MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Kylian Mbappe akan mencatatkan rekor istimewa pekan ini. Penyerang Prancis itu bakal tampil untuk kali ke-100 bersama Timnas Prancis, tepat saat Les Bleus berhadapan dengan Irak di putaran kedua Grup I Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini digelar di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) malam waktu setempat. Bagi penonton Indonesia, laga dapat disaksikan melalui siaran TVRI Sport pada Selasa (23/6/2026) dini hari mulai pukul 03.00 WIB.
Dua tim datang dengan modal yang jauh berbeda. Prancis mengantongi kemenangan meyakinkan 3-1 atas Senegal di laga pembuka, sementara Irak justru pulang dengan kekalahan telak 1-4 dari Norwegia.
Hasil itu membuat posisi keduanya di klasemen Grup I bertolak belakang. Prancis kini menempati peringkat kedua, sedangkan Irak terlempar ke dasar klasemen sementara.
Bagi Didier Deschamps dan pasukannya, kemenangan atas Irak akan menjadi tiket otomatis ke babak 32 besar. Sebaliknya, bagi Irak asuhan Graham Arnold, tiga poin menjadi syarat mutlak untuk menjaga asa lolos dari fase grup.
Dengan misi sebesar itu, Deschamps diperkirakan tidak akan banyak mengubah skuad utamanya. Kylian Mbappe sudah pasti tetap menjadi tumpuan di lini depan, mengingat performanya yang sedang menanjak.
Momentum laga ke-100 ini datang di waktu yang tepat. Sejak debut bersama tim senior Prancis pada 2017, Mbappe sudah mengoleksi 58 gol dari 99 penampilan, jumlah yang menempatkannya sebagai salah satu pemain paling produktif sepanjang sejarah Les Bleus.
Mbappe juga tercatat sebagai bagian penting dari skuad juara Piala Dunia 2018. Namun setelah gagal mempertahankan gelar pada edisi 2022 akibat kalah dari Argentina di final, kini ia kembali mengincar trofi kedua dalam kariernya.
Awal yang ia tunjukkan terbilang meyakinkan. Dua gol ke gawang Senegal pekan lalu, masing-masing tercipta pada menit ke-66 dan menit tambahan waktu babak kedua, sekaligus membungkam keraguan publik usai ia sempat puasa gol di dua laga uji coba jelang Piala Dunia.
Kini giliran Irak yang akan menjadi lawan berikutnya. Dalam perburuan gelar pencetak gol terbanyak, Mbappe masih tertinggal dari tiga nama yang sama-sama mencatatkan hat-trick di laga pembuka, yakni Lionel Messi, Jonathan David, dan Deniz Undav.
Ada catatan menarik lain yang mengiringi laga ini. Jika Mbappe mampu mencetak gol ke gawang Irak, itu akan menjadi gol pertamanya sepanjang karier melawan tim asal Asia.
Dalam konteks yang lebih besar, dua gol yang sudah ia bukukan di Piala Dunia 2026 turut mendekatkan namanya dengan deretan legenda. Saat ini Mbappe mengoleksi 14 gol di ajang Piala Dunia, sementara Cristiano Ronaldo unggul tipis dengan 15 gol, dan Lionel Messi bersama Miroslav Klose sama-sama memimpin dengan 16 gol.
Namun di atas segala rekor pribadi, target utama Mbappe tetap sama yakni membawa Prancis menang dan memastikan tiket ke babak knockout lebih cepat. Untuk itu, Deschamps diprediksi tetap memakai formasi 4-2-3-1 dengan Mbappe sebagai ujung tombak.
Tiga gelandang kreatif akan menopang pergerakannya, yaitu Michael Olise di sisi kanan, Ousmane Dembele di tengah, dan Desire Doue di kiri. Meski begitu, ada kemungkinan Bradley Barcola mendapat tempat di sayap kiri menggeser posisi Doue, mengingat penampilan impresifnya saat mencetak gol ke gawang Senegal lewat asis Adrien Rabiot.
Kombinasi tiga gelandang serang di belakang Mbappe inilah yang akan menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan Irak. Tugas berat kemungkinan akan jatuh ke pundak Zaid Tahseen dan Akam Hashem, dua bek yang diproyeksikan mengawal pergerakan Mbappe sepanjang pertandingan.
Strategi man-marking ketat terhadap Mbappe bukan tidak mungkin diterapkan Graham Arnold. Pertanyaannya, seberapa cepat lini belakang Irak mampu membaca dan mengantisipasi pergerakan eksplosif sang kapten Prancis di setiap kesempatan yang ia dapat.
Di sisi lain, lini depan Irak juga harus melewati ujian berat saat menyerang. Duet gelandang bertahan Prancis, Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot, diperkirakan tetap menjadi tembok pertama sebelum bola sampai ke kaki duet penyerang Irak, Aymen Hussein dan Ali Al Hamadi.
Melihat kekuatan kedua tim, Prancis hampir pasti akan tampil menyerang sejak menit awal. Sebaliknya, Graham Arnold kemungkinan besar memilih strategi bertahan rapat dan kompak demi mencuri minimal satu poin dari laga ini.
Pilihan bertahan bukan tanpa alasan. Irak masih punya satu laga tersisa melawan Senegal, pertandingan yang di atas kertas tidak seberat menghadapi Norwegia maupun Prancis, sehingga menjaga stamina dan mental tim menjadi pertimbangan penting.
Bek kiri Irak, Merchas Doski, diperkirakan kembali menjadi starter dan akan langsung berhadapan dengan duet sayap kanan Prancis, Michael Olise dan Jules Kounde. Kombinasi keduanya kerap menjadi sumber ancaman utama serangan Les Bleus.
Membaca pergerakan Olise secara cepat menjadi kunci bagi pertahanan Irak untuk meredam gelombang serangan awal Prancis. Jika gagal melakukannya, peluang Prancis untuk mengamankan tiga poin terbuka lebar, kecuali Irak benar-benar bermain dengan strategi bertahan ekstrem sepanjang laga.
Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Kanada, Drew Fischer, dengan peluang kemenangan secara statistik condong ke arah Prancis di angka 60 berbanding 40.
Perkiraan Susunan Pemain
PRANCIS (4-2-3-1): 16-Mike Maignan; 5-Jules Kounde, 17-William Saliba, 4-Dayot Upamecano, 19-Theo Hernandez; 8-Aurelien Tchouameni, 14-Adrien Rabiot; 11-Michael Olise, 7-Ousmane Dembele, 20-Desire Doue; 10-Kylian Mbappe
Pelatih: Didier Deschamps
Cadangan: 1-Brice Samba, 23-Robin Risser, 2-Malo Gusto, 3-Lucas Digne, 15-Ibrahim Konate, 21-Lucas Hernandez, 6-Manue Kone, 13-N’Golo Kante, 18-Warren Zaire-Emery, 24-Rayan Cherki, 12-Bradley Barcola, 9-Marcus Thuram
IRAK (4-4-2): 12-Jalal Hassan; 3-Hussein Ali, 4-Zaid Tahseen, 5-Akam Hashem, 23-Merchas Doski; 8-Ibrahim Bayesh, 16-Amir Al Ammari, 24-Zaid Ismael, 11-Ahmed Qasem; 9-Ali Al Hamadi, 18-Aymen Hussein
Pelatih: Graham Arnold
Cadangan: 1-Fahad Talib, 22-Ahmed Basil, 2-Rebin Sulaka, 6-Munaf Younis, 15-Ahmed Maknzi, 25-Mustafa Saadoon, 26-Frans Putros, 14-Zidane Iqbal, 17-Ali Jasim, 19-Kevin Yakob, 21-Marko Farji
FAQ
Kapan laga Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung pada Senin (22/6/2026) malam waktu setempat di Philadelphia Stadium, Amerika Serikat, dan disiarkan TVRI Sport pada Selasa (23/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Mengapa laga ini spesial bagi Kylian Mbappe?
Karena laga melawan Irak menjadi penampilan ke-100 Mbappe bersama Timnas Prancis, sekaligus kesempatan menambah koleksi gol setelah mencetak dua gol di laga sebelumnya melawan Senegal.
Apa yang dipertaruhkan Prancis dan Irak di laga ini?
Kemenangan akan memastikan Prancis lolos ke babak 32 besar, sementara bagi Irak tiga poin menjadi syarat untuk menjaga peluang lolos dari fase grup Piala Dunia 2026.


Tinggalkan Balasan