BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Satu kemenangan adalah segalanya bagi Swiss. Skuad asuhan Murat Yakin itu kini berada di simpang jalan jelang laga pamungkas Grup B Piala Dunia 2026, dan hanya tiket juara grup yang membuat mereka benar-benar aman.

Penyebabnya sederhana: selisih gol. Kanada, sang tuan rumah, unggul jauh dalam catatan produktivitas setelah menggilas Qatar 6-0 di BC Place, Vancouver, Jumat dini hari WIB lalu. Tiga gol Jonathan David membawa Kanada mengoleksi tujuh gol dari dua laga, dengan selisih plus enam.

Swiss sebenarnya tak kalah garang. Mereka menundukkan Bosnia dan Herzegovina 4-1 di SoFi Stadium pada hari yang sama, dengan brace Johan Manzambi serta gol Ruben Vargas dan penalti Granit Xhaka. Namun hasil imbang 1-1 melawan Qatar di laga pembuka membuat selisih gol mereka tertinggal di angka plus tiga.

Kedua tim sama-sama mengumpulkan empat poin. Tapi karena selisih gol kalah jauh, Swiss otomatis tergeser ke posisi kedua klasemen sementara Grup B. Bosnia dan Herzegovina menyusul di posisi ketiga dengan satu poin, sementara Qatar terbenam di dasar klasemen, juga dengan satu poin namun selisih gol minus enam, terburuk di antara empat tim.

Laga pamungpak fase grup pada 24 Juni akan menjadi penentu segalanya. Swiss bertemu Kanada di partai yang sama pentingnya dengan duel Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar, dan keduanya digelar bersamaan.

Bagi Swiss, hanya kemenangan yang berarti status juara grup. Sebaliknya, Kanada cukup bermain imbang untuk mengamankan posisi puncak, mengingat keunggulan selisih gol mereka yang sulit dikejar dalam satu pertandingan.

Skenario terburuk bagi Kanada pun tidak terlalu menakutkan. Andai kalah dari Swiss, mereka tetap berpeluang besar finis di posisi kedua dan lolos ke babak 32 besar, asalkan Bosnia dan Herzegovina tak mampu membalikkan selisih gol secara ekstrem saat melawan Qatar.

Justru laga Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar yang menyimpan tensi tak kalah tinggi. Bagi keduanya, ini adalah pertandingan hidup-mati. Tim yang kalah otomatis tersingkir dari turnamen, sementara hasil imbang juga akan menyingkirkan keduanya karena masing-masing hanya akan mengantongi dua poin dari tiga laga, jumlah yang hampir pasti tak cukup untuk bersaing di jalur peringkat ketiga terbaik.

Sang pemenang dari duel tersebut pun belum tentu otomatis melaju. Mereka tetap harus berharap masuk dalam delapan tim peringkat ketiga terbaik dari seluruh grup, sebuah kalkulasi yang baru bisa dipastikan setelah seluruh pertandingan fase grup rampung.

Ada satu syarat tambahan yang membuat laga Bosnia dan Herzegovina-Qatar menjadi lebih rumit. Untuk berpeluang finis di posisi kedua menggantikan Swiss, pemenang laga ini harus mengejar defisit selisih gol yang sangat lebar, sekaligus berharap duel Kanada melawan Swiss tidak berakhir imbang.

Kombinasi syarat itu membuat peluang Bosnia dan Herzegovina, yang selisih golnya masih lebih baik dibanding Qatar, sedikit lebih realistis dibandingkan wakil Asia tersebut. Namun secara matematis, jalan itu tetap sangat sempit dan bergantung pada hasil laga lain di saat bersamaan.

Bek Kanada, Alistair Johnston, mengaku timnya menikmati posisi yang menguntungkan ini. Menurutnya, target awal Kanada hanya lolos ke babak gugur, namun situasi klasemen saat ini membuka kemungkinan yang lebih besar.

“Ini adalah daya tarik yang sangat besar bagi kami,” kata Johnston, dikutip dari keterangan resmi usai laga melawan Qatar. Ia menyebut timnya kini berada dalam posisi yang sangat baik untuk menentukan nasib sendiri di laga pamungkas.

Johnston menambahkan, hasil positif di laga terakhir berarti Kanada bisa tetap bertahan di Vancouver untuk babak berikutnya, sebuah skenario yang ia sebut sebagai mimpi bagi tim dan publik tuan rumah.

Meski berstatus tuan rumah dan unggul di klasemen, Johnston tak memandang remeh laga melawan Swiss. Ia menyebut tim Eropa itu sebagai lawan berat yang datang dengan motivasi penuh karena sama-sama mengincar status juara grup.

“Kami harus menghadapi tim Swiss yang sangat bagus. Mereka jelas akan sangat termotivasi karena mereka juga ingin memuncaki grup,” ujarnya.

Dukungan suporter rumah disebut Johnston sebagai modal tambahan yang bisa membuat segalanya mungkin terjadi di laga krusial tersebut. Atmosfer kandang menjadi salah satu faktor yang ia yakini bisa mempengaruhi jalannya pertandingan.

Jika Kanada akhirnya finis di posisi kedua, jalan mereka di babak 32 besar akan mengarah ke Los Angeles. Lawan yang menanti adalah tim peringkat kedua Grup A, yang kemungkinan besar diisi oleh Meksiko atau Korea Selatan.

Skenario ini menjadikan laga Swiss melawan Kanada bukan sekadar penentu juara grup, melainkan juga penentu lokasi dan lawan di babak berikutnya. Satu hasil di lapangan bisa mengubah seluruh peta jalan kedua tim menuju semifinal.

Dengan empat tim yang masih punya kepentingan berbeda-beda, fase penutup Grup B Piala Dunia 2026 dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Semua mata kini tertuju pada dua laga yang akan digelar serentak pada 24 Juni mendatang.

FAQ

Apa syarat Swiss untuk juara Grup B Piala Dunia 2026?
Swiss wajib menang melawan Kanada di laga terakhir. Hasil imbang sekalipun tidak cukup karena selisih gol mereka masih kalah jauh dibanding Kanada yang mengoleksi plus enam berbanding plus tiga milik Swiss.

Apakah Kanada masih bisa lolos jika kalah dari Swiss?
Bisa. Kanada tetap berpeluang besar finis di posisi kedua dan lolos ke babak 32 besar, asalkan selisih gol mereka tidak terkejar oleh pemenang laga Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar.

Bagaimana nasib Bosnia dan Herzegovina serta Qatar?
Kedua tim wajib menang saat saling berhadapan. Kekalahan membuat mereka langsung tersingkir, sementara hasil imbang juga menyingkirkan keduanya karena poin yang terkumpul tidak akan cukup untuk bersaing di jalur peringkat ketiga terbaik.



Follow Widget

KLASEMEN PIALA DUNIA FIFA 2026