MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Dua tim dengan modal imbang satu poin bersiap bertarung menentukan arah perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kanada, tuan rumah yang bermain di hadapan pendukung sendiri, akan menjamu Qatar dalam laga matchday kedua Grup B yang berlangsung di BC Place Vancouver, Jumat (19/06/2026) pukul 04.00 WIB — dan siaran langsungnya bisa disaksikan di TVRI Nasional.
Grup B menjadi salah satu yang paling kompetitif di fase grup. Kanada, Swiss, Qatar, dan Bosnia-Herzegovina masing-masing mengemas satu poin setelah matchday pertama berakhir dengan dua hasil imbang yang sama-sama dramatis. Artinya, tidak ada tim yang bisa bermain santai — kemenangan malam ini bisa menjadi kunci lolos ke babak gugur.
Bagi Kanada, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Bermain di depan ribuan pendukung sendiri, Les Rouges — julukan timnas Kanada — menanggung beban harapan sebuah negara yang baru pertama kali menjadi tuan rumah turnamen terbesar di dunia ini. Tekanan itu nyata, namun juga bisa menjadi bahan bakar.
Penampilan Kanada melawan Bosnia-Herzegovina di matchday pertama meninggalkan kesan campur aduk. Di satu sisi, statistik mereka cukup menjanjikan: 13 tembakan dengan empat tepat sasaran, penguasaan bola 61 persen, dan expected goals (xG) sebesar 1,23. Tapi angka-angka itu hanya membuahkan satu gol — tendangan luar biasa sekaligus penuh keberuntungan dari Promise David yang memantul masuk di momen krusial.
Pelatih Jesse Marsch tahu betul persoalannya. Timnya mampu menciptakan peluang, bahkan peluang berkualitas, namun gagal mengonversi dengan efisien. Melawan Qatar yang dibekali kiper Mahmoud Abunada dalam performa prima, Kanada tak bisa lagi bermain setengah-setengah.
Satu kabar kurang sedap datang dari sisi kiri pertahanan. Alphonso Davies, bintang utama Kanada yang biasanya mendominasi sisi itu, belum pulih sepenuhnya dari cedera dan tidak ikut berlatih. Richie Laryea yang biasanya bermain di sisi kanan terpaksa mengisi posisi tersebut, sementara Alistair Johnston kemungkinan besar menjadi starter di bek kanan. Duet bek tengah Derek Cornelius dan Luc de Fougerolles akan menjaga lini pertahanan, dengan Maxime Crepeau kembali dipilih sebagai penjaga gawang.
Di lini tengah, duet Stephen Eustaquio dan Ismael Kone sudah hampir pasti bermain, diimbangi dua sayap Tajon Buchanan dan Liam Millar. Pertanyaan terbesar ada di lini depan: Jonathan David dipastikan memimpin serangan, namun apakah Cyle Larin atau Tani Oluwaseyi yang mendampinginya masih jadi tanda tanya. Pergantian ke Larin di menit ke-76 kontra Bosnia justru berujung pada gol penyeimbang — petunjuk yang mungkin mempengaruhi keputusan Marsch malam ini.
Dari kubu Qatar, ceritanya berbeda namun tak kalah menarik. The Maroons mencuri poin di detik-detik akhir melawan Swiss setelah nyaris dihajar habis-habisan di babak pertama. Swiss melancarkan 26 peluang dengan xG 3,2 dan 42 sentuhan di kotak penalti Qatar — angka yang mencerminkan betapa dominannya Swiss saat itu.
Pelatih Julen Lopetegui melakukan koreksi berani di babak kedua: mendorong lini belakang lebih maju, meminta gelandang menekan lebih tinggi, dan membebaskan penyerang untuk berlari menembus pertahanan lawan. Hasilnya? Gol penyeimbang di masa perpanjangan waktu yang mengamankan satu poin berharga.
Namun Lopetegui tahu Qatar bermain terbaik bukan saat bertahan, melainkan saat menyerang. Skuad dengan trio penyerang berbakat — Edmilson Junior di kanan, Akram Afif di kiri, dan Yusuf Abdurisag di tengah — paling berbahaya ketika diberi ruang untuk bergerak bebas dengan dukungan gelandang di belakang mereka.
Kanada, yang terbukti masih rentan terhadap serangan balik bahkan dari Bosnia yang jarang menyerang, bisa menjadi lawan yang tepat bagi Qatar untuk kembali menemukan permainan menyerang terbaik mereka.
Lopetegui tampaknya akan mempertahankan formasi lima bek yang ia gunakan sejak persiapan turnamen. Issa Laye, Pedro Miguel, dan kapten Boualem Khoukhi akan membentuk trio bek tengah. Di lini tengah, Jassem Gaber hampir pasti starter, sementara Ahmed Fathi berpeluang menggantikan Assim Madibo sebagai pasangannya — kejutan kecil mengingat Fathi justru absen dari starting XI melawan Swiss.
Peluang dalam laga ini diprediksi 60-40 untuk keunggulan Kanada — logis mengingat faktor tuan rumah dan tekanan untuk menang. Pertandingan akan dipimpin wasit Cristian Garay asal Chili di BC Place Vancouver.
Namun di atas kertas, Qatar sudah membuktikan mereka tak mudah ditundukkan. Laga ini bukan soal siapa yang lebih difavoritkan — melainkan siapa yang lebih lapar kemenangan.
FAQ
Kapan dan di mana pertandingan Kanada vs Qatar berlangsung?
Pertandingan digelar di BC Place Vancouver, Kanada, pada Jumat (19/06/2026) mulai pukul 04.00 WIB dan disiarkan langsung di TVRI Nasional.
Apakah Alphonso Davies akan bermain melawan Qatar?
Davies belum pulih dari cedera dan tidak berlatih menjelang laga ini. Ia berharap bisa masuk setidaknya dari bangku cadangan, sementara Richie Laryea mengisi posisinya di bek kiri.
Bagaimana kondisi Grup B setelah matchday pertama?
Seluruh tim di Grup B — Kanada, Swiss, Qatar, dan Bosnia-Herzegovina — mengumpulkan masing-masing satu poin setelah matchday pertama, menjadikan persaingan sangat terbuka menjelang pertandingan kedua.


Tinggalkan Balasan