Kekhawatiran itu bukan tanpa dasar. Di babak knockout, Inggris berpotensi berhadapan dengan raksasa seperti Brasil, Argentina, Portugal, Prancis, atau Spanyol. Menghadapi tim-tim semacam itu dengan lini belakang yang goyah bisa menjadi bencana.
“Secara defensif, ketika menghadapi negara besar di fase gugur, itulah yang bisa menahan laju Inggris,” kata Keane.
Ia tidak menutup mata terhadap kekuatan Inggris di lini depan. Harry Kane tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan siapapun—striker Tottenham Hotspur itu diakui Keane sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia saat ini.
“Ketika Anda memiliki Kane, Anda selalu memiliki peluang. Tetapi secara pertahanan mereka mungkin akan kurang kuat,” tambahnya.
Kane bukan satu-satunya senjata Inggris. Jude Bellingham yang menjadi motor permainan Real Madrid, Bukayo Saka yang konsisten bersama Arsenal, Declan Rice sebagai jangkar lini tengah, hingga Marcus Rashford yang tengah bangkit dari masa sulit—semuanya menjadikan Inggris tim yang menakutkan secara ofensif.


Tinggalkan Balasan