Kekalahan tipis 1-2 itu memutus rangkaian enam laga tak terkalahkan yang ditorehkan Ceko selama kualifikasi zona UEFA, termasuk kemenangan dramatis atas Denmark lewat adu penalti yang menjadi tiket mereka menuju Amerika Utara. Lini pertahanan mereka juga kembali kebobolan, memperpanjang rapor buruk tanpa clean sheet dalam lima laga terakhir.
Meski begitu, kondisi skuad Ceko terbilang segar. Tidak ada pemain yang cedera maupun terganjal akumulasi kartu menjelang laga ini. Koubek diprediksi mempertahankan formasi andalan 3-4-2-1, dengan Soucek sebagai jenderal lini tengah bersama Alexandr Sojka. Di depan, Patrik Schick bertugas sebagai ujung tombak tunggal.
Krejci, bek milik Wolverhampton Wanderers, diprediksi kembali menjadi ancaman serius terutama lewat situasi bola mati. Ia mencatat keterlibatan dalam empat gol dari lima laga terakhir — angka yang menunjukkan betapa berbahayanya ia di kedua kotak penalti.
Situasi di kubu Afrika Selatan jauh lebih suram. Bafana Bafana tidak hanya kalah 0-2 dari tuan rumah Meksiko di laga pembuka, tetapi juga harus menanggung beban dua kartu merah sekaligus. Gelandang Sphephelo Sithole diusir wasit di awal babak kedua setelah blunder fatal yang berujung gol cepat Julian Quinones pada menit kesembilan. Beberapa saat kemudian, Themba Zwane menyusul ke ruang ganti lebih awal akibat tindakan kekerasan di lapangan.
Format Piala Dunia 2026 yang meloloskan dua tim teratas grup sekaligus delapan peringkat ketiga terbaik sejatinya masih membuka celah harapan bagi siapa pun yang kalah malam ini. Namun secara matematis dan psikologis, dua kekalahan beruntun akan membuat langkah selanjutnya jauh lebih terjal.
Absennya dua pilar tersebut memaksa pelatih Hugo Broos merombak total susunan pemain. Lebih dari sekadar rotasi, Broos dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan formasi dari skema lima bek menjadi 4-2-3-1 — sebuah langkah berani yang mencerminkan kebutuhan mendesak akan serangan lebih produktif.


Tinggalkan Balasan