BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

MAKASSAR, PUNGGAWASPORT – Maroko datang ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara bukan sebagai pendatang baru yang beruntung. The Atlas Lions ingin membuktikan satu hal kepada dunia: semifinal Qatar 2022 adalah cerminan sejati kualitas mereka, bukan anomali.

Ini adalah penampilan ketujuh Maroko di Piala Dunia, sekaligus kualifikasi berturut-turut ketiga mereka—sebuah konsistensi yang belum pernah dicatat negara itu sebelumnya. Di bawah arahan Walid Regragui, tim berbaju merah dan hijau ini datang dengan ambisi yang jauh lebih besar dari sekadar lolos fase grup.

Walid Regragui adalah arsitek di balik kebangkitan luar biasa ini. Ditunjuk pada Agustus 2022, pelatih berusia 49 tahun itu langsung membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia hanya beberapa bulan setelah menjabat—pencapaian yang tak pernah diraih tim Afrika mana pun sebelumnya.

Rekam jejak Regragui berbicara sendiri. Setelah mengukir sejarah di Qatar, ia memimpin Maroko mengalahkan Brasil 2-1 dalam laga persahabatan pada Maret 2023, menjadikan tim Afrika Utara itu sebagai negara Arab pertama yang menumbangkan Seleção. Sebagai mantan bek kanan yang pernah berkarier di Ajaccio, Grenoble, dan Racing Santander, Regragui dikenal sebagai penganut setia sepak bola menyerang.

Perjalanan menuju Amerika Utara pun dilalui tanpa hambatan berarti. Maroko menjadi tim Afrika pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026, usai menggasak Niger 5-0 pada 5 September dalam kualifikasi Zona CAF Grup E. Mereka memuncaki klasemen grup dengan dominasi penuh, tanpa memberi kesempatan bagi rival-rival benua untuk menyaingi mereka.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version