MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Empat dekade. Itulah waktu yang harus ditunggu Irak untuk kembali menginjak panggung Piala Dunia. Kini, di Boston Stadium pada Rabu dini hari WIB (17/6/2026), Singa Mesopotamia akhirnya mendapat kesempatan membuktikan diri — dan lawan pertama mereka bukan tim sembarangan.
Norwegia, yang diperkuat Erling Haaland dan Martin Odegaard, hadir sebagai salah satu tim paling diwaspadai di Grup I. Namun justru di sinilah letak daya tarik laga ini: duel antara tim underdog penuh ambisi melawan tim bintang yang dituntut tampil konsisten sejak menit pertama.
Pertandingan ini akan disiarkan langsung TVRI Sport mulai pukul 04.00 WIB, sehingga para penggemar sepak bola tanah air punya alasan untuk begadang.
Bagi kedua tim, tiga poin di laga pertama bukan sekadar target — melainkan kebutuhan. Usai duel ini, mereka masih harus berhadapan dengan Prancis dan Senegal, dua tim yang secara kualitas berada di atas rata-rata. Kalah di sini berarti membuka luka sebelum pertempuran sesungguhnya dimulai.
Irak lolos ke Piala Dunia 2026 melalui jalur yang tidak mudah. Mereka harus melewati final play-off interkonfederasi melawan Bolivia, dengan skor tipis 2-1. Setelah absen 40 tahun dari turnamen paling bergengsi di planet ini, kehadiran mereka di Amerika Utara bukan kebetulan — melainkan hasil kerja keras panjang.
Pelatih Graham Arnold, mantan juru taktik timnas Australia, membangun Irak dengan semangat yang realistis namun tidak kalah semangat. Ia tahu timnya bukan favorit. Bahkan publik Irak sendiri, menurut Arnold, sudah memperkirakan mereka akan kalah di ketiga laga penyisihan grup.
“Yang terpenting adalah ketika kami memasuki lapangan, kami bermain dengan berani, penuh energi, dan semangat,” kata Arnold, sebagaimana dikutip The Guardian.
Bukan sekadar omong kosong. Jelang Piala Dunia, Irak berhasil menahan imbang Spanyol 1-1 dalam laga uji coba — hasil yang cukup mengejutkan dan memberi sinyal bahwa tim ini layak diperhitungkan. Mereka juga mengalahkan Andorra 1-0. Meski di laga terakhir pramusim kalah 0-2 dari Venezuela, momentum tersebut tak sepenuhnya hilang.
Arnold mengandalkan formasi 4-4-2 dalam tiga uji coba terakhir. Jalal Hassan berdiri di bawah mistar sebagai kiper utama, dilindungi barisan empat bek: Hussein Ali, Zaid Tahseen, Rebin Sulaka, dan Ahmed Maknzi. Di lini tengah, Aimar Sher dan Kevin Yakob bertugas menjaga stabilitas, sementara Ahmed Qasem dan Ibrahim Bayesh beroperasi di sisi sayap dengan mengandalkan kecepatan. Aymen Hussein dan Ali Al-Hamadi menjadi ujung tombak yang harus menerjemahkan peluang menjadi gol.
Di kubu seberang, Norwegia tampil dengan beban ekspektasi yang jauh lebih besar. Tim asuhan Stale Solbaken datang dengan reputasi dan nama-nama besar yang sudah dikenal di seluruh penjuru Eropa.
Erling Haaland — mesin gol Manchester City yang tak mengenal kata puas — akan menjadi ancaman utama di lini depan. Di sisinya, Alexander Sorloth dan Antonio Nusa siap memberikan tekanan dari kedua sayap. Martin Odegaard, kapten Arsenal, berperan sebagai pengatur ritme dan kreator peluang dari lini tengah.
Namun Solbaken sadar bahwa Grup I bukan jalur mudah. “Prancis adalah favorit di grup itu, dan tiga negara lainnya harus berjuang keras untuk posisi kedua dan ketiga. Persaingan akan sangat ketat,” ujarnya.
Norwegia terakhir tampil mengesankan saat mengalahkan Italia 4-1 dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, November lalu. Meski hasil uji coba terakhir mereka cenderung imbang — termasuk 0-0 lawan Swiss dan 1-1 melawan Maroko — Solbaken tampaknya sedang meramu komposisi terbaik sambil menjaga kebugaran skuad intinya.
Formasi yang kemungkinan digunakan Norwegia adalah 4-3-3 dengan Orjan Nyland di bawah mistar. Lini belakang diisi Julian Ryerson, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, dan David Moller Wolfe. Sander Berge dan Fredrik Aursnes menjadi dua gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan tim.
Secara statistik dan kualitas skuad, Norwegia memang lebih unggul. Peluang mereka untuk menang diperkirakan berada di angka 60 persen, sementara Irak di angka 40 persen. Namun sepak bola, seperti yang sudah berkali-kali dibuktikan di Piala Dunia, tidak selalu berjalan sesuai kalkulasi.
Irak punya senjata yang tidak terlihat di atas kertas: motivasi. Tampil di Piala Dunia setelah 40 tahun absen adalah momen yang tidak ingin mereka sia-siakan. Setiap pemain yang mengenakan seragam Singa Mesopotamia di Boston Stadium malam itu tahu betul bahwa kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali.
Wasit Pierre Atcho dari Gabon akan memimpin jalannya pertandingan. Ia akan mengawasi duel yang berpotensi menjadi salah satu kejutan awal di fase grup Piala Dunia 2026.
Apakah Norwegia akan tampil dominan sesuai ekspektasi, atau Irak mampu mencuri setidaknya satu poin — bahkan tiga — untuk mengawali sejarah baru mereka di turnamen ini? Jawabannya akan tersaji di Boston Stadium, Rabu dini hari WIB.
FAQ
Kapan dan di mana pertandingan Irak vs Norwegia Piala Dunia 2026 digelar?
Pertandingan berlangsung di Boston Stadium pada Selasa, 16 Juni 2026 waktu setempat, atau Rabu, 17 Juni 2026 pukul 04.00 WIB. Laga ini disiarkan langsung oleh TVRI Sport.
Mengapa laga Irak vs Norwegia dianggap krusial bagi kedua tim?
Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan di laga pembuka karena selanjutnya mereka akan menghadapi Prancis dan Senegal — dua tim yang jauh lebih kuat. Kekalahan di laga pertama akan mempersempit peluang mereka untuk lolos dari fase grup.
Berapa lama Irak absen dari Piala Dunia sebelum edisi 2026 ini?
Irak absen selama 40 tahun dari Piala Dunia. Penampilan terakhir mereka di turnamen ini terjadi pada 1986, sebelum akhirnya lolos kembali melalui jalur play-off interkonfederasi dengan mengalahkan Bolivia 2-1.


Tinggalkan Balasan