. Semenyo tampil luar biasa di level klub musim ini dengan 11 gol di semua kompetisi, termasuk gol penentu kemenangan dalam final Piala FA melawan Chelsea. Ernest Nuamah diperkirakan melengkapi lini serang dari sektor sayap.
Jika Ghana datang dengan cerita tentang kebangkitan yang tertunda, Panama hadir dengan semangat membuktikan diri. Ini baru penampilan kedua mereka di Piala Dunia sepanjang sejarah, dan mereka bertekad tidak mengulang mimpi buruk 2018 — ketika Los Canaleros menjadi juru kunci grup setelah kalah dari Inggris, Belgia, dan Tunisia tanpa sekali pun menang.
Di bawah arahan pelatih asal Denmark, Thomas Christiansen, Panama mengalami transformasi luar biasa sejak 2020. Peringkat FIFA mereka melonjak dari posisi 81 ke posisi 34 dunia — sebuah lompatan yang berbicara tentang keseriusan program jangka panjang. Mereka juga mencatat prestasi impresif sebagai runner-up CONCACAF Nations League 2025 setelah menyingkirkan Amerika Serikat di semifinal.
Panama memang sempat digebuk Brasil 2-6 di Stadion Maracanã pada akhir Mei lalu. Namun yang menarik perhatian adalah bagaimana mereka tetap mampu menyulitkan Selecao dalam beberapa fase permainan — sesuatu yang tidak bisa dilakukan semua tim.
Senjata utama Christiansen adalah Ismael Diaz, top-scorer Gold Cup 2025 yang tajam dan berbahaya di depan gawang. Di lini tengah, kehadiran Adalberto Carrasquilla — yang sempat absen karena cedera namun kini sudah kembali berlatih — bisa menjadi opsi menarik dari bangku cadangan. Sementara Anibal Godoy, gelandang berpengalaman berusia 36 tahun, berpeluang mencatatkan penampilan internasional ke-156-nya dan menjadi jangkar di lini tengah.
Diaz menegaskan mental Panama yang tidak mau kalah sebelum bertanding. “Kami tidak takut kepada siapa pun. Tim mana pun yang menghadapi kami, kami ingin bersaing dengan mereka,” kata Diaz seperti dilansir Reuters.
Wasit asal Swedia, Glenn Nyberg, akan memimpin laga ini. Secara statistik, peluang kemenangan dinilai 55-45 untuk Ghana — tipis, namun cukup mencerminkan kenyataan bahwa tidak ada favorit sejati dalam duel ini.
Yang pasti, tiga poin di laga pertama bukan sekadar angka. Di Grup L yang dipenuhi tim besar, Ghana maupun Panama tahu betul: kalah hari ini berarti memasuki dua laga berikutnya dengan tembok di punggung mereka.
Perkiraan Susunan Pemain
Gana (4-2-3-1): 1-Lawrence Ati-Zigi; 26-Marvin Senaya, 4-Jonas Adjetey, 18-Jerome Opoku, 14-Gideon Mensah; 15-Elisha Owusu, 3-Caleb Yirenkyi; 24-Ernest Nuamah, 20-Augustine Boakye, 11-Antoine Semenyo; 9-Jordan Ayew
Cadangan: 16-Benjamin Asare, 12-Joseph Anang, 2-Alidu Seidu, 23-Derrick Luckassen, 6-Abdul Mumin, 7-Abdul Fatawu Issahaku, 8-Kwasi Sibo, 22-Kamaldeen Sulemana, 13-Christopher Bonsu Baah, 17-Baba Rahman, 21-Kojo Oppong Peprah, 10-Brandon Thomas-Asante, 25-Prince Kwabena Adu, 19-Inaki Williams
Pelatih: Carlos Queiroz
Panama (3-4-3): 22-Orlando Mosquera; 13-Jiovany Ramos, 3-Jose Cordoba, 16-Andres Andrade; 23-Amir Murillo, 20-Anibal Godoy, 14-Carlos Harvey, 15-Eric Davis; 7-Jose Luis Rodriguez, 10-Ismael Diaz, 17-Jose Fajardo
Cadangan: 1-Luis Mejia, 12-Cesar Samudio, 26-Jorge Gutierrez, 8-Adalberto Carrasquilla, 6-Cristian Martinez, 18-Cecilio Waterman, 4-Fidel Escobar, 5-Edgardo Farina, 25-Roderick Miller, 21-Cesar Yanis, 11-Yoel Barcenas, 19-Alberto Quintero, 24-Azarias Londono, 9-Tomas Rodriguez, 2-Cesar Blackman
Pelatih: Thomas Christiansen
FAQ
Kapan dan di mana pertandingan Ghana vs Panama Piala Dunia 2026 berlangsung?
Laga Ghana vs Panama dimainkan pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 06.00 WIB di Toronto Stadium, Kanada, sebagai bagian dari matchday pertama Grup L Piala Dunia 2026.
Mengapa Thomas Partey absen dari laga Ghana vs Panama?
Thomas Partey tidak bisa tampil bukan karena cedera, melainkan karena permohonan visanya untuk memasuki Kanada ditolak. Sebelumnya, Ghana juga kehilangan Mohammed Kudus akibat cedera.
Apa target realistis Ghana dan Panama di Piala Dunia 2026?
Keduanya mengincar lolos ke fase gugur — baik sebagai dua tim terbaik grup maupun melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Namun dengan kehadiran Inggris dan Kroasia di Grup L, menang di laga pertama menjadi keharusan bagi Ghana maupun Panama.


Tinggalkan Balasan