MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Stadion Monterrey di Guadalupe, Meksiko, akan menjadi saksi sebuah catatan sejarah pada Minggu, 21 Juni 2026. Duel Tunisia melawan Jepang di matchday kedua Grup F Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar laga biasa, sebab pertandingan yang disiarkan langsung TVRI Sport mulai pukul 11.00 WIB itu akan tercatat sebagai laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi Tunisia, pertandingan ini adalah ajang pembuktian setelah mengalami mimpi buruk di laga pembuka. Skuad Eagles of Carthage dipermalukan Swedia dengan skor telak 1-5, hasil yang langsung berbuntut pemecatan pelatih Sabri Lamouchi. Padahal Lamouchi baru direkrut Januari lalu dan belum genap lima bulan menukangi tim.
Federasi Sepak Bola Tunisia awalnya digadang-gadang akan menunjuk Direktur Teknik Mondher Kebaier sebagai pengganti. Namun pilihan jatuh pada Herve Renard, pelatih asal Prancis berusia 57 tahun yang sudah kenyang asam garam di pentas Piala Dunia.
Renard bukan nama baru di turnamen empat tahunan ini. Ia pernah membawa Maroko berlaga di Piala Dunia 2018, lalu menukangi Arab Saudi pada edisi 2022. Namanya melambung ketika berhasil membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina, yang belakangan keluar sebagai juara, di fase grup Qatar.
Kini publik Tunisia menaruh harapan besar agar sentuhan Renard bisa langsung terasa. Tugas pertamanya tidak ringan, yakni meredam ambisi Jepang yang sedang berusaha bangkit dari hasil imbang di laga pembuka.
Catatan Tunisia belakangan ini memang kurang menggembirakan. Tim yang kini menempati peringkat ke-55 FIFA itu hanya mampu menang sekali dari delapan laga internasional terakhir di semua kompetisi, dengan dua hasil imbang dan lima kekalahan. Tiga pertandingan terakhir mereka berakhir dengan kebobolan 11 gol dan hanya mencetak satu gol balasan.
Dari dua partisipasi Piala Dunia terakhir, pada 2018 dan 2022, Tunisia cuma mengantongi dua kemenangan. Namun ada secercah optimisme dari rekor head-to-head, sebab Tunisia pernah menundukkan Jepang 3-0 di final Kirin Cup empat tahun silam.
Di kubu seberang, Jepang justru tampil sebagai salah satu kuda hitam yang diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Hajime Moriyasu dua kali harus mengejar ketertinggalan demi mengamankan hasil 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka pekan lalu.
Drama tersaji di babak kedua Stadion Dallas. Gol sundulan Virgil van Dijk yang membawa Belanda unggul dibalas tendangan rendah Keito Nakamura dari tepi kotak penalti. Crysencio Summerville lantas mengembalikan keunggulan Belanda, sebelum Daichi Kamada menjadi penyelamat Jepang lewat sundulan cerdik di menit ke-89 usai memanfaatkan peluang dari Koki Ogawa.
Hasil seri itu sebenarnya menghentikan rentetan enam kemenangan beruntun Jepang. Moriyasu mengaku puas dengan jalannya permainan sesuai rencana, meski sedikit kecewa timnya hanya membawa pulang satu poin dari laga pembuka.
Peluang Jepang melaju ke babak knockout untuk Piala Dunia ketiga berturut-turut masih terbuka lebar. Kemenangan atas Tunisia akan memperkuat posisi mereka di papan atas Grup F sebelum nantinya harus menghadapi Swedia, yang kini memuncaki klasemen, di laga pamungkas fase grup.
Rekor pertemuan kedua tim juga berpihak pada Jepang. Berperingkat ke-17 dunia, Samurai Biru telah memenangi lima dari enam laga terakhir melawan Tunisia, termasuk kemenangan 2-0 di laga persahabatan Kobe pada Oktober 2023.
Soal kekuatan, Tunisia mengandalkan sejumlah pemain berpengalaman di kompetisi Eropa. Kapten tim Ellyes Skhiri, yang membela Eintracht Frankfurt, menjadi jangkar penting di lini tengah. Ia ditemani Hannibal Mejbri dari Burnley dan Anis Ben Slimane dari Norwich City yang diharapkan menyumbang kreativitas di lini serang.
Di bawah mistar, Aymen Dahmen diperkirakan tetap dipercaya meski kebobolan lima gol di laga sebelumnya. Sementara itu, Omar Rekik tercatat sebagai pencetak gol tunggal Tunisia di turnamen ini, golnya datang dari posisi bek pada laga pembuka.
Jepang sendiri harus berjibaku dengan persoalan cedera menjelang laga ini. Takefusa Kubo, andalan Real Sociedad, dipastikan absen setelah mengalami cedera lutut saat melawan Belanda. Penyerang tersebut bahkan terlihat meninggalkan stadion dengan kursi roda.
Ketidakhadiran Kubo membuat lini tengah Jepang kehilangan unsur kreativitas dan kedalaman. Persoalan ini diperparah dengan absennya gelandang Liverpool, Wataru Endo, yang lebih dulu dicoret dari skuad akibat cedera kaki kiri yang mengharuskannya menjalani operasi.
Untuk mengisi kekosongan, Yukinari Sugawara berpotensi kembali dipercaya sebagai bek sayap kanan. Skema ini akan membuka jalan bagi Ritsu Doan untuk maju lebih ke depan, bergabung dengan Daizen Maeda dan Ayase Ueda dalam formasi tiga penyerang.
Selebihnya, susunan pemain Moriyasu diperkirakan tidak banyak berubah. Nama-nama seperti Takehiro Tomiyasu, Ao Tanaka, Keisuke Osako, Ko Itakura, hingga bek senior Yuto Nagatomo yang berusia 39 tahun kemungkinan masih harus puas menanti giliran dari bangku cadangan.
Laga ini pun menjadi pertaruhan dua misi berbeda. Tunisia ingin segera bangkit dari mimpi buruk di bawah arahan pelatih baru, sementara Jepang berburu kemenangan pertama agar peluang lolos ke babak 16 besar semakin terjaga.
FAQ
Kapan dan di mana laga Tunisia vs Jepang di Piala Dunia 2026 berlangsung?
Pertandingan ini digelar di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada Minggu, 21 Juni 2026, dan disiarkan langsung oleh TVRI Sport mulai pukul 11.00 WIB.
Mengapa laga Tunisia vs Jepang disebut bersejarah?
Karena pertandingan ini tercatat sebagai laga ke-1.000 sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Siapa pelatih baru Tunisia dan bagaimana rekam jejaknya?
Pelatih baru Tunisia adalah Herve Renard asal Prancis, yang sebelumnya membawa Maroko ke Piala Dunia 2018 dan Arab Saudi ke edisi 2022, termasuk kemenangan mengejutkan atas Argentina.


Tinggalkan Balasan