PUNGGAWASPORT, MADRID — Perjalanan Real Madrid mengarungi musim 2025/2026 semakin berat. Alih-alih memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen La Liga, Los Blancos justru harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Girona 1-1 di hadapan pendukung sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu dini hari WIB, 11 April 2026. Hasil yang jauh dari harapan itu kian mempertegas krisis yang sedang melanda raksasa ibu kota Spanyol tersebut.
Torehan mengecewakan ini bukan kali pertama menghampiri Madrid musim ini. Rangkaian hasil buruk di kompetisi domestik, ditambah kekalahan menyakitkan di pentas Liga Champions, menempatkan El Real di persimpangan yang krusial. Bayang-bayang musim tanpa gelar kembali mengintai, persis seperti mimpi buruk musim lalu yang berujung pada pemecatan pelatih Carlo Ancelotti.
Setelah Ancelotti hengkang, tongkat kepelatihan diserahkan kepada Xabi Alonso dengan misi membangun ulang tim dari fondasi. Namun kesabaran manajemen habis lebih cepat dari yang diperkirakan. Begitu Madrid tersandung di Supercopa Espana dan kehilangan puncak klasemen dari Barcelona, Alonso pun ikut didepak di tengah jalan.
Kursi pelatih kemudian diduduki Alvaro Arbeloa, yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla, tim cadangan Los Blancos. Namun pergantian nahkoda itu belum menunjukkan hasil signifikan. Arbeloa tampak belum mampu menyatukan kekuatan para bintang di dalam satu permainan yang kohesif, dan Madrid terus berdarah-darah kehilangan poin di laga-laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.
Situasi di Liga Champions pun tak kalah mengkhawatirkan. Pada leg pertama perempat final, Madrid dipaksa bertekuk lutut 1-2 oleh Bayern Munchen di kandang sendiri. Kylian Mbappe dan kawan-kawan kini memanggul beban berat untuk membalikkan keadaan di markas Bayern pada tengah pekan ini, sebuah tugas yang jauh dari mudah.
Kembali ke panggung La Liga, harapan Madrid untuk memangkas defisit poin dari Barcelona sebenarnya terbuka lebar saat menjamu Girona. Namun peluang emas itu disia-siakan begitu saja. Skor imbang yang tercipta semakin memperlebar jarak kedua tim, bukan mempersempitnya.
Dalam laga menghadapi Girona, Arbeloa sejatinya menurunkan komposisi terbaik yang tersedia. Trisula maut Mbappe, Vinicius Junior, dan Brahim Diaz diplot sebagai ujung tombak serangan. Jude Bellingham kembali mengisi lini tengah bersama Eduardo Camavinga dan kapten Federico Valverde. Di lini belakang, Eder Militao kembali tampil, meski pos penjaga gawang tetap diisi Andriy Lunin menyusul Thibaut Courtois yang belum pulih dari cedera.
Sepanjang babak pertama, Madrid mendominasi penguasaan bola namun berulang kali kandas di hadapan tembok pertahanan Girona. Sejumlah peluang milik Mbappe dan Valverde berhasil dimentahkan oleh kiper Paulo Gazzaniga yang tampil gemilang.
Pola serupa berlanjut di babak kedua hingga akhirnya Valverde memecah kebuntuan pada menit ke-51. Menerima bola di luar kotak penalti, gelandang asal Uruguay itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Gazzaniga. Skor berubah 1-0 untuk tuan rumah.
Keunggulan itu sempat memompa semangat Madrid untuk terus menekan. Namun Girona membalas dengan cara yang hampir serupa. Gelandang Thomas Lemar menyamakan kedudukan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-62, memaksa Lunin menyerah dan mengubah papan skor menjadi 1-1. Gol penyeimbang itu seketika membungkam Bernabeu.
Madrid terus berupaya merebut kembali keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan, namun semua usaha berujung sia-sia. Skor 1-1 pun menjadi hasil akhir yang menyakitkan.
Di tabel klasemen, Madrid kini mengemas 70 poin, terpaut enam angka di bawah Barcelona. Jarak itu berpotensi melebar menjadi sembilan poin apabila Barca berhasil menekuk Espanyol dalam derbi malam ini. Bila itu terjadi, gelar La Liga musim ini nyaris dipastikan kembali menjadi milik tim asuhan Hansi Flick, yang berarti Barcelona akan meraih dua titel liga beruntun.
Di sisi lain, hasil imbang ini justru menjadi berkah bagi Girona. Tim besutan Michel Sanchez itu kini mengoleksi 38 poin dan bertahan di peringkat ke-12 klasemen, sama dengan Athletic Bilbao meski masih kalah dalam selisih gol.
Bagi Madrid, hasil ini bukan sekadar kerugian di atas kertas. Ini adalah sinyal bahaya nyata menjelang duel hidup-mati melawan Bayern Munchen di Liga Champions, pertarungan yang tidak memberikan ruang sedikit pun untuk kesalahan.


Tinggalkan Balasan