BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

NAGOYA, PUNGGAWASPORT – Lima medali. Itulah hasil yang dibawa pulang Indonesia pada hari pertama Asian Games 2026—sebuah angka yang cukup untuk membuat dada membusung, meski belum cukup untuk membuat lawan-lawan gentar.

Hingga Minggu malam, 20 September 2026, pukul 21.00 WIB, kontingen Merah Putih bertengger di peringkat ke-12 klasemen sementara. Bukan posisi yang buruk, tapi juga bukan posisi yang membuat tetangga-tetangga kita di Asia kehilangan tidur.

Dari lima medali yang berhasil dikumpulkan, satu berwarna perak dan empat berwarna perunggu. Tidak ada emas. Tidak ada kilau keemasan yang bisa dijadikan foto profil kepala dinas olahraga. Tapi setidaknya, ada sesuatu yang bisa dirayakan—meski dengan teh tawar dan rempeyek, bukan sampanye.

Para atlet, tentu saja, sudah berjuang keras. Mereka turun ke arena bukan untuk piknik, melainkan untuk mengharumkan nama bangsa yang kadang lebih sibuk mendebat urusan domestik ketimbang memperhatikan prestasi olahraga. Ironisnya, baru ketika nama Indonesia muncul di papan klasemen internasional, semua orang tiba-tiba jadi pengamat olahraga dadakan.

Asian Games 2026 mempertemukan negara-negara terkuat di benua Asia, dari Tiongkok yang sudah biasa bercokol di puncak, Korea Selatan yang konsisten, hingga Jepang yang selalu tenang namun mematikan di berbagai cabang. Indonesia, dengan segala potensinya, memilih untuk memulai perlahan—sebuah strategi yang terdengar bijak di atas kertas, tapi menegangkan di depan layar televisi.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026