Tim Sepakbola Sinjai Siap Bertarung di Pra Porprov XVIII, Bupati: Kita Harus Optimis!

PUNGGAWASPORT – Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif resmi melepas tim sepakbola Kabupaten Sinjai yang akan berlaga dalam ajang Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) XVIII Sulawesi Selatan.

Prosesi pelepasan ini berlangsung di Aula Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sinjai, Minggu (03/08/2025) sore.

Diketahui, Tim Kabupaten Sinjai tergabung dalam Grup C bersama Sidrap, Soppeng, dan Gowa sekaligus menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga sepak bola yang akan digelar di Stadion H. Andi Bintang pada 5 sampai 10 Agustus 2025 mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Sinjai Hj.Ratnawati Arif mengajak seluruh tim baik pemain beserta official untuk bertanding dengan semangat dengan keyakinan penuh untuk meraih hasil terbaik.

“Kita harus optimis, Insya Allah kemenangan akan kita raih. Kalau kita memulai dengan optimisme yang tinggi, tentu akan hadir semangat juang yang tinggi,” ujarnya.

Senada dengan Bupati, Ketua KONI Sinjai, Iptu Rahman juga menyampaikan harapan besar terhadap performa tim sepakbola Sinjai.

Ia menekankan agar para pemain memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan performa dan kepercayaan diri untuk meraih kemenangan dalam mewujudkan harapan besar dunia sepak bola sinjai apalagi bertindak sebagai tuan rumah.

“Saya punya harapan besar. Silakan berjuang, harus menang. Apalagi kita ini tuan rumah,” tegasnya.

Ketua Askab PSSI Sinjai, H. Haris Achmad mengungkapkan bahwa tim ini telah dipersiapkan sejak April 2025 melalui proses seleksi ketat.

“Tim ini terbentuk sejak April. Proses seleksi diikuti lebih dari 100 pemain dari sembilan kecamatan. Dari situ terjaring 23 pemain terbaik yang kini dimanajeri oleh Yusran Guntur,” jelasnya.

Dengan semangat sebagai tuan rumah dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat, tim sepakbola Sinjai diharapkan mampu tampil maksimal dan melaju ke Porprov XVIII mendatang di Kabupaten Wajo dan Bone.

Indra Sjafri Berpeluang Gantikan Vanenburg di SEA Games 2025

PUNGGAWASPORT, Jakarta – Setelah menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi runner-up Piala AFF U-23 2025, Tim Nasional Indonesia U-23 kini mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2025 dengan kemungkinan pergantian pelatih kepala.

Gerald Vanenburg, pelatih yang membawa Garuda Muda meraih posisi kedua di turnamen regional tersebut, diprediksi tidak akan melanjutkan tugasnya ke pesta olahraga terbesar Asia Tenggara akhir tahun ini. Sebagai gantinya, nama Indra Sjafri mencuat sebagai kandidat utama.

Kepastian tidak dilanjutkannya kontrak Vanenburg untuk SEA Games 2025 terungkap dalam konferensi pers pascafinal Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7) malam. Pelatih asal Belanda itu menegaskan fokusnya telah beralih ke Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

“Mengenai SEA Games, pihak federasi telah menjelaskan bahwa tugas tersebut bukan tanggung jawab saya. Prioritas saya adalah memastikan tim lolos dan berprestasi di Kualifikasi Piala Asia U-23,” ungkap Vanenburg dalam kesempatan tersebut.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi bahwa penetapan pelatih untuk SEA Games 2025 masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Situasi ini semakin menguat mengingat target ambisius Indonesia untuk mempertahankan medali emas sepak bola SEA Games, yang terakhir diraih pada edisi 2023.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo pada Februari lalu telah mengisyaratkan kemungkinan penunjukan Indra Sjafri untuk menangani tim nasional U-23, sesuai koordinasi dengan PSSI.

“Tim nasional junior akan mengalami perubahan kepelatihan, namun Pak Erick menyampaikan bahwa pelatih Indra Sjafri tetap akan bertugas mempersiapkan SEA Games,” kata Dito dalam keterangan terpisah.

Meski demikian, baik PSSI maupun Kemenpora belum memberikan pengumuman resmi terkait keputusan final ini.

Rekam jejak Indra Sjafri dalam membina tim nasional usia muda terbilang gemilang. Pelatih kelahiran Sumatera Barat ini tercatat sebagai arsitek kemenangan bersejarah Indonesia U-19 di Piala AFF 2013, dilanjutkan dengan meraih gelar juara Piala AFF U-23 pertama pada 2019.

Puncak prestasi Sjafri adalah saat berhasil mengantarkan Indonesia merebut emas sepak bola SEA Games 2023, mengakhiri penantian panjang 32 tahun sejak kesuksesan di SEA Games 1991.

Dengan portofolio tersebut, Indra Sjafri menjadi sosok yang dipandang tepat untuk memimpin misi mempertahankan supremasi Indonesia di SEA Games 2025. Namun, pengumuman resmi dari kedua lembaga terkait masih dinanti-nantikan.

Al-Nassr memperkuat ikatan dengan sepak bola Portugal.

PUNGGAWASPORT, RIYADH – Setelah mempertahankan Cristiano Ronaldo sebagai pengaruh besar, Al-Nassr kini telah mencapai kesepakatan dengan penyerang Chelsea asal Portugal, Joao Felix.

Al-Nassr telah mengumumkan penunjukan Simao Coutinho sebagai direktur olahraga baru, menggantikan Fernando Hierro, yang meninggalkan posisi tersebut beberapa hari yang lalu. Penunjukan ini menandai langkah penting dalam reorganisasi manajemen klub Riyadh tersebut.

Coutinho adalah sosok yang terkenal di sepak bola Eropa: mantan pemain dan agen, ia dianggap sebagai eksekutif yang sangat strategis.

Kedatangannya bertepatan dengan periode perubahan besar di Al-Nassr, yang baru-baru ini menunjuk Jorge Jesus sebagai pelatih dan Josa Semedo sebagai CEO baru.

Dikutip dari A Bola, Felix akan menerima gaji sebesar Rp1,062 triliun (£59 juta) selama kontrak dua tahun, atau setara Rp531 miliar (£29,5 juta) per musim.

Sebagai perbandingan, pemain berusia 25 tahun ini sebelumnya menerima gaji Rp120,6 miliar (£6,7 juta) per tahun tanpa potongan pajak di Chelsea. Dalam negosiasi dengan Benfica, dia dikabarkan telah menerima gaji yang dipotong menjadi Rp45 miliar (£2,5 juta) per musim, sesuai batas maksimal gaji klub, sebelum tawaran menggiurkan dari Al-Nassr datang.

Klub Saudi Pro League yang dimiliki oleh Public Investment Fund Arab Saudi ini terus melanjutkan strategi mereka untuk mendatangkan pemain-pemain besar Eropa guna meningkatkan reputasi dan daya saing liga secara global.

Dengan kontrak ini, Felix masuk ke dalam lima besar pemain dengan penghasilan tertinggi di Saudi Pro League. Menurut Capology, hanya Cristiano Ronaldo, Riyad Mahrez, Karim Benzema, dan Sadio Mane yang diperkirakan memiliki gaji tahunan lebih tinggi.

 

Vietnam Sukses Pertahankan Mahkota Piala AFF U-23, Indonesia Terhenti di Runner Up

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – The Golden Star Vietnam sekali lagi membuktikan dominasinya di level Asia Tenggara setelah berhasil mempertahankan gelar juara Piala AFF U-23 untuk ketiga kalinya berturut-turut. Skuad asuhan pelatih Vietnam menundukkan tuan rumah Indonesia U-23 dengan skor tipis 1-0 dalam laga puncak yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam (29/7/2025).

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Vietnam sebagai kekuatan dominan di kompetisi ini, setelah sebelumnya meraih trofi pada dua edisi sebelumnya. Sementara itu, Garuda Muda harus menerima kenyataan pahit gagal meraih gelar di kandang sendiri dan harus berpuas diri dengan medali perak.

Cong Phuong Jadi Pahlawan Kemenangan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Timnas Indonesia U-23 sempat mendapat kesempatan emas pada menit kelima melalui sundulan Jens Raven dari situasi lemparan ke dalam, namun bola masih melayang di atas mistar gawang.

Vietnam kemudian mulai menunjukkan taringnya. Nguyen Van Truong dua kali mencoba menggetarkan gawang Indonesia – pertama di menit 12 dengan tembakan dari luar kotak penalti yang melebar, kemudian di menit 24 dengan sundulan dari sepak pojok yang masih meleset tipis.

Momen krusial terjadi di menit 36 ketika Nguyen Cong Phuong berhasil memecahkan kebuntuan. Striker berpengalaman ini memanfaatkan bola rebound di dalam kotak penalti hasil situasi sepak pojok untuk menyarangkan bola ke gawang yang dikawal Muhammad Ardiansyah.

Indonesia Gagal Bangkit di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Garuda Muda berusaha keras mencari gol penyeimbang. Namun, barisan pertahanan Vietnam yang solid dan dipimpin Hieu Ming berhasil meredam serangan demi serangan yang dilancarkan anak asuh pelatih Indonesia.

Hingga memasuki 20 menit terakhir, Indonesia masih kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang Trung Kien. Kurangnya ketajaman di lini depan dan kreativitas di lini tengah membuat Garuda Muda tidak mampu menembus benteng pertahanan lawan.

Upaya terakhir Indonesia untuk menyamakan kedudukan juga tidak membuahkan hasil. Peluit panjang wasit menandai berakhirnya pertandingan dengan Vietnam keluar sebagai pemenang.

Formasi dan Pemain Kunci

Indonesia menurunkan formasi 4-3-3 dengan Muhammad Ardiansyah sebagai penjaga gawang, didukung lini belakang yang terdiri dari Kakang Rudianto, Kadek Arel, Muhammad Ferarri, dan Frengky Missa. Di lini tengah, Robi Darwis, Dominikus Dion, dan Dony Tri Pamungkas bertugas mengatur serangan, sementara trio Rayhan Hanan, Rahmat Arjuna, dan Jens Raven diandalkan di lini depan.

Sementara itu, Vietnam tampil dengan skema yang lebih kompak dengan Trung Kien di bawah mistar, dikawal barisan pertahanan Ly Duc, Hieu Ming, dan Dinh Bac. Lini tengah diisi Van Truong, Van Khang, Xuan Bac, dan Nhat Minh, sedangkan trio Phi Hoang, Cong Phuong, dan Anh Quan menjadi ujung tombak serangan.

Dengan kemenangan ini, Vietnam semakin memperkuat posisinya sebagai kekuatan sepakbola U-23 terdepan di Asia Tenggara, sementara Indonesia harus kembali berbenah untuk turnamen-turnamen mendatang.

Duel Panas Indonesia vs Vietnam di Final Asean U23 Mandiri Cup 2025

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Panggung tertinggi turnamen Asean U23 Mandiri Cup 2025 siap menyajikan pertarungan sengit antara skuad Merah Putih kontra tim Naga Emas Vietnam. Berdasarkan informasi yang dihimpun aseanutd.com, laga penentuan juara ini dijadwalkan berlangsung malam ini, Selasa (29/7/2025) pukul 20.00 WIB di arena megah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Skuad asuhan Gerald Vanenburg berhasil mengamankan slot final setelah melewati ujian berat melawan Gajah Putih Thailand di babak empat besar. Pertarungan yang berlangsung hingga drama adu penalti tersebut berakhir dengan kemenangan tipis tim Garuda dengan skor 7-6, setelah 120 menit pertandingan berakhir dengan skor kacamata 1-1.

Penyerang andalan Jens Raven menjadi pahlawan tim Tanah Air setelah berhasil menyamakan kedudukan di waktu normal, merespons gol yang lebih dulu dicetak lawan. Ketika babak tambahan tak membuahkan gol penentu, drama mencapai puncaknya di titik putih. Di sinilah kiper Ardiansyah tampil sebagai bintang dengan menggagalkan eksekusi penalti terakhir pemain Thailand.

Penampilan Ardiansyah sepanjang laga semifinal memang patut diacungi jempol. Sejumlah penyelamatan spektakuler yang dipertonkannya membuatnya layak meraih predikat man of the match. Meskipun secara statistik anak didik Vanenburg menguasai jalannya pertandingan dengan kontrol bola yang superior, namun ketajaman di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah.

Di sisi lain, Vietnam telah lebih dahulu mengunci tiket final setelah menaklukkan Filipina dengan skor 2-1 dalam semifinal mereka. Tim besutan pelatih lokal itu sempat berada dalam posisi tertinggal, namun Nguyen cs mampu membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan.

Duel malam ini diprediksi akan berlangsung ketat mengingat kedua tim memiliki kualitas yang relatif seimbang dan sama-sama haus akan gelar juara.

Thailand Segel Posisi Ketiga Kejuaraan ASEAN U-23 2025 Usai Taklukkan Filipina

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Skuad Gajah Putih Thailand berhasil mengamankan medali perunggu dalam turnamen Kejuaraan ASEAN U-23 2025 setelah mengalahkan tim nasional Filipina dengan angka 3-1 pada laga penentuan peringkat ketiga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin kemarin.

Kemenangan Thailand ini diwarnai aksi gemilang tiga penggawa mereka yakni Phanthamit Praphanth, Siraphop Wandee, dan Seksan Ratree yang masing-masing menyumbang satu gol. Di sisi lain, Filipina sempat bangkit melalui gol balasan dari Otu Abang Banatao, namun tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.

Dari segi data statistik, tim asuhan Thawatchai Damrong-Ongtrakul tampil lebih tajam dalam sektor penyerangan dengan mencatatkan 17 upaya ke gawang lawan, dimana 9 di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Meskipun demikian, Filipina unggul dalam hal ball possession dengan menguasai 54 persen jalannya pertandingan.

Filipina Memulai Agresif

Babak pertama dimulai dengan inisiatif menyerang dari kubu Filipina yang berusaha mencari celah di pertahanan Thailand. Beberapa serangan dilancarkan namun belum mampu menciptakan ancaman serius bagi kiper Thailand.

Thailand kemudian mulai bangkit dan nyaris membuka keunggulan lewat upaya Chinavat Prachuabmon, sayangnya bola masih melenceng dari sasaran.

Breakthrough akhirnya tiba pada menit ke-29 ketika Phanthamit Praphanth berhasil memanfaatkan umpan matang dari Sittha Boonlha untuk membobol gawang Filipina dan memberikan keunggulan 1-0 bagi Thailand.

Sisa waktu paruh pertama didominasi serangan Thailand yang terus menekan barisan belakang Filipina, namun skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Drama Babak Kedua

Filipina kembali tampil agresif di awal babak kedua dengan menciptakan peluang melalui tendangan Jian Vinz Solomon Caraig yang masih bisa diantisipasi pertahanan Thailand.

Thailand kemudian memperlebar jarak pada menit ke-74 melalui aksi Siraphop Wandee yang memanfaatkan assist dari Yotsakon Burapha untuk membuat skor menjadi 2-0.

Ketinggalan dua gol membuat Filipina semakin termotivasi untuk bangkit. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-78 ketika Otu Abang Banatao berhasil menyundul bola hasil umpan Gavin Muens untuk mengurangi defisit menjadi 2-1.

Banatao nyaris menjadi pahlawan bagi timnya ketika mendapat peluang emas untuk menyamakan kedudukan, namun tembakannya hanya membentur mistar gawang Thailand.

Thailand menutup pertandingan dengan sempurna melalui gol ketiga dari kaki Seksan Ratree yang memastikan kemenangan 3-1 hingga peluit panjang berkumandang.

Dengan hasil ini, Thailand berhasil meraih tempat ketiga dalam turnamen ASEAN U-23 2025, sementara Filipina harus puas menempati posisi keempat.

Media Vietnam Soroti Gaya Permainan Timnas Indonesia U-23 Jelang Final

PUNGGAWASPORT, Jakarta – Menjelang laga puncak Piala AFF U-23 2025, media Vietnam mengungkapkan kekhawatiran terkait intensitas permainan yang akan ditampilkan Timnas Indonesia U-23. Keprihatinan tersebut muncul berdasarkan pengalaman pertemuan kedua tim di ajang serupa pada edisi sebelumnya.

Partai final antara Indonesia melawan Vietnam akan digelar pada Selasa (29/7/2025) malam waktu setempat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertemuan ini merupakan pengulangan dari final Piala AFF U-23 2023 yang berlangsung di Thailand, di mana Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam lewat drama adu penalti dengan skor 5-6.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyampaikan tekad kuat untuk membalas kekalahan tersebut. Dia menekankan pentingnya sikap berani dari skuad Garuda Muda dalam menghadapi intensitas tinggi yang mungkin ditampilkan lawan.

“Pertemuan kedua di level final ini harus menghasilkan outcome yang berbeda. Mengingat pengalaman di Thailand menunjukkan karakter permainan yang cukup intens, kami siap merespons dengan pendekatan serupa jika diperlukan,” ungkap Erick melalui media sosial resminya.

“Sebagai tuan rumah, kami tidak akan membiarkan tim lawan mendominasi tempo permainan. Prinsip timbal balik dalam intensitas akan kami terapkan sesuai situasi di lapangan,” tambahnya.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari media Vietnam, The Thao, yang memberikan perspektif berbeda mengenai dinamika permainan di final sebelumnya. Mereka menyoroti statistik pelanggaran yang terjadi dalam laga tersebut.

“Data menunjukkan bahwa final U-23 Indonesia versus U-23 Vietnam memang berlangsung dengan intensitas tinggi, tercatat berbagai insiden pelanggaran termasuk tackling keras terhadap pemain Vietnam. Statistik mencatat Indonesia melakukan 23 pelanggaran dengan 5 kartu kuning, sementara Vietnam 14 pelanggaran dengan 3 kartu kuning,” demikian laporan The Thao.

Selain membahas aspek permainan, media Vietnam juga menyinggung kekhawatiran mengenai faktor wasit dalam partai final nanti. Mereka mengacu pada situasi yang terjadi saat Indonesia menghadapi Thailand di semifinal.

“Panitia tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi VAR untuk final, namun tetap ada keprihatinan terkait konsistensi pengambilan keputusan wasit. Semifinal melawan Thailand menunjukkan adanya momen kontroversial dalam eksekusi adu penalti yang berlangsung 11 menit,” tulis The Thao dalam laporannya.

Final Piala AFF U-23 2025 diproyeksikan akan menjadi pertarungan sengit antara dua tim yang telah saling mengenal karakter permainan masing-masing dari pertemuan sebelumnya.

Pasangan Fajar-Fikri Dedikasikan Juara China Open untuk Almarhum Iie Sumirat

PUNGGAWASPORT, Changzhou, China – Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil merebut mahkota juara BWF World Tour Super 1000 China Open 2025 yang digelar di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, pada hari Minggu. Kemenangan bersejarah ini secara khusus mereka dedikasikan untuk mengenang jasa almarhum Iie Sumirat, tokoh legendaris bulu tangkis Indonesia yang wafat pada Selasa (22/7) lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) di Jakarta, Minggu, Fajar mengungkapkan bahwa gelar bergengsi tersebut dipersembahkan untuk legenda bulu tangkis asal Bandung yang juga merupakan kota kelahiran kedua pemain tersebut.

“Trofi ini kami khususkan untuk menghormati sosok legenda bulu tangkis Indonesia dari Bandung, tempat kami berdua dilahirkan, yang baru saja menghadap sang Khalik pekan ini, yaitu Kang Iie Sumirat,” ungkap Fajar.

Lebih lanjut, pemain berusia 28 tahun itu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan mereka di ajang bergengsi tersebut.

“Prestasi ini kami bakti untuk bangsa Indonesia, untuk keluarga besar PBSI, serta para pembimbing yang telah mendidik kami dengan penuh dedikasi dan kesabaran, termasuk seluruh suporter yang tak pernah lelah memberikan semangat,” terang Fajar.

Duo Fajar/Fikri berhasil mengunci gelar juara setelah mengalahkan pasangan unggulan kedua dari Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan straight set 21-15, 21-14 dalam laga final yang berlangsung selama 35 menit.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur dapat menuntaskan dua turnamen ini dengan capaian yang memuaskan. Sejujurnya kami juga berharap bisa berprestasi di Jepang pekan lalu, namun Allah SWT memiliki skenario yang berbeda dan memberikan berkah kemenangan di ajang ini,” kata Fajar.

Momen kemenangan ditutup dengan perayaan unik saat Fajar/Fikri meraih poin terakhir dari kesalahan lawan yang tidak mampu mengembalikan shuttlecock. Keduanya kemudian merayakannya dengan gerakan tarian “aura farming” yang tengah viral di platform media sosial sebagai ekspresi kegembiraan dan solidaritas tim.

Dari aspek strategi permainan, Fajar menjelaskan bahwa kunci sukses mereka terletak pada konsistensi pendekatan taktis yang diterapkan mulai dari babak awal hingga partai puncak.

“Kami tidak melakukan perubahan signifikan terhadap skema permainan dari ronde pertama hingga final. Rahasianya adalah bermain dengan perhitungan matang dan menguasai area depan lapangan. Mengingat kondisi venue yang berangin dan kecepatan shuttlecock yang tinggi, penguasaan bola di area net menjadi krusial, dan kami berdua yang memiliki karakter playmaker mampu mengatasinya dengan optimal,” papar Fajar.

Di sisi lain, Fikri mengakui bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasi dan memberikan pengalaman emosional yang mendalam baginya.

“Kunci kesuksesan kami tentu saja kepercayaan diri terhadap kemampuan masing-masing, koordinasi yang solid dengan mas Fajar dan tim pelatih. Saya benar-benar tidak menduga bisa meraih juara, sampai bingung harus mengungkapkan perasaan seperti apa,” tutur Fikri.

Gelar di Changzhou ini menjadi prestasi paling bergengsi yang diraih kontingen Indonesia sepanjang perjalanan musim 2025.

Yang menarik, Fajar/Fikri merupakan pasangan darurat yang dibentuk khusus untuk dua turnamen terakhir, setelah partner reguler mereka masing-masing, Muhammad Rian Ardianto dan Daniel Marthin, berhalangan hadir.

“Mudah-mudahan pencapaian ini dapat meningkatkan rasa percaya diri kami untuk kompetisi-kompetisi mendatang,” harap Fajar.

Tuan rumah China mendominasi turnamen berhadiah total 2 juta dolar AS (setara Rp32,7 miliar) ini dengan meraih empat dari lima gelar yang diperebutkan, meliputi nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Kompetisi Futsal Spentu Siamo (FUSSCO) 2025 Resmi Berakhir

PUNGGAWASPORT, Sinjai – Ajang kompetisi futsal tahunan yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 7 Sinjai telah mencapai puncaknya dengan penentuan juara pada hari Minggu kemarin.

Dalam laga puncak kategori sekolah dasar, SDN 110 Jekka Sinjai berhasil mengalahkan SDIT Thoriqul Jannah Sinjai dengan keunggulan minimal 2-1. Kemenangan tipis ini mengantarkan SDN 110 Jekka meraih gelar juara pada kategori SD.

Sementara itu, pertarungan final kategori SMP berlangsung lebih dramatis antara tuan rumah SMPN 7 Sinjai berhadapan dengan SMPN 1 Kajuara Bone. Laga yang berakhir dengan skor 2-2 di waktu reguler harus dilanjutkan ke babak adu penalti, dimana SMPN 7 Sinjai keluar sebagai pemenang.

Turnamen ini juga melahirkan prestasi individual yang membanggakan. Gelar pemain terbaik diraih oleh Fikran yang memperkuat tim SMPN 1 Kajuara, sedangkan predikat pencetak gol terbanyak berhasil diraih Daffa dari SMPN 7 Sinjai.

Acara penutupan turnamen dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, didampingi Kepala SMPN 7 Sinjai H. Nahiruddin beserta para kepala sekolah tingkat SMP dan SD se-kabupaten.

Dalam sambutannya, Irwan Suaib memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi SMPN 7 Sinjai dalam menyelenggarakan kompetisi futsal. “Kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis dalam upaya pencarian dan pengembangan talenta olahraga futsal di daerah kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadis Pendidikan mengimbau sekolah-sekolah lain untuk turut menginisiasi kompetisi serupa. “Dinas Pendidikan siap memberikan dukungan penuh bagi sekolah yang berminat menggelar turnamen futsal,” tegasnya.

Tim Esports All Gamers Global Raih Gelar Perdana di Esports World Cup 2025

PUNGGAWASPORT, RIYADH – Tim esports All Gamers Global (AG.AL) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan merebut juara Honor of Kings World Cup (KWC) dalam ajang Esports World Cup (EWC) 2025. Pencapaian bersejarah ini diraih setelah mengalahkan Talent Gaming Global (TTG) dalam pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 4-3.

Kemenangan AG.AL menjadi sangat istimewa karena berhasil bangkit dari keterpurukan saat tertinggal jauh 1-3. Comeback spektakuler ini menunjukkan ketangguhan mental para pemain yang tidak mudah menyerah di hadapan tekanan besar.

Pertarungan Final yang Menegangkan

Laga final dimulai dengan penampilan impresif AG.AL yang mampu meraih kemenangan di game pembuka melalui strategi rotasi yang terorganisir dan kontrol ekonomi yang baik. Namun, TTG segera membalas dengan menunjukkan kualitas sesungguhnya.

TTG berhasil meraih tiga kemenangan berturut-turut dengan mengandalkan kontrol objektif yang superior dan dominasi peta permainan. Keunggulan 3-1 menempatkan mereka selangkah lagi menuju gelar juara.

Dalam situasi terjepit, AG.AL menunjukkan karakter juara sejati. Mereka mengubah pendekatan permainan dengan fokus pada strategi makro yang memaksa TTG keluar dari zona nyaman. Tiga kemenangan beruntun berhasil diraih AG.AL untuk menyamakan kedudukan 3-3.

Game ketujuh menjadi penentu dengan kedua tim memilih komposisi karakter yang hampir identik, termasuk penggunaan Fatih dan Augran. AG.AL tampil lebih matang dalam execution dan berhasil membangun keunggulan ekonomi signifikan untuk mengamankan kemenangan final.

Penghargaan dan Bonus Fantastis

Chen “Zoe” Jiahao, pemain posisi jungle dari AG.AL, meraih penghargaan Sony Finals MVP atas kontribusi luar biasanya sepanjang seri final. Prestasinya dihargai dengan bonus sebesar 163 juta rupiah.

AG.AL sebagai juara berhak membawa pulang hadiah utama senilai 9,9 miliar rupiah beserta 1.000 poin untuk klasemen EWC Club Championship. Sementara TTG yang finish sebagai runner-up memperoleh hadiah 6,1 miliar rupiah.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Snowy dari TTG yang berhasil mencatatkan satu-satunya Penta Kill dalam turnamen ini. Dia meraih bonus 6,6 juta rupiah dengan tambahan 1,3 juta rupiah untuk setiap rekan setimnya.

Dampak Terhadap Klasemen Keseluruhan

Kemenangan ini mengangkat posisi AG.AL ke peringkat kedua klasemen sementara Club Championship, membuka peluang besar meraih gelar juara umum EWC 2025. Prestasi ini semakin memperkuat dominasi tim-tim Tiongkok dalam kompetisi bergengsi ini.

Pada kategori Solo King, Daniele “keke” Ke dari tim OG meraih juara setelah mengalahkan Giovanni “Shanks” Song dalam final pertarungan 1 lawan 1, membawa pulang hadiah 13 juta rupiah.

Nova Esports berhasil mengamankan posisi ketiga dengan kemenangan telak 3-0 atas Twisted Minds, sementara Twisted Minds harus puas dengan pencapaian yang kurang memuaskan.

Dengan ratusan pertandingan yang masih tersisa dalam beberapa hari ke depan, EWC 2025 diprediksi masih akan menghadirkan kejutan-kejutan menarik. Momentum ini diharapkan dapat terus mempertahankan antusiasme penonton esports di seluruh dunia terhadap kompetisi prestisius ini.

Duo Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Tembus Final China Open 2025 Usai Kalahkan Wakil Tuan Rumah

PUNGGAWASPORT, CHANGZHOU – Pasangan ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil melangkah ke babak final China Open 2025 setelah mengalahkan duo China Liang Wei Keng/Wang Chang pada semifinal yang berlangsung di Changzhou, Sabtu (26/7/2025).

Dalam pertarungan yang berlangsung selama 37 menit, wakil Indonesia itu tampil dominan dengan kemenangan straight set 21-19, 21-17 atas pasangan tuan rumah.

Keberhasilan menembus final ini menjadi pencapaian membanggakan bagi kedua shuttler Indonesia, mengingat mereka bukanlah pasangan resmi yang biasa bertanding bersama.

“Kunci kemenangan kami adalah permainan yang agresif dan penguasaan area net yang baik. Kami juga tampil tanpa tekanan berlebihan karena memang bukan duo resmi,” ungkap Fajar kepada tim media PBSI usai pertandingan.

Jalannya pertandingan gim pembuka cukup ketat dengan perlawanan sengit dari pasangan China. Liang/Wang mampu menyamakan kedudukan sebanyak tiga kali, namun Fajar/Fikri tetap menunjukkan mentalitas juara dengan menutup gim pertama 21-19.

Tantangan berat datang dari dukungan penonton lokal yang massif mendukung wakil tuan rumah. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pasangan Indonesia.

“Atmosfer stadion memang mendukung lawan, tetapi kami berusaha tetap tenang dan mempertahankan konsentrasi,” tambah Fajar.

Memasuki gim kedua, Fajar/Fikri tampil lebih percaya diri dengan membangun keunggulan 11-7 pada interval. Konsistensi permainan mereka terjaga hingga akhirnya meraih kemenangan 21-17.

Fikri tidak menyembunyikan rasa bahagianya atas pencapaian ini. “Rasanya luar biasa bisa kembali ke final turnamen Super 1000. Sudah cukup lama kami tidak merasakan panggung final, mudah-mudahan besok bisa meraih trofi juara,” kata Fikri penuh antusias.

Shuttler muda itu juga mengapresiasi kerjasama yang terjalin dengan seniornya. “Fajar sebagai pemain berpengalaman sangat membantu mengarahkan permainan kami di lapangan,” puji Fikri.

Di partai final nanti, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan pasangan unggulan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang juga meraih kemenangan straight set atas duo India Rankireddy/Shetty di semifinal lainnya.

Menghadapi lawan yang sedang dalam performa apik tahun ini, Fajar mengaku akan memberikan perlawanan maksimal. “Aaron/Soh memang dalam kondisi prima tahun ini, namun kami akan berjuang mati-matian untuk merebut gelar,” tegas Fajar.

Keberhasilan Fajar/Fikri menembus final ini memberikan angin segar bagi bulutangkis Indonesia di China Open. Prestasi terakhir Indonesia di turnamen bergengsi ini diraih pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2019 silam.

Meski bukan pasangan tetap, Fajar/Fikri menunjukkan permainan yang solid dengan mengandalkan kecepatan permainan dan dominasi di area depan net sebagai senjata utama.

Laga final akan digelar pada Minggu (27/7/2025) sore waktu Indonesia. Kedua shuttler Merah Putih siap memberikan yang terbaik untuk menghadirkan gelar juara bagi Indonesia.

Menang atas Thailand 7-6, Garuda Muda Tantang Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Skuad Timnas Indonesia U-23 berhasil melangkah ke partai puncak Piala AFF U-23 2025 setelah mengalahkan Thailand U-23 melalui drama adu penalti dengan skor 7-6, Jumat (25/7/2025) malam.

Pertandingan semifinal yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tersebut berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu.

Duel kedua tim berlangsung ketat sejak menit awal. Thailand sempat unggul lebih dulu melalui gol Yotsakon Burapha. Namun, ketertinggalan itu tidak berlangsung lama karena Jens Raven mampu menyamakan kedudukan untuk skuad asuhan Shin Tae-yong.

Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang wasit mengakhiri 90 menit pertandingan. Kedua tim kemudian melanjutkan perjuangan di babak perpanjangan waktu selama 30 menit, namun tidak berhasil mencetak gol tambahan.

Kiper Indonesia, Muhammad Ardiansyah

Nasib Indonesia dan Thailand akhirnya ditentukan melalui eksekusi tendangan penalti. Drama panjang terjadi dalam babak tos-tosan ini karena kedua tim menunjukkan ketangguhan yang sama.

Dari lima eksekutor pertama, masing-masing tim mengalami satu kegagalan. Indonesia kehilangan satu peluang melalui Robi Darwis yang gagal mengalahkan kiper Thailand, Sorawat Phosaman.

Sementara itu, Tim Gajah Perang justru mengalami dua kali kegagalan dalam babak penalti. Keunggulan ini dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia yang berhasil mencetak gol melalui penendang kedelapan mereka.

Kemenangan 7-6 dalam adu penalti ini memastikan Indonesia melaju ke final. Di partai puncak nanti, Garuda Muda akan berhadapan dengan Vietnam yang sebelumnya menundukkan Filipina dengan skor 2-1.

Laga final Piala AFF U-23 2025 dijadwalkan berlangsung di venue yang sama, Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada Selasa (29/7/2025) mendatang.

 

Gregoria Mariska Melaju ke Perempatfinal China Open 2025

PUNGGAWASPORT, CHANGZHOU – Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, berhasil memastikan tempat di babak perempatfinal China Open 2025. Kemenangan diraihnya setelah menundukkan wakil Taiwan, Lin Hsiang Ti, dengan skor straight set 21-13, 21-14 dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Jiangsu, China, Kamis (24/7/2025).

Jalannya pertandingan di set pembuka terlihat cukup ketat karena kedua pemain kerap melakukan unforced error. Namun, Gregoria mampu memanfaatkan momentum dengan merangkai lima poin berturut-turut untuk membangun keunggulan. Meski sempat terhenti akibat kalah dalam pertarungan di area net, pemain berusia 24 tahun itu tetap mempertahankan keunggulan 10-5.

Saat memasuki interval, Gregoria telah memimpin dengan selisih yang cukup nyaman, 11-5. Setelah jeda, momentum tetap berpihak pada shuttler Indonesia ini. Meskipun Lin Hsiang Ti sempat bangkit dengan meraih lima poin beruntun saat Gregoria berada di game point, namun hal tersebut tidak mampu mengubah hasil akhir set pertama yang dimenangkan Gregoria 21-13.

Memasuki set kedua, pola permainan kembali menunjukkan ketatnya persaingan dengan kedua pemain yang masih sering melakukan kesalahan tidak terpakai. Namun, Gregoria kembali menunjukkan konsistensinya dengan memimpin 11-7 pada interval.

Usai jeda, dominasi Gregoria semakin terlihat jelas. Saat Lin Hsiang Ti baru berhasil mencetak poin, Gregoria sudah lebih dulu mengoleksi tujuh poin berturut-turut. Keunggulan ini mengantarkan Gregoria menutup set kedua dengan kemenangan 21-14, sekaligus memastikan langkahnya ke babak delapan besar China Open 2025.

Hasil Lengkap Wakil Indonesia di China Open 2025 (24 Juli 2025)

Ganda Campuran:

  • Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menang atas Mads Vestergaard/Christine Busch (Denmark) 21-9, 21-15
  • Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menang atas Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang) 21-14, 21-15

Tunggal Putra:

  • Jonatan Christie kalah dari Christo Popov (Prancis) 12-21, 21-13, 16-21

Ganda Putra:

  • Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalah dari Satwisairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) 19-21, 19-21

Tunggal Putri:

  • Gregoria Mariska Tunjung menang atas Lin Hsiang Ti (Taiwan) 21-13, 21-14

Jelang Semifinal Piala AFF U-23, Skuad Garuda Muda Matangkan Strategi Hadapi Thailand

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Menjelang pertarungan semifinal Piala AFF U-23 2025 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (25/7), skuad Timnas Indonesia U-23 mengklaim telah menyelesaikan persiapan mereka dengan matang.

Salah satu pemain andalan, Alfharezzi Buffon, menyatakan bahwa seluruh tim telah menuntaskan analisis mendalam terhadap pola permainan tim Gajah Putih. Proses kajian taktik ini dilaksanakan secara komprehensif bersama staf pelatih di bawah arahan Gerald Vanenburg.

“Seluruh pemain telah mencapai kesiapan optimal untuk pertandingan esok hari. Aspek-aspek fundamental dan materi dasar telah dikuasai dengan baik oleh semua anggota tim,” tegas bek muda asal Borneo FC tersebut.

Alfharezzi menambahkan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap karakteristik bermain Thailand. “Kami telah mengkaji secara detail bagaimana Thailand menjalankan permainan mereka. Dari perspektif para pemain, kami siap menghadapi tantangan ini dan akan menampilkan performa terbaik sesuai dengan instruksi yang telah diberikan selama latihan,” jelasnya.

Timnas Indonesia U-23 memasuki babak semifinal dengan modal kepercayaan diri yang tinggi setelah meraih prestasi gemilang di fase grup. Tim asuhan Gerald Vanenburg berhasil menduduki puncak klasemen dengan rekor tak terkalahkan yang mengesankan.

Performa impresif Garuda Muda tercermin dari serangkaian hasil positif: kemenangan telak 8-0 atas Brunei Darussalam, kemenangan tipis 1-0 melawan Filipina, serta hasil imbang tanpa gol kontra Malaysia.

Statistik yang dicatat tim Indonesia menunjukkan produktivitas lini serang yang tinggi dengan sembilan gol yang tercipta, sementara lini pertahanan tampil solid tanpa kebobolan satu gol pun sepanjang tiga pertandingan fase grup.

Di sisi lain, Thailand juga menunjukkan performa yang tidak kalah meyakinkan dengan meraih gelar juara Grup C. Tim Gajah Putih memiliki catatan defensif yang sama kuatnya dengan Indonesia, yakni belum kebobolan dalam dua laga yang telah dijalani sambil mencetak empat gol.

Iptu Rahman Terpilih Pimpin KONI Sinjai, Targetkan Tiga Besar di Porprov 2026

PUNGGAWASPORT, SINJAI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sinjai mendapat kepemimpinan baru setelah Iptu Rahman terpilih menjadi Ketua Umum periode 2025-2029. Pemilihan dilakukan secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) yang berlangsung meriah.

Perwira Polres Sinjai tersebut meraih dukungan bulat dari seluruh 28 cabang olahraga yang hadir dalam musyawarah. Rahman menggantikan posisi Suhardiman yang telah memimpin KONI Sinjai selama dua periode berturut-turut sejak 2017.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan serta para ketua cabang olahraga atas kepercayaan yang telah diberikan. Dengan amanah ini, saya siap mendukung dan memajukan olahraga Kabupaten Sinjai,” kata Rahman usai terpilih.

Program Unggulan Fun Run

Ketua baru KONI Sinjai ini langsung mengumumkan program prioritas berupa penyelenggaraan Fun Run sebagai kegiatan rutin tahunan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan citra olahraga daerah sekaligus mengajak partisipasi aktif masyarakat.

“Fun Run akan menjadi program dan event tahunan KONI Sinjai ke depannya,” tegas Rahman.

Persiapan Dini Menuju Porprov 2026

Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 yang rencananya diselenggarakan di Kabupaten Wajo dan Bone, Rahman mengimbau seluruh pengurus cabang olahraga untuk segera memulai proses seleksi dan pembinaan atlet.

“Mari kita persiapkan sejak dini untuk menghadapi Porprov. Target kita jelas, yakni masuk tiga besar,” ungkap Rahman dengan penuh optimisme.

Musyawarah yang dipimpin Mappaompo sebagai Ketua Sidang, bersama Wakil Ketua Akrim dan Sekretaris Rustam, berlangsung dalam suasana demokratis dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut menunjukkan soliditas para pemangku kepentingan olahraga di Sinjai.

Dengan kepemimpinan baru yang dinilai memiliki semangat kompetitif tinggi, KONI Sinjai diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam pengembangan prestasi atlet daerah. Langkah ini diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi masa depan olahraga dan generasi muda Sinjai.

Nostalgia Emas Bulu Tangkis Berbuah Miliaran Rupiah untuk Atlet

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Arena Tennis Indoor Senayan menjadi saksi bisu reuni emosional para juara bulu tangkis Indonesia, Selasa (22/7). Sembilan tokoh legenda dari berbagai era berlaga dalam pertandingan persahabatan yang tak hanya membangkitkan kenangan, tetapi juga berhasil mengumpulkan dana bantuan mencapai Rp2,5 miliar.

Acara bertajuk “Make Your Moment: Dari Bulu Tangkis untuk Semua” ini mempertemukan kembali nama-nama emas yang pernah mengharumkan Indonesia di pentas dunia. Mulai dari generasi pionir seperti Susy Susanti dan Alan Budikusuma, hingga generasi terbaru seperti Greysia Polii dan Apriyani Rahayu.

Turut meramaikan gelanggang adalah Ricky Soebagdja, Candra Wijaya, Taufik Hidayat, Liliyana Natsir, dan Tontowi Ahmad. Kehadiran mereka sukses menyedot perhatian lebih dari 3.000 penggemar yang memenuhi venue.

Meskipun dihelat dalam format ekshibisi yang santai, kualitas permainan para veteran ini masih mampu memukau mata. Aksi-aksi spektakuler dan chemistry antar pemain menghadirkan nostalgia mendalam bagi para penonton.

“Ini bukan tentang siapa yang menang, melainkan tentang berbagi. Kebahagiaan besar bagi kami bisa kembali bermain sambil berkontribusi untuk kemajuan olahraga tanah air,” ungkap Susy Susanti, pemilik emas Olimpiade Barcelona 1992.

Kehadiran Wamenpora Taufik Hidayat menambah kehangatan acara. Mantan shuttler andalan Indonesia ini menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap inisiatif serupa.

“Kementerian sangat mengapresiasi kolaborasi antara para legenda, masyarakat, dan dunia usaha dalam satu misi mulia. Terima kasih kepada OPPO dan IOA yang telah mewujudkan program berdampak positif bagi kesejahteraan atlet multikabang,” tegas Taufik.

Pundi dana charity ini terkumpul melalui dua mekanisme utama: penjualan tiket masuk dan lelang memorabilia eksklusif. Berbagai item koleksi berharga seperti raket bertanda tangan, seragam tim nasional, hingga gadget teknologi terbaru berhasil menyedot antusiasme para kolektor.

Seluruh hasil penggalangan akan disalurkan melalui Indonesia Olympians Association (IOA) Foundation untuk program pembinaan atlet dari beragam disiplin olahraga yang memerlukan dukungan finansial.

Yayuk Basuki selaku Ketua IOA Foundation menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pembuka dari rangkaian program berkelanjutan yang melibatkan peran aktif mantan atlet berprestasi.

“Malam ini menjadi titik awal gerakan transformatif di mana para Olympian turut serta membangun jembatan menuju masa depan olahraga Indonesia yang lebih cerah,” paparnya.

Dari sisi korporat, Vice President OPPO Indonesia Patrick Owen menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial nyata melalui inovasi teknologi.

“Semangat ‘Make Your Moment’ bukan sekadar slogan, tetapi manifesto untuk menciptakan perubahan bermakna. Teknologi hadir bukan hanya sebagai alat dokumentasi, melainkan katalisator aksi sosial,” pungkas Patrick.

Empat Tim Lolos Semifinal Piala AFF U-23 2025, Indonesia Jumpa Thailand

PUNGGAWASPORT, JAKARTA – Babak semifinal Piala AFF U-23 2025 telah terbentuk dengan empat tim yang berhasil melenggang ke putaran empat besar. Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Thailand, sementara Vietnam bakal melawan Filipina dalam partai semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/7) mendatang.

Skuad Garuda Muda menjadi kontestan pertama yang memastikan diri melaju ke semifinal. Pencapaian ini diraih setelah Timnas Indonesia U-23 bermain imbang 0-0 kontra Malaysia dalam laga penutup Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (21/7) lalu.

Anak asuh Vanenburg berhasil merebut puncak klasemen Grup A dengan koleksi tujuh poin dari tiga laga yang dijalani. Performa Indonesia di fase grup cukup impresif dengan meraih kemenangan telak 8-0 atas Brunei Darussalam dan mengalahkan Filipina dengan skor tipis 1-0 sebelum dipaksa berbagi angka oleh Malaysia.

Sementara itu, tiga slot semifinal tersisa baru ditentukan melalui pertandingan terakhir fase grup yang digelar pada Selasa (22/7). Tim Gajah Perang Thailand sukses mengamankan posisi di empat besar setelah bermain seri 0-0 melawan Myanmar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.

Hasil tanpa gol tersebut memungkinkan Thailand meraih gelar juara Grup C dengan perolehan empat poin, sedangkan Myanmar harus puas berada di posisi kedua dengan raihan dua poin namun tetap gugur dari kompetisi.

Dengan susunan semifinal yang telah terbentuk, partai Indonesia versus Thailand dan Vietnam versus Filipina diprediksi akan menyajikan pertandingan yang ketat dan menarik untuk disaksikan.

KONI Sinjai Kejar Target Porprov 2026 Lewat Pembinaan Intensif

PUNGGAWASPORT, Sinjai – Persiapan menghadapi Pra Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2025 semakin intensif. Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sinjai menggelar program pembinaan masif untuk 40 cabang olahraga di bawah koordinasinya.

Intensitas latihan para atlet kini ditingkatkan jelang momentum penting tersebut. “Pembinaan kepada seluruh atlet terus kami lakukan secara konsisten,” kata Ketua KONI Sinjai, Suhardiman, setelah bertemu Bupati Hj. Ratnawati Arif di kediaman resmi pejabat setempat, Senin kemarin.

Jadwal penyelenggaraan Pra Porprov bervariasi untuk masing-masing cabang olahraga. Keputusan ini bergantung pada kebijakan induk organisasi setiap cabor. KONI Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan penyelesaian seluruh rangkaian kompetisi pada Desember 2025.

Ajang ini menjadi gerbang utama menuju Porprov Sulsel 2026. “Pra Porprov adalah momentum seleksi penting bagi atlet-atlet kita,” ungkap Suhardiman.

Harapan besar tertumpu pada para atlet yang akan berlaga. KONI Sinjai optimis kontingen terbaiknya mampu menorehkan prestasi gemilang dan mengangkat harkat daerah di pentas olahraga provinsi tahun depan.

Dukungan penuh dari pemerintah daerah menjadi modal penting dalam persiapan ini. Koordinasi antara KONI dan Pemkab Sinjai diharapkan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang siap berkompetisi di level yang lebih tinggi.

Usyk Pertahankan Gelar Juara Dunia Kelas Berat, Raup Bayaran Rp 2,16 Triliun

PUNGGAWASPORT, London – Petinju asal Ukraina Oleksandr Usyk berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas berat tak terbantahkan setelah menumbangkan Daniel Dubois lewat knockout teknis di ronde kelima dalam pertarungan yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Sabtu malam waktu setempat.

Kemenangan gemilang tersebut tidak hanya memperkuat posisi Usyk sebagai raja kelas berat dunia untuk kedua kalinya, tetapi juga mengukuhkannya sebagai petinju yang meraih status undisputed champion tiga kali dalam dua divisi berbeda, yakni cruiserweight dan heavyweight.

Dalam laga yang dipromosikan sebagai salah satu pertarungan dengan bayaran tertinggi sepanjang sejarah tinju, total prize money mencapai 150 juta poundsterling atau setara Rp 3,2 triliun.

Sebagai juara bertahan yang menguasai empat sabuk sekaligus, Usyk berhak memperoleh 65 persen dari total hadiah tersebut. Petinju berusia 38 tahun itu mengantongi sekitar 132,28 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,16 triliun, menjadi salah satu bayaran tertinggi dalam sejarah tinju modern.

Jumlah tersebut bahkan melampaui penghasilannya ketika menghadapi Tyson Fury tahun lalu yang mencapai 114 juta dolar AS. Sementara itu, Dubois sebagai penantang juga meraih bayaran fantastis sebesar 71,22 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,16 triliun, tertinggi sepanjang kariernya.

Pertarungan yang disaksikan lebih dari 80.000 penonton tersebut berlangsung dengan intensitas tinggi sejak ronde pertama. Dubois mencoba memberikan tekanan sejak awal, namun Usyk mampu menjaga ketenangan dengan mengandalkan jab tajam dan pergerakan yang lincah.

Usyk mulai menunjukkan dominasi di ronde kedua dan ketiga dengan serangan yang semakin akurat dan pertahanan yang sulit ditembus. Di ronde keempat, sebuah hook kiri telak berhasil mengguncang kepala Dubois, memberikan sinyal ancaman serius.

Klimaks terjadi di ronde kelima ketika Usyk mendaratkan hook kanan yang menjatuhkan Dubois, kemudian dilanjutkan dengan hook kiri keras yang membuat petarung Inggris itu tidak mampu bangkit sebelum hitungan wasit mencapai 10. Wasit menghentikan pertarungan pada menit 1:52 ronde kelima.

Dengan kemenangan ini, rekor Usyk kini menjadi 24-0 dengan 15 kemenangan KO dan tetap tidak terkalahkan sepanjang karier profesionalnya.

Dalam wawancara pascapertarungan, Usyk mengungkapkan keinginannya untuk beristirahat sejenak bersama keluarga sebelum menentukan lawan berikutnya.

“Saya ingin pulang ke rumah dan menghabiskan waktu dengan istri serta anak-anak. Mungkin dua atau tiga bulan tanpa bertarung, istirahat saja dulu,” ungkap Usyk.

Ketika ditanya mengenai calon lawan selanjutnya, ia menyebutkan beberapa nama besar seperti Tyson Fury, Anthony Joshua, Derek Chisora, dan Joseph Parker. Promotor Frank Warren kemudian mengonfirmasi bahwa Parker merupakan penantang wajib versi WBO berikutnya.

Kemenangan ini membuktikan bahwa di usia 38 tahun, Usyk masih menjadi penguasa tak tertandingi di divisi kelas berat sambil menunjukkan bahwa kualitas, konsistensi, dan teknik tinggi dapat mengantarkan seorang atlet meraih prestasi sekaligus kekayaan yang luar biasa.

Exit mobile version