PUNGGAWASPOT, FILIPHINA – Kontingen para balap sepeda Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Para Track Championships 2026 yang berlangsung di Tagaytay City, Filipina, pada 25 hingga 31 Maret 2026. Dalam kejuaraan yang diikuti perwakilan dari sebelas negara Asia tersebut, Indonesia berhasil membawa pulang total sembilan medali.

Sosok paling menonjol dalam tim yang beranggotakan lima atlet ini adalah Muhammad Fadli Imammuddin. Pembalap berusia 41 tahun itu tampil luar biasa dengan mengoleksi empat medali sekaligus, terdiri dari dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Dua medali emas Fadli diraih dari nomor Individual Pursuit (IP) dan 1 Kilometer Time Trial, keduanya di kategori C4 putra. Adapun medali perak disumbangkan dari nomor Scratch Race C4 putra, sedangkan perunggu datang dari nomor Elimination C4 putra.

Kontribusi medali juga datang dari Tifan Abid Alana yang sukses mengumpulkan empat medali. Abid meraih dua perak dari nomor IP C2 putra dan 1 Kilometer Time Trial C2 putra, serta dua perunggu dari nomor Scratch Race dan Elimination di kategori yang sama. Satu medali perunggu lainnya disumbangkan oleh pasangan pembalap tandem Nurfendi dan Mufti Fadilah Salma dari nomor Sprint kategori B putra.

Selain meraih medali, para atlet Indonesia juga berhasil mencatatkan rekor pribadi terbaik mereka. Fadli, misalnya, mencatat waktu 4 menit 48 detik di nomor IP C4 putra jarak 4.000 meter, tiga detik lebih cepat dibandingkan penampilannya di Paralimpiade Paris 2024 lalu.

BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, menyatakan kepuasannya atas performa tim. Menurutnya, kondisi velodrome baru dan iklim Tagaytay City yang mirip dengan Indonesia turut mendukung optimalnya penampilan para atletnya.

“Kami beradaptasi dengan cukup bagus di velodrome baru ini. Iklim di Tagaytay City ini juga hampir sama dengan Indonesia, jadi kami meraih hasil yang optimal. Kami berharap bisa menembus Paralympic Los Angeles 2028 dari poin-poin yang kita kumpulkan ini,” ujar Rizan.

Perjalanan Indonesia untuk mengumpulkan poin kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 masih panjang. Dalam waktu dekat, tim akan mengikuti ajang World Cup road di Italia pada Mei mendatang, dilanjutkan dengan kejuaraan regional Asia di Korea Selatan, sebelum tampil di Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada Oktober 2026.

Fadli sendiri mengakui bahwa persiapannya menjelang kejuaraan kali ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Namun ia mampu memanfaatkan pengalaman dari ASEAN Para Games 2025 sebagai modal tambahan. Kini, capaian empat medali di Filipina justru menjadi penyulut semangat bagi Fadli untuk terus berkembang.

“Pada balapan kali ini sudah memenuhi target pribadi, saya juga bisa personal best. Ini menjadi suatu penyemangat bahwa di umur yang sekarang ini saya masih bisa meningkatkan kemampuan dan lebih baik lagi di kelas favorit saya. Mudah-mudahan saat menjelang Asian Para Games Nagoya saya bisa lebih baik lagi,” kata Fadli.

Usai kembali dari Filipina, seluruh atlet para balap sepeda Indonesia dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Kota Solo guna mempersiapkan diri menghadapi serangkaian kompetisi bergengsi yang menanti hingga akhir tahun ini.