BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Tiket ke Amerika Utara digenggam setelah kemenangan 3-0 atas Kenya pada laga terakhir kualifikasi. Di sepanjang jalan, Seko Fofana dari Rennes menjadi top skor tim dengan tiga gol. Nama-nama seperti Simon Adingra, Yan Diomande, Evann Guessand, Sebastien Haller, Franck Kessie, Karim Konate, Ibrahim Sangare, dan Hamed Traore masing-masing menyumbang dua gol. Kedalaman skuad menjadi senjata utama Fae.

Di Piala Dunia 2026, Les Elephants akan memulai kampanye mereka melawan Ekuador pada 14 Juni di Philadelphia. Laga kedua adalah duel besar melawan Jerman pada 20 Juni di Toronto. Mereka mengakhiri fase grup dengan menghadapi Curacao pada 25 Juni, kembali di Philadelphia.

Sejarah Pantai Gading di Piala Dunia sesungguhnya adalah kisah tentang potensi besar yang belum pernah sepenuhnya terwujud. Debut mereka datang pada Piala Dunia 2006 di Jerman, dan langsung dengan undian yang kejam: satu grup bersama Argentina dan Belanda. Di bawah Henri Michel—yang saat itu memimpin tim nasional untuk kelima kalinya dalam kariernya—mereka bermain kompetitif namun kandas.

Kekalahan 2-1 dari Argentina di laga pembuka terasa menyakitkan, meski Didier Drogba sempat memperkecil ketertinggalan. Laga kedua berakhir dengan hasil serupa melawan Belanda. Namun Les Elephants tutup buku dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Serbia dan Montenegro—sebuah hasil yang hanya menjadi hiburan, bukan tiket lolos.

Empat tahun kemudian di Afrika Selatan 2010, Pantai Gading memberikan penampilan terbaik mereka di panggung global. Mereka menahan Portugal tanpa gol—sebuah hasil yang mengejutkan turnamen. Meski kemudian kalah dari Brasil, mereka bangkit dengan kemenangan retentang 3-0 atas Korea Utara, termasuk gol dari Yaya Toure. Sayangnya, empat poin dari laga-laga tangguh itu tetap tidak cukup untuk meloloskan mereka dari fase grup.



Follow Widget

Published by Punggawa Sport

Editor

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version