PUNGGAWASPORT, MADRID — Harapan Real Madrid untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions musim ini belum sepenuhnya padam. Meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Bayern Munchen di leg pertama perempat final yang berlangsung di Santiago Bernabeu pada Rabu dini hari WIB, 8 April 2026, gol tunggal Kylian Mbappe di babak kedua setidaknya menjaga asa Los Blancos tetap menyala menjelang leg penentu di Munich pekan depan.
Pertandingan berjalan berat bagi tuan rumah sejak awal. Tim tamu tampil dominan dan Luis Diaz membuka keunggulan Bayern pada menit ke-41. Situasi makin berat ketika Harry Kane menggandakan keunggulan hanya 20 detik setelah peluit babak kedua dibunyikan, membuat ribuan pendukung yang hadir di Bernabeu nyaris putus asa. Namun Mbappe tampil sebagai penyelamat. Striker asal Prancis itu menceploskan bola ke gawang Bayern untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2, sekaligus mencatatkan gol ke-14 di Liga Champions musim ini yang menjadikannya pencetak gol terbanyak di turnamen bergengsi tersebut.
Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tampil tenang dan optimistis dalam konferensi pers pascalaga. Ia menegaskan bahwa selisih satu gol masih sangat mungkin dibalikkan di leg kedua, mengingat rekam jejak panjang Madrid sebagai tim yang terbiasa tampil garang di kandang lawan.
Arbeloa juga mengungkapkan bahwa ia sempat menyampaikan pesan penyemangat kepada Vinicius Junior di tengah pertandingan, bahwa satu gol saja sudah cukup untuk membuat Madrid tetap relevan. Keyakinannya itu terbukti, kendati harus menunggu hingga babak kedua untuk melihatnya terwujud.
Di tengah sejumlah kritik yang diarahkan kepada Mbappe sebelum laga, termasuk tudingan bahwa kepulangannya dari cedera turut memengaruhi performa tim secara keseluruhan dan kekalahan dari Mallorca di LaLiga akhir pekan lalu, Arbeloa justru memberikan pembelaan penuh. Ia menilai Mbappe tampil dengan dedikasi tinggi dan terus menjadi momok bagi lini pertahanan Bayern sepanjang pertandingan. Bagi pelatih itu, sang bintang telah membuktikan mengapa ia layak disebut sebagai pemain terbaik dunia saat ini.
Arbeloa juga menyayangkan dua kesalahan individu yang menjadi biang kekalahan malam itu. Menurutnya, melawan tim sekelas Bayern, setiap kehilangan bola di area berbahaya pasti akan berbuah mahal, dan itulah yang terjadi. Namun ia menegaskan bahwa kekalahan ini sejatinya bisa dihindari dan tidak mencerminkan keseluruhan performa timnya.
Tantangan Madrid di leg kedua semakin berat setelah gelandang andalan Aurelien Tchouameni dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning yang diterimanya pada laga pertama. Arbeloa mengakui hal itu sebagai kehilangan berarti, namun menyebut bahwa skuatnya memiliki pilihan untuk mengisi posisi tersebut.
Konteks persaingan domestik turut menambah tekanan bagi Madrid. Kekalahan dari Mallorca telah membuat mereka terpaut tujuh poin dari Barcelona di puncak klasemen LaLiga, menjadikan Liga Champions sebagai satu-satunya panggung tersisa untuk merebut trofi musim ini. Madrid kini benar-benar tidak punya ruang untuk gagal di Allianz Arena.


Tinggalkan Balasan