MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Kolombia kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Setelah absen pada Piala Dunia 2022 di Qatar, La Tricolor siap menampilkan kekuatan penuh mereka di Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar di tiga negara—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini adalah penampilan ketujuh Kolombia di turnamen paling bergengsi sejagad.
Néstor Lorenzo ditunjuk sebagai arsitek perjalanan tim ini. Pelatih asal Argentina itu bukan nama baru di lingkaran tim nasional Kolombia—ia pernah menjadi asisten setia José Pékerman pada dua Piala Dunia sebelumnya, di Brasil 2014 dan Rusia 2018. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam tentang cara membangun tim yang kompetitif di level tertinggi.
Sejak mengambil alih kursi pelatih pada Juni 2022, Lorenzo membangun tim dengan dua pilar: menghidupkan kembali peran James Rodríguez sebagai jantung permainan, sekaligus memberi kepercayaan kepada generasi baru seperti Richard Rios, Jhon Arias, Kevin Castaño, dan Jhon Durán. Hasilnya terbukti di kualifikasi Amerika Selatan, di mana Kolombia finis di posisi ketiga dengan 28 poin dari 18 pertandingan.
Tiket Piala Dunia itu dikunci dengan cara yang dramatis. Di hadapan pendukung sendiri, James membuka skor sebelum gol dari Jhon Córdoba dan Juanfer Quintero menutup laga dengan kemenangan 3-0 atas Bolivia. Kolombia mengakhiri kualifikasi dengan tujuh menang, tujuh seri, dan empat kalah—cukup solid untuk memastikan tempat di pesta sepak bola empat tahunan itu.
Di fase grup Piala Dunia 2026, Kolombia masuk ke laga pertama melawan Uzbekistan pada 17 Juni di Mexico City Stadium. Enam hari kemudian, mereka menghadapi Republik Kongo, Jamaika, atau Kaledonia Baru di Estadio Guadalajara. Laga terakhir grup berlangsung pada 27 Juni di Miami Stadium, saat Kolombia berhadapan dengan Portugal—pertandingan yang bisa menjadi penentu nasib di babak gugur.
James Rodríguez adalah wajah paling dikenal dari tim ini. Gelandang serang kelahiran Cúcuta itu menjadi top skor sepanjang masa Kolombia di Piala Dunia dengan enam gol—semuanya dicetak pada satu turnamen: Brasil 2014. Pencapaian itu sekaligus mengantarnya meraih Sepatu Emas Adidas, penghargaan bergengsi bagi pencetak gol terbanyak turnamen.
Karier James meledak tepat di momen itu. Sebelum Brasil 2014, ia sudah berkostum Porto dan Monaco di Eropa. Namun gol-golnya di turnamen itu membuka pintu menuju Real Madrid—bergabung dalam daftar galácticos. Kini, dengan delapan penampilan Piala Dunia di catatan pribadinya, ia hanya butuh tiga laga lagi untuk menyalip Freddy Rincón dan Carlos Valderrama sebagai pemain dengan penampilan terbanyak Kolombia di ajang ini.
Brasil 2014 tetap menjadi puncak sejarah La Tricolor di Piala Dunia. Mereka melewati fase grup tanpa hambatan: menang 3-0 atas Yunani di laga pembuka, kemudian mengalahkan Pantai Gading 2-1 dalam drama yang lebih ketat, lalu melumat Jepang 4-1. Di babak 16 besar, Uruguay disingkirkan dengan skor 2-0 sebelum perjalanan itu akhirnya terhenti di perempat final melawan tuan rumah Brasil.
Turnamen terakhir mereka di Rusia 2018 menyajikan kisah kebangkitan yang dramatis. Kekalahan 2-1 dari Jepang di laga pembuka hampir memporak-porandakan kepercayaan diri tim. Namun Kolombia bangkit dengan kemenangan telak 3-0 atas Polandia, lalu menutup fase grup dengan kemenangan tipis 1-0 atas Senegal. Di babak 16 besar melawan Inggris, Yerry Mina menyelamatkan tim dengan gol dramatis di menit akhir perpanjangan waktu—tapi Kolombia akhirnya tersisih lewat adu penalti dengan skor 4-3.
Perjalanan La Tricolor di Piala Dunia sebenarnya dimulai jauh sebelum semua kejayaan itu, tepatnya di Cile 1962. Pada debut mereka, Kolombia tersingkir di babak grup—kalah dari Uruguay dan Yugoslavia. Namun di tengah dua kekalahan itu, ada momen ajaib: mereka menyamakan kedudukan menjadi 4-4 melawan Uni Soviet setelah tertinggal 3-0 pada menit ke-11 dan 4-1 di menit ke-56. Comeback luar biasa yang mendahului zamannya.
Secara keseluruhan, Kolombia mencatat rekor 9 menang, 3 seri, dan 10 kalah dari 22 pertandingan Piala Dunia. Mereka telah hadir di tujuh edisi: 1962, 1990, 1994, 1998, 2014, 2018, dan kini 2026.
Satu momen abadi yang masih dibicarakan hingga hari ini terjadi di Maracanã, 28 Juni 2014. James menerima bola di dada di luar kotak penalti, memunggungi gawang Uruguay. Dalam satu gerakan kilat—kontrol, putar badan, tendangan voli kaki kiri—bola melesat memasuki sudut atas gawang melewati Fernando Muslera. Gol itu terpilih sebagai gol terbaik turnamen dan menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia modern.
Kini, dengan generasi baru yang lapar gelar dan James yang bertekad menutup karier internasionalnya dengan catatan emas, Kolombia datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang untuk melampaui perempat final 2014—prestasi terbaik yang selama ini menjadi tolok ukur keberhasilan La Tricolor.
FAQ
Siapa pelatih Kolombia di Piala Dunia 2026? Kolombia dilatih oleh Néstor Lorenzo, pelatih asal Argentina yang sebelumnya menjabat sebagai asisten José Pékerman pada Piala Dunia 2014 dan 2018.
Siapa top skor Kolombia sepanjang sejarah Piala Dunia? James Rodríguez adalah top skor Kolombia di Piala Dunia dengan enam gol, semuanya dicetak pada turnamen Brasil 2014 yang juga mengantarnya meraih Sepatu Emas Adidas.
Apa prestasi terbaik Kolombia di Piala Dunia? Prestasi terbaik Kolombia adalah mencapai babak perempat final pada Piala Dunia Brasil 2014, di mana mereka tersingkir setelah kalah dari tuan rumah Brasil.


Tinggalkan Balasan