BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MIAMI, PUNGGAWASPORT – Bukan penguasaan bola, bukan jumlah tembakan — Arab Saudi membuktikan bahwa karakter dan ketangguhan mental bisa menjadi senjata paling mematikan di Piala Dunia. Di hadapan lebih dari 64 ribu penonton di Miami Stadium, Senin (15/6/2026), Green Falcons menahan Uruguay 1-1 dalam laga Grup H yang penuh tensi dan drama.

Hasil ini bukan sekadar satu poin biasa. Arab Saudi tampil dengan penguasaan bola hanya 33 persen, kalah jauh dari Uruguay yang mendominasi dengan 66 persen. Namun angka-angka itu tak mampu berbicara banyak ketika Mohammed Al Owais berdiri kokoh di bawah mistar.

Kiper berusia 34 tahun itu menjadi tembok terakhir Arab Saudi sepanjang 90 menit. Ia mencatatkan sembilan penyelamatan, angka tertinggi dari seorang penjaga gawang dalam satu laga di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Tanpa Al Owais, kisah malam itu mungkin berakhir sangat berbeda.

Arab Saudi membuka skor lebih dulu lewat momen yang tak terduga. Menit ke-41, situasi sepak pojok Arab Saudi menciptakan kemelut di depan gawang Uruguay. Kiper Fernando Muslera gagal mengamankan bola dengan sempurna, dan bola muntah itu langsung disambar bek tengah Abdulelah Al Amri dari jarak dekat. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Arab Saudi jelang turun minum.

Al Amri yang menjadi pahlawan babak pertama justru harus menerima karma di menit berikutnya. Tiga menit setelah golnya, ia menerima kartu kuning dan memasuki babak kedua dalam status waspada.

Uruguay keluar dengan tekanan lebih besar setelah jeda. Pasukan Marcelo Bielsa terus mengepung pertahanan Arab Saudi dengan 28 tembakan sepanjang laga, 10 di antaranya tepat sasaran. Namun Al Owais seperti tak mengenal kata menyerah.

Perlawanan keras Uruguay akhirnya menemukan celah di menit ke-80. Al Owais sempat menggagalkan sundulan Federico Vinas, tetapi bola rebound jatuh ke kaki Maxi Araujo yang berdiri bebas. Tanpa ragu, Araujo melepas tembakan yang menggetarkan jala untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Arab Saudi berusaha mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang, namun keseimbangan skor tak mampu diubah kembali. Uruguay pun gagal mengonversi dominasi mereka menjadi kemenangan penuh meski menciptakan 14 sepak pojok dibanding hanya 4 milik Arab Saudi.

Laga ini berlangsung di bawah pengawasan wasit asal Italia, Maurizio Mariani. Tercatat hanya satu kartu kuning yang dikeluarkan sepanjang pertandingan, milik Al Amri di menit ke-44. Tidak ada insiden merah atau kontroversi besar yang mewarnai jalannya pertandingan.

Hasil imbang ini turut melengkapi drama tanpa pemenang yang terjadi di seluruh laga Grup H pada hari yang sama. Sebelumnya, Spanyol juga gagal meraih tiga poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Hijau. Artinya, semua tim di Grup H saling berbagi poin di pekan pembuka — persaingan terbuka lebar.

Klasemen sementara Grup H pun menjadi sangat menarik. Arab Saudi dan Uruguay masing-masing mengemas satu poin, setara dengan Spanyol dan Tanjung Hijau. Tidak ada satu pun tim yang mampu mencuri start sempurna, dan pertandingan-pertandingan selanjutnya dipastikan akan semakin menentukan.

Di luar konteks Grup H, hasil ini memiliki makna yang lebih besar bagi sepak bola Asia. Dengan Arab Saudi berhasil menahan Uruguay, konfederasi AFC kini tidak terkalahkan dalam lima pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026 — meraih dua kemenangan dan tiga hasil imbang. Sebuah pencapaian kolektif yang patut diapresiasi.

Tren positif wakil Asia ini menjadi sinyal kuat bahwa kekuatan sepak bola global semakin merata. Tidak ada lagi tim yang bisa dianggap enteng, bahkan oleh kekuatan-kekuatan besar Eropa dan Amerika Latin.

Bagi Arab Saudi sendiri, hasil ini mengulang kenangan manis dari Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika mereka mengejutkan Argentina di fase grup. Semangat dan karakter yang ditunjukkan Green Falcons tampaknya sudah menjadi identitas yang mengakar.

Pertandingan selanjutnya di Grup H akan menjadi ujian sesungguhnya. Arab Saudi dan Uruguay sama-sama butuh kemenangan untuk tetap bersaing di jalur lolos, sementara Spanyol — yang diunggulkan sejak awal — harus segera bangkit dari hasil mengecewakan di laga perdananya.

Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, namun kejutan sudah datang dari berbagai penjuru. Dan Arab Saudi, dengan sepuluh penyelamatan dan satu gol dari situasi bola mati, membuktikan bahwa sepak bola selalu punya cara untuk membuat semua orang terkejut.

FAQ

Apa hasil pertandingan Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026?

Pertandingan berakhir imbang 1-1. Arab Saudi unggul lebih dulu lewat gol Abdulelah Al Amri di menit ke-41, sebelum Maxi Araujo menyamakan kedudukan untuk Uruguay di menit ke-80.

Siapa pemain terbaik Arab Saudi dalam laga melawan Uruguay?

Kiper Mohammed Al Owais tampil luar biasa dengan mencatatkan sembilan penyelamatan, yang merupakan rekor terbanyak oleh seorang penjaga gawang dalam satu pertandingan di Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Bagaimana posisi tim-tim Asia di Piala Dunia 2026 setelah lima pertandingan pertama?

Tim-tim AFC tidak terkalahkan dalam lima laga pertama Piala Dunia 2026, dengan catatan dua kemenangan dan tiga hasil imbang — termasuk hasil imbang Arab Saudi melawan Uruguay.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026