BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

ALJAZAIR- PUNGGAWASPORT – Nama besar tidak selalu meringankan langkah. Tapi bagi Luca Zidane, justru itulah yang membuatnya semakin termotivasi. Kiper berusia 28 tahun itu resmi masuk dalam skuad Timnas Aljazair untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — sebuah pencapaian yang menegaskan bahwa putra legenda Zinedine Zidane ini memilih jalannya sendiri di panggung sepak bola dunia.

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, mengumumkan daftar 26 pemain yang akan memperkuat Les Fennecs di turnamen empat tahunan tersebut. Luca masuk sebagai salah satu dari empat kiper yang dipanggil — keputusan tidak lazim mengingat sebagian besar negara peserta umumnya hanya membawa tiga penjaga gawang ke putaran final.

Kehadiran Luca dalam skuad bukan sekadar karena nama keluarganya yang harum. Sepanjang musim 2025/2026, ia tampil cukup konsisten bersama Granada di kompetisi Segunda División Spanyol. Ia menjaga gawang dalam 26 pertandingan La Liga 2 dan berhasil mencatatkan delapan clean sheet — angka yang cukup untuk meyakinkan Petkovic bahwa Luca layak mendapatkan tempat.

Perjalanan karier Luca memang tidak lurus. Lahir dari pasangan Zinedine Zidane dan Véronique Fernández, ia sempat membela berbagai kelompok umur Timnas Prancis sebelum akhirnya memutuskan berganti federasi dan mengenakan seragam Aljazair — mengikuti garis keturunan dari sang ayah yang berakar dari Kabylia, wilayah di bagian utara Aljazair.

Sejak resmi bergabung dengan Timnas Aljazair, Luca telah tampil dalam enam pertandingan internasional. Ia pun ambil bagian di ajang Piala Afrika awal tahun ini, meski perjalanan tim berakhir dengan catatan yang kurang menyenangkan. Dalam salah satu pertandingan, Aljazair kalah 0-2 dari Nigeria dan situasi memanas hingga terjadi keributan massal yang melibatkan beberapa pemain.

Luca bergabung dengan Granada dari Eibar pada 2024 dan hingga kini telah memainkan 45 pertandingan bersama klub tersebut. Performanya yang stabil menjadi alasan utama Petkovic mempertahankan kepercayaan kepadanya, bahkan dalam daftar akhir menuju Piala Dunia.

Skuad Aljazair untuk Piala Dunia 2026 bukan hanya soal Luca. Petkovic merakit tim dengan perpaduan pengalaman dan kualitas yang tersebar di berbagai liga elite. Di lini belakang, ada Rayan Ait-Nouri yang kini memperkuat Manchester City — salah satu klub tersukses di Eropa musim-musim terakhir.

Di sektor tengah, hadir nama Nabil Bentaleb, mantan gelandang Tottenham Hotspur yang sudah merasakan tekanan panggung internasional di level tertinggi. Sementara di depan, Aljazair masih bertumpu pada Riyad Mahrez, mantan bintang Manchester City yang kini berkarier bersama Al Ahli di Arab Saudi. Mahrez tetap menjadi figur paling berbahaya dalam skema serangan Les Fennecs.

Kehadiran pemain-pemain berpengalaman ini menjadikan Aljazair sebagai tim yang tidak bisa dianggap remeh di putaran final. Mereka melaju ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani babak kualifikasi zona Afrika dengan sangat meyakinkan — memenangkan delapan dari sepuluh pertandingan dan finis di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas Uganda.

Di putaran final, Aljazair masuk dalam Grup J dan akan langsung diuji dengan laga pembuka yang berat. Pada 17 Juni, mereka akan menghadapi Argentina — juara bertahan yang meraih trofi di Qatar 2022 dan masih diperkuat Lionel Messi beserta skuad tangguh lainnya. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi mental dan kualitas skuad Petkovic.

Setelah menghadapi Argentina, Aljazair masih harus bertemu Yordania dan Austria dalam fase grup. Dua laga itu menjadi peluang bagi Les Fennecs untuk mengumpulkan poin demi mengamankan tiket ke babak gugur. Apabila berhasil lolos sebagai runner-up grup, skenario mempertemukan mereka dengan Inggris di babak 16 besar pun terbuka lebar — meski semua bergantung pada hasil di grup-grup lain.

Bagi Luca Zidane secara pribadi, Piala Dunia 2026 adalah momen yang melampaui sekadar urusan teknis sepak bola. Sang ayah, Zinedine Zidane, adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada — pemimpin Prancis meraih Piala Dunia 1998 di kandang sendiri, mengangkat trofi Euro 2000, dan menjadi pemain terbaik dunia tiga kali sepanjang kariernya. Warisan itu besar, dan bayang-bayangnya panjang.

Namun Luca memilih tidak berlari dari nama itu. Ia justru membangun identitasnya sendiri — sebagai penjaga gawang dari Aljazair, negara yang menjadi akar keluarganya. Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan panjang, dan kini ia mendapat kesempatan membuktikan diri di panggung terbesar sepak bola dunia.

Piala Dunia 2026 juga akan menandai kehadiran kelima Aljazair di turnamen bergengsi ini. Penampilan terakhir mereka terjadi di Brasil pada 2014, ketika Les Fennecs berhasil menembus babak 16 besar sebelum takluk dari Jerman — tim yang akhirnya keluar sebagai juara dunia. Lebih dari satu dekade berselang, Aljazair kembali hadir dengan generasi baru, dengan semangat baru, dan dengan nama-nama yang siap menorehkan sejarahnya sendiri.

FAQ

Mengapa Luca Zidane memilih membela Timnas Aljazair, bukan Prancis?

Luca Zidane memilih membela Aljazair karena garis keturunan keluarganya yang berakar dari negara tersebut. Meski sebelumnya sempat membela berbagai kelompok umur Timnas Prancis, ia akhirnya memutuskan berganti federasi dan memperkuat Aljazair di level senior.

Bagaimana peluang Aljazair di Piala Dunia 2026?

Aljazair tergabung dalam Grup J bersama Argentina, Yordania, dan Austria. Laga perdana melawan juara bertahan Argentina menjadi ujian terberat, namun dua pertandingan berikutnya membuka peluang bagi Les Fennecs untuk lolos ke babak gugur.

Apa catatan statistik Luca Zidane bersama Granada musim ini?

Sepanjang musim 2025/2026, Luca tampil dalam 26 pertandingan La Liga 2 dan berhasil mencatatkan delapan clean sheet. Sejak bergabung dari Eibar pada 2024, ia telah memainkan total 45 pertandingan bersama Granada.



Follow Widget