MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Maroko punya alasan kuat untuk tampil habis-habisan saat menjamu Haiti dalam laga pamungkas Grup C Piala Dunia 2026. Bukan cuma soal tiket ke 32 besar, tim asuhan Mohamed Ouahbi kini mengintip peluang lebih besar: menutup fase grup sebagai juara.
Laga ini berlangsung di Atlanta Stadium pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat, atau Kamis (25/6/2026) dini hari bagi penonton Indonesia. TVRI Nasional menyiarkan langsung pertandingan ini mulai pukul 04.00 WIB.
Modal Maroko jelang laga ini cukup mentereng. Mereka mengoleksi empat poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Brasil di laga pembuka, lalu menundukkan Skotlandia 1-0 pada pertandingan kedua.
Haiti berada di posisi yang jauh berbeda. Dua kekalahan beruntun, 0-1 dari Skotlandia dan 0-3 dari Brasil, membuat mereka sudah resmi tersingkir dari perebutan tiket babak berikutnya sebelum laga ini dimulai.
Status tersingkir itu justru membuat laga ini terasa unik. Skenario di lapangan lain ikut menentukan nasib Maroko, sebab pada jam yang sama Brasil akan berhadapan dengan Skotlandia.
Jika Maroko menang atas Haiti dan Brasil bermain imbang dengan Skotlandia, kedua tim raksasa Grup C ini akan sama-sama mengumpulkan lima poin. Penentu juara grup pun jatuh ke selisih gol.
Brasil sejauh ini punya catatan selisih gol lebih baik berkat kemenangan telak 3-0 atas Haiti. Artinya, Achraf Hakimi dan kawan-kawan tidak bisa sekadar menang tipis jika ingin merebut posisi puncak klasemen dari Tim Samba.
Status juara grup bukan perkara gengsi semata. Juara Grup C nantinya akan berhadapan dengan runner-up Grup F di babak 32 besar, sementara runner-up Grup C harus menghadapi juara Grup F.
Persaingan di Grup F sendiri masih ketat, dengan Belanda, Jepang, dan Swedia sama-sama berebut posisi puncak. Skenario yang cukup menarik muncul jika Maroko akhirnya bertemu Belanda di babak 32 besar nanti.
Pertemuan semacam itu bakal punya bumbu emosional tersendiri. Tiga punggawa Maroko, yakni Sofyan Amrabat, Noussair Mazraoui, dan Anass Salah-Eddine, lahir di Belanda dan punya ikatan khusus dengan negara tersebut.
Namun semua skenario itu baru bisa dibicarakan setelah Maroko menuntaskan tugasnya melawan Haiti malam ini. Pelatih Haiti, Sebastien Migne, sudah menegaskan timnya tidak akan bermain asal-asalan meski status tersingkir sudah di tangan.
“Apakah kita berhak untuk mengabaikan sebuah pertandingan? Jelas tidak,” ujar Migne, menegaskan ambisi timnya untuk pulang dengan kepala tegak dari Piala Dunia 2026.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa laga ini tidak akan berjalan mudah bagi Maroko. Tim berjulukan The Atlas Lions dituntut memburu gol sebanyak mungkin, sembari tetap waspada terhadap tekad besar Haiti untuk mengakhiri turnamen dengan kesan positif.
Soal strategi, Mohamed Ouahbi diprediksi tetap setia pada formasi 4-2-3-1. Ismael Saibari akan ditempatkan sebagai ujung tombak, didukung trio gelandang serang Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, dan Bilal El Khannouss di belakangnya.
Kekuatan utama Maroko bertumpu di sisi kanan pertahanan lawan. Kombinasi Brahim Diaz di lini depan dengan Achraf Hakimi yang gemar merangsek dari posisi bek kanan menciptakan ancaman ganda yang sulit diantisipasi.
Hakimi sendiri dikenal sebagai salah satu pemain belakang paling berbahaya dalam skuad Maroko. Kemampuannya membongkar pertahanan lewat sisi kanan kerap menjadi pembeda dalam pertandingan-pertandingan penting.
Sektor kiri pertahanan Haiti diisi oleh Tanguy Léaute Junior, atau lebih dikenal dengan Bingo, yang tampil mengesankan saat meredam pergerakan Raphinha ketika melawan Brasil. Namun malam ini, ia harus menghadapi dua ancaman sekaligus dari Diaz dan Hakimi.
Di kubu lawan, Haiti diprediksi tampil dengan formasi 4-4-2 yang lebih seimbang. Duet Wilson Isidor dan Frantzdy Pierrot kemungkinan besar akan menjadi tumpuan lini depan, mengandalkan kecepatan dalam skema serangan balik.
Haiti realistis menempatkan asa mereka pada momen-momen serangan balik cepat lewat Isidor dan Pierrot. Namun pekerjaan itu tidak mudah, mengingat Maroko memiliki duet bek tengah solid, Issa Diop dan Chadi Riad, yang selama ini jadi benteng pertahanan tangguh.
Di atas kertas, laga ini menjadi momentum ideal bagi Maroko untuk mencetak gol sebanyak mungkin. Meski demikian, Ouahbi diperkirakan tetap menginstruksikan timnya bermain tenang dan menguasai tempo di menit-menit awal sebelum menggebrak lebih agresif.
Faktor mentalitas juga menjadi modal penting Maroko. Hasil positif menahan Brasil dan kemenangan atas Skotlandia memberi suntikan kepercayaan diri yang besar menjelang laga krusial ini.
Ismael Saibari menjadi salah satu nama yang patut dipantau. Penyerang ini sudah mencetak dua gol Maroko sepanjang Piala Dunia 2026, dan punya kesempatan mencatatkan sejarah sebagai pemain Afrika pertama yang mencetak gol di tiga pertandingan fase grup dalam satu turnamen.
Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Belanda, Danny Makkelie. Dengan materi pemain yang lebih unggul dan momentum positif di dua laga sebelumnya, Maroko diunggulkan meraih kemenangan dengan peluang sekitar 60-40 atas Haiti.
FAQ
Kapan pertandingan Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026 digelar?
Laga ini berlangsung pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat, atau Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, dan disiarkan langsung oleh TVRI Nasional mulai pukul 04.00 WIB di Atlanta Stadium.
Apa yang dipertaruhkan Maroko dalam laga ini selain lolos ke 32 besar?
Maroko berpeluang menutup fase Grup C sebagai juara grup jika menang atas Haiti dan Brasil hanya bermain imbang melawan Skotlandia, dengan selisih gol sebagai penentu akhir.
Mengapa Haiti tetap dianggap berbahaya meski sudah tersingkir?
Pelatih Haiti, Sebastien Migne, menegaskan timnya tidak akan bermain asal-asalan di laga terakhir dan tetap berambisi mengakhiri turnamen dengan hasil positif, sehingga Maroko tidak bisa meremehkan lawan.


Tinggalkan Balasan