BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Rekam jejak Tuchel memang tidak perlu diragukan. Dari Mainz, ia melangkah ke Borussia Dortmund, lalu Paris Saint-Germain, Chelsea — tempat ia meraih trofi Liga Champions — dan Bayern Munich. Seperti Jurgen Klopp yang lebih dulu dikenal dunia, Tuchel adalah representasi terbaik dari sekolah sepak bola Jerman yang terstruktur, taktis, dan adaptif.

Namun cerita Inggris di Piala Dunia tidak bisa dilepaskan dari satu tahun yang telah menjadi legenda abadi: 1966. Di Wembley, di hadapan lebih dari 96.000 penonton, Inggris mengangkat trofi Jules Rimet untuk satu-satunya kali dalam sejarah mereka.

Di bawah arahan Alf Ramsey, skuad yang dijuluki the wingless wonders itu menampilkan sepak bola yang pragmatis namun mematikan. Formasi 4-3-3 sempit mereka membingungkan lawan demi lawan. Bobby Moore memimpin dari belakang dengan karisma seorang kapten sejati. Bobby Charlton mengalirkan permainan dari tengah. Dan Gordon Banks berdiri kokoh di bawah mistar.

Final melawan Jerman Barat menjadi laga yang tak terlupakan sepanjang masa. Tertinggal, menyamakan, kembali unggul, lalu kembali disamakan — drama yang membuat jantung penonton sedunia berpacu. Geoff Hurst menjawab segalanya dengan dua gol di babak tambahan waktu. Golnya yang ketiga — yang menembus garis gawang setelah membentur mistar, dengan kontroversi yang masih diperdebatkan hingga hari ini — mengukuhkannya sebagai satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick dalam final Piala Dunia, sebuah rekor yang baru disamai Kylian Mbappe 56 tahun kemudian.

Sejak 1966, Inggris beberapa kali mendekati puncak namun selalu gagal di saat-saat krusial. Pada Italia 1990, mereka tersisih di semi-final lewat adu penalti melawan Jerman Barat — sebuah adegan yang membuat seluruh Inggris menangis bersama Paul Gascoigne yang meneteskan air matanya di lapangan. Pada Rusia 2018, euforia sempat menggelora ketika mereka menembus semi-final untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, sebelum akhirnya tumbang dari Kroasia.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version