MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Korea Selatan menolak bermain aman menjelang laga krusial melawan Afrika Selatan. Skuat asuhan Hong Myung-bo itu membutuhkan minimal satu poin di Grup A Piala Dunia 2026 untuk mengamankan tempat di babak 32 besar, namun ambisi mereka jauh lebih tinggi dari sekadar hasil imbang.
Laga ini akan berlangsung di Estadio Monterrey, Meksiko, Kamis (25/6/2026) pagi WIB. Bagi Korea Selatan, ini bukan sekadar pertandingan penentu, melainkan kesempatan untuk membuktikan diri sebagai tim yang pantas melangkah jauh di turnamen.
Saat ini Korea Selatan mengoleksi tiga poin dari dua laga dan menempati posisi kedua klasemen Grup A. Di puncak klasemen, tuan rumah Meksiko sudah memastikan tiket ke babak gugur lebih dulu, sementara Republik Ceko dan Afrika Selatan mengekor dengan satu poin masing-masing.
Performa Korea Selatan di dua laga sebelumnya terbilang fluktuatif. Mereka sukses mengalahkan Ceko dengan skor 2-1, namun harus mengakui keunggulan Meksiko dengan skor tipis 0-1.
Di tengah tekanan menjelang laga hidup-mati ini, bek muda Lee Han-beom tampil percaya diri. Pemain berusia 24 tahun yang sedang menjalani debut Piala Dunia itu yakin timnya mampu mengulang performa positif.
“Jika kami mempersiapkan diri seperti yang selama ini kami lakukan, saya yakin kami akan bermain sama baiknya saat melawan Afrika Selatan nanti,” ujar Lee, dikutip dari Yonhap, Selasa (23/6/2026).
Kepercayaan pelatih Hong Myung-bo kepada Lee Han-beom terbilang besar. Sejak laga pembuka, ia langsung dipasang sebagai starter dalam skema tiga bek yang diterapkan tim Taeguk Warriors.
Dalam formasi 3-4-3 itu, Lee berbagi tugas di lini belakang bersama Kim Min-jae dan Lee Gi-hyuk. Trio ini menjadi tumpuan utama pertahanan Korea Selatan sepanjang turnamen.
Lee mengakui, kombinasi tiga bek ini sebenarnya masih tergolong baru. Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, ketiganya belum banyak mendapat kesempatan bermain bersama dalam skema yang sama.
Namun, jam terbang yang terus bertambah membuat soliditas mereka kian terbentuk. Komunikasi dan pemahaman taktis di antara ketiganya berkembang signifikan dalam waktu singkat.
“Kami memang belum memiliki banyak waktu bermain bersama sebagai trio, tetapi kami terus berusaha membangun pemahaman sebaik mungkin,” kata Lee.
Tantangan terbesar Korea Selatan kali ini datang dari kualitas individu para penyerang Afrika Selatan. Tim Bafana Bafana dikenal memiliki lini depan dengan kecepatan tinggi dan kemampuan menggiring bola yang berbahaya.
Lee menyadari betul ancaman tersebut dan menekankan pentingnya disiplin taktik di lini pertahanan. Menurutnya, organisasi permainan yang rapi akan menjadi kunci untuk mematikan ruang gerak lawan.
“Kami harus tetap terorganisasi dalam bertahan untuk mengantisipasi mereka. Saya pikir kami akan berada dalam posisi yang baik jika mampu menjaga ruang di belakang lini pertahanan kami,” jelasnya.
Meski hasil imbang sudah cukup untuk lolos, mentalitas para pemain Korea Selatan tidak berhenti di angka aman tersebut. Mereka menatap laga ini sebagai peluang untuk menegaskan ambisi lebih besar di Piala Dunia 2026.
Lee menegaskan, seluruh skuat kompak menolak opsi bermain bertahan demi sekadar mengamankan satu poin. Fokus mereka murni tertuju pada kemenangan penuh.
“Kami tidak memikirkan hasil imbang. Kami akan berusaha memenangi pertandingan apa pun yang terjadi,” tegas Lee.
Motivasi tambahan datang dari dukungan suporter yang terus mengalir sejak Piala Dunia 2026 dimulai. Bagi para pemain, kemenangan bukan hanya soal angka di klasemen, melainkan juga persembahan untuk para pendukung di tanah air.
“Tujuan kami adalah menang dan melaju sejauh mungkin di turnamen agar bisa membawa kebahagiaan bagi suporter,” tutup Lee.
Jika berhasil meraih kemenangan atas Afrika Selatan, posisi Korea Selatan di klasemen Grup A akan semakin kukuh. Lebih dari itu, modal kepercayaan diri menjelang babak 32 besar pun akan meningkat signifikan.
Laga melawan Afrika Selatan kini menjadi pertaruhan penting bagi Hong Myung-bo dan pasukannya. Bukan hanya soal lolos ke babak gugur, melainkan juga soal membangun momentum untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
FAQ
Kapan pertandingan Korea Selatan melawan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung di Estadio Monterrey, Meksiko, pada Kamis (25/6/2026) pagi WIB, sebagai bagian dari laga terakhir fase grup Grup A Piala Dunia 2026.
Apa target Korea Selatan dalam laga ini?
Korea Selatan sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk lolos ke babak 32 besar, namun para pemain menegaskan tujuan mereka adalah meraih kemenangan penuh, bukan sekadar hasil imbang.
Siapa pemain yang menjadi sorotan dalam laga ini?
Bek muda Lee Han-beom menjadi sorotan karena tampil konsisten sebagai starter di lini belakang bersama Kim Min-jae dan Lee Gi-hyuk dalam formasi 3-4-3 milik pelatih Hong Myung-bo.


Tinggalkan Balasan