Kombinasi tiga gelandang serang di belakang Mbappe inilah yang akan menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Irak. Tugas berat kemungkinan akan jatuh ke pundak Zaid Tahseen dan Akam Hashem, dua bek yang diproyeksikan mengawal pergerakan Mbappe sepanjang pertandingan.
Strategi man-marking ketat terhadap Mbappe bukan tidak mungkin diterapkan Graham Arnold. Pertanyaannya, seberapa cepat lini belakang Irak mampu membaca dan mengantisipasi pergerakan eksplosif sang kapten Prancis di setiap kesempatan yang ia dapat.
Di sisi lain, lini depan Irak juga harus melewati ujian berat saat menyerang. Duet gelandang bertahan Prancis, Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot, diperkirakan tetap menjadi tembok pertama sebelum bola sampai ke kaki duet penyerang Irak, Aymen Hussein dan Ali Al Hamadi.
Melihat kekuatan kedua tim, Prancis hampir pasti akan tampil menyerang sejak menit awal. Sebaliknya, Graham Arnold kemungkinan besar memilih strategi bertahan rapat dan kompak demi mencuri minimal satu poin dari laga ini.
Pilihan bertahan bukan tanpa alasan. Irak masih punya satu laga tersisa melawan Senegal, pertandingan yang di atas kertas tidak seberat menghadapi Norwegia maupun Prancis, sehingga menjaga stamina dan mental tim menjadi pertimbangan penting.


Tinggalkan Balasan