Kekalahan tersebut otomatis membuat kalkulasi Ekuador di Grup E menjadi lebih rumit. Dengan Jerman dan Pantai Gading sama-sama mengantongi kemenangan di laga pembuka, Ekuador wajib merapatkan jarak jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
Di sisi lain, lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan meski berstatus debutan. Curacao sukses mencuri perhatian dunia ketika menahan imbang Jerman 1-1 selama 38 menit pertama melalui gol Livano Comenencia, sebelum akhirnya takluk telak 1-7.
Performa solid The Blue Wave di babak pertama itu menjadi modal psikologis sekaligus pengingat bahaya bagi Ekuador. Sebab, jika Curacao mampu menjaga intensitas serupa sepanjang 90 menit, La Tri bisa kembali kesulitan.
Pelatih Curacao, Dick Advocaat, tentu berharap timnya bisa mengulang penampilan 38 menit pertama itu secara penuh. Namun tantangannya jelas: pengalaman minim di level Piala Dunia menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim kepulauan tersebut.
Di lini tengah, duel sengit diprediksi terjadi antara gelandang Chelsea, Moises Caicedo, melawan duet bersaudara Curacao, Leandro dan Juninho Bacuna. Keduanya bertugas ganda: membangun serangan sekaligus melapis pertahanan The Blue Wave.


Tinggalkan Balasan